Pengantar Akun. 1

Pengantar Akuntansi 1

PENULIS : Ahmad Rahadian, SH.,MM

Bab 1

Pengantar Akuntansi

Pengantar Akuntansi

Akuntansi dapat didefinisikan dari 2 (dua) sudut, yaitu :

  1. Pemakai

Ditinjau dari sudut pemakainya, akuntansi adalah suatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melakukan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.

  1. Tahap Kegiatan

Akuntansi merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi.

Siklus Akuntansi

Disebut juga proses akuntansi, yang terdiri dari pencatatan, penggolongan, peringkasan atau pengikhtisaran, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan perusahaan.

Kegiatan pencatatan dan penggolongan adalah proses yang dilakukan secara rutin dan berulangkali dalam transaksi keuangan. Sedangkan kegiatan pelaporan dan penganalisisan biasanya hanya dilakukan pada waktu tertentu.

Sasaran dan Tujuan

Dilihat dari sasaran dan tujuannya, akuntansi dapat dibagi menjadi :

  1. Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang bertujuan utama menghasilkan laporan keuangan untuk kepentingan pihak luar. Yang dimaksud pihak luar adalah pihak-pihak di luar perusahaan, seperti investor, kreditur, BUMN, dan lain.
  2. Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang bertujuan utama menghasilkan informasi untuk kepentingan manajemen.  Biasanya berkaitan dengan pengambilan keputusan manajemen terkait kemajuan perusahaan.

Konsep dan Prinsip Akuntansi

Konsep yang paling mendasar dalam akuntansi adalah entitas atau kesatuan usaha. Kesatuan usaha akuntansi adalah suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri, terpisah dari organisasi atau individu lain.

Konsep ini penting artinya dalam menilai keadaan keuangan dan hasil usaha yang dicapai suatu organisasi atau bagian dari organisasi.

Tanpa konsep ini, maka laporan keuangan akan menjadi kacau, karena apa yang tercantum dalam laporan keuangan suatu organisasi mungkin dimasuki kejadian-kejadian keuangan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan organisasi tersebut.

Prinsip akuntansi terdiri dari :

  • Prinsip obyektivitas (keterbukaan)

Catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya sebagai laporan yang menyajikan informasi yang tepat dan berguna.

  • Prinsip cost (biaya)

Bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya. Meskipun pembeli tahu bahwa harga mungkin bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat dengan hasil yang sesungguhnya disepakati dalam transaksi.

Bab 2

Persamaan Akuntansi Perusahaan Jasa

Dokumen Transaksi Keuangan

Merupakan semua rahasia perusahaan yang berisikan transaksi (jual-beli) antara perusahaan dengan konsumen, biasanya berupa omset yang diperoleh setiap harinya.

Dokumen transaksi keuangan diungkapkan dalam bentuk laporan keuangan, yang terdiri dari :

  1. Neraca, atau laporan posisi keuangan adalah suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada saat tertentu.
  2. Aktiva, adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang. Misalnya tanah, gedung, mesin.
  3. Kewajiban, adalah utang yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada suatu saat tertentu di masa yang akan datang, dari konsumen kepada perusahaan.
  4. Modal, merupakan hak pemilik perusahaan atas harta kekayaan (aktiva) perusahaan.
  5. Laporan rugi-laba, adalah laporan yang disusun dengan maksud untuk menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.
  6. Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan adanya unsur laba dan rugi yang dapat mempengaruhi keuangan perusahaan atau pemilik modal.

Persamaan Akuntansi

Yaitu suatu persamaan yang menunjukkan bahwa jumlah semua harta atau sumber-sumber yang tercantum pada sisi kiri adalah berasal dari kreditur dan pemilik. Sebaliknya, kontribusi kreditur dan pemilik harus sama dengan jumlah harta perusahaan.

Hubungan ini dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan akuntansi sebagai berikut :

Aktiva              =   Kewajiban             +          Modal

(Harta)                  (Utang)                    (Dana Masuk)

Misalkan : Utang perusahaan = Rp 1.000.000,00

Modal perusahaan = Rp 21.000.000,00

Harta perusahaan ?

= Utang perusahaan + Modal perusahaan

= Rp 1.000.000,00 + Rp 21.000.000,00

= Rp 22.000.000,00

Jika harta perusahaan = Rp 100.000.000,00

Modal perusahaan = Rp 70.000.000,00

Utang perusahaan ?

Harta = Utang + Modal

Rp 100 jt = Utang + Rp 70.000.000,00

Utang = Harta – Modal

= Rp 100 jt – Rp 70 jt = Rp 30 jt.

Jika utang perusahaan = Rp 5.000.000,00

Harta perusahaan = Rp 25.000.000,00

Berapa modalnya ?

Harta = Utang + Modal

Rp 25 jt  =  Rp 5.000.000,00 + modal

Modal = Harta – Utang

= Rp 25.000.000,00 – Rp 5.000.000,00

= Rp 20.000.000,00

Buatlah neraca/laporan keuangannya !

Jawab :

Aktiva                          Kewajiban

Kas                  Rp 25jt

Peralatan          Rp  5jt-

Modal Deb        Rp 20jt-

Jumlah  aktv      Rp 20jt  Jumlah pssv      Rp 20 jt

Mekanisme Debit Kredit

Debit (debt) merupakan pemasukan yang diterima oleh perusahaan sebagai bukti balik modal, sedangkan kredit (credit) merupakan pengeluaran dana perusahaan sebagai bukti adanya tagihan-tagihan yang harus dibayar.

Adapun mekanisme debit kredit adalah :

  1. Kas (+) : Debit, Kas (-) : Kredit
  2. Modal (+) : Kredit, Modal (-) : Debit
  3. Pembelian (+) : Debit, Pembelian (-) : Kredit
  4. Penjualan (+) : Kredit, Penjualan (-) : Debit
  5. Pendapatan (+) : Kredit, Pendapatan (-) :Debit
  6. Beban (+) : Debit, Beban (-) : Kredit
  7. Utang (+) : Kreditm Utang (-) : Debit
  8. Retr. Pnjln (+) : Debit, Retr. Pnjln (-) : Kredit
  9. Retr. Pmbln (+) : Kredit, Retr. Pmbln (-) : Debit

Pengaruh Transaksi Keuangan terhadap Persamaan Akuntansi

Pengaruhnya adalah bahwa neraca menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada saat tertentu, dimana jumlah harta perusahaan selalu sama dengan jumlah kewajiban dan modal.

Contoh soal :

  1. Pada tanggal 1 Desember 2006, Nyonya Cindy mendirikan salon kecantikan “Cindy’s Saloon”. Pada tanggal tersebut, ia menyerahkan uang tunai sebesar Rp 100.000.000,00 sebagai setoran modalnya. Bagaimanakah pengaruh transaksi ini terhadap persamaan akuntansi perusahaan ?

Jawaban :

Aktiva =      Kewajiban +      Modal

Kas                                                       uang

Rp 100jt                                         + Rp 100jt

Neraca yang akan disusun :

Aktiva                                   Kewajiban

Kas               Rp 100jt

Modal

Modal Ny. Cindy   Rp 100JT

Jumlah          Rp 100jt    Jumlah                    Rp 100jt

  1. Pada tanggal 1 Desember 2006, ia juga membeli peralatan salon seperti kursi, alat pengering rambut dan alat keriting rambut seharga Rp 10.000.000,00 secara tunai. Transaksi pembelian peralatan ini menyebabkan aktiva kas berkurang Rp 10.000.000,00 dan aktiva peralatan salon bertambah dengan Rp 100.000.000,00. Bagaimana pengaruh transaksi ini terhadap persamaan akuntansi :

Jawaban :

Aktiva                     =        Kewajiban   +  Modal

Kas + Peralatan                                    Modal Cindy

(+)Rp 100jt                                           (+) Rp 100jt

(-) Rp   10jt + Rp 10jt

Saldo Rp 90jt  + Rp 10jt                            Rp 100jt

Neraca yang perlu dibuat :

Aktiva                                Pasiva

Kas          Rp   90jt

Peralatan  Rp  10jt

Modal

Modal Cindy     Rp 100jt

Jumlah      Rp 100jt     Jumlah              Rp 100jt

Disamping soal diatas, rumus persamaan akuntansi dapat pula menyesuaikan waktu, seperti :

Aktiva           =       Kewajiban    +     Modal

Kas + Prlngk + Prltn        Utang Dag.         Modal Cindy

Dan neracanya akan berbentuk :

Aktiva                                         Kewajiban

Kas                                   utang dagang

Perlengkapan

Peralatan

Modal

Modal Cindy

Jumlah aktiva                    Jumlah pasiva

Bab 3

Proses Pencatatan

Jurnal

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan rekening yang harus didebit dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.

Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke buku besar, harus dicatat ke dalam jurnal, oleh karena itulah jurnal sering disebut buku catatan pertama (the original entry book).

Manfaat pemakaian jurnal :

  1. Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi.
  2. Jurnal merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.
  3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus.
  4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi.
  5. Apabila transaksi dicatat secara langsung ke buku besar dan terjadi kesalahan dalam mencatatnya, maka letak kesalahannya akan sulit ditemukan.

Prinsip Pembukuan

Tidak berbeda dengan prinsip akuntansi :

  • Prinsip obyektivitas (keterbukaan)

Catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya sebagai laporan yang menyajikan informasi yang tepat dan berguna.

  • Prinsip cost (biaya)

Bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya. Meskipun pembeli tahu bahwa harga mungkin bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat dengan hasil yang sesungguhnya disepakati dalam transaksi.

Perkiraan dan Buku Besar

Perkiraan (account) adalah formulir (media) yang digunakan untuk mengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis ke dalam satu nama kelompok transaksi dan tempat untuk mencata penambahan serta pengurangan yang terjadi dalam kelompok tersebut.

Perkiraan terdiri dari 3 (tiga) bagian :

  1. Nama perkiraan, yang menjelaskan tentang jenis aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, atau biaya yang dicatat dalam perkiraan tersebut.
  2. Tempat untuk mencatat penambahan perkiraan yang terjadi pada perkiraan yang bersangkutan.
  3. Tempat untuk mencatat pengurangan.

Buku besar (ledger) adalah kumpulan dari perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan dan yang merupakan suatu kesatuan tersendiri.

Contoh :

Nama Perkiraan

Sebelah kiri                         Sebelah kanan

(Debit)                                     (Kredit)

Bentuk Buku Besar

Terdiri dari :

  1. Buku besar umum (general ledger)

Buku besar umum adalah catatan pembukuan perusahaan yang memuat seluruh akun laporan keuangan.

  1. Buku besar pembantu (subsidiary ledger)

Buku besar pembantu adalah catatan pembukuan perusahaan yang diperlkan dalam merinci saldo yang terdapat dalam buku besar umum.

Contoh buku besar umum:

Kas

Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
Setoran

Sewa kantor

Computer

Meja tulis

Kertas A4

PT. LIN

Bayar Utang

PT. WM

Beban gaji

Bayar utang

Bayar Utilitas

30.000.000

1.850.000

2.000.000

7.000.000

10.000.000

3.000.000

1.400.000

1850.000

2.000.000

400.000

250.000

30.000.000

23.000.000

13.000.000

10.000.000

8.600.000

10.450.000

8.950.000

10.950.000

8.950.000

8.550.000

8.300.000

Piutang Usaha

Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
PT. WM 1.5 JT 1.5 JT

Perlengkapan Kantor

Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
Kertas A4

Kertas F4

1400000

400000

1400000

400000

Peralatan Kantor

Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
Komputer 14JT 14JT

Perabot Kantor

Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
Meja & kursi 3.000.000 3.000.000

Cash Basis and Accrual Basis

Apabila dasar pencatatan akuntansi yang digunakan adalah cash basis, maka pendapatan dan beban akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi (income statements) dalam periode dimana uang kas diterima (untuk pendapatan) dan uang kas dibayarkan (untuk beban).

Jadi, transaksi pendapatan dan beban yang akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi adalah transaksi yang secara nyata melibatkan arus kas masuk dan arus kas keluar.

Misalkan, dengan menggunakan dasar pencatatan ini, diperoleh jumlah pendapatan selama periode sebesar Rp 120 juta (uang kas masuk). Sedangkan jumlah beban selama periode sebesar Rp 30 juta (uang kas keluar). Dalam hal ini, maka besarnya net income adalah Rp 90 juta (Rp 120jt – Rp 30jt / pendapatan – beban).

Sedangkan apabila dasar pencatatan akuntansi yang digunakan adalah accrual basis, maka baik untuk pendapatan maupun beban akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi dalam periode mana pendapatan dan beban terjadi, tanpa melihat arus kas masuk dan arus kas keluar.

Dengan accrual basis, beban-beban yang terkait dengan penciptaan pendapatan haruslah dilaporkan dalam periode yang sama dimana pendapatan tersebut juga diakui.

Misalnya, gaji karyawan tahun 2008 yang belum dibayarkan hingga 2010, maka harus menjadi beban di tahun 2008 juga, dan walaupun sudah tahun 2010, tetap harus dibayarkan kepada karyawan, karena menyangkut hak karyawan.

Dibayar beban gaji secara angsuran sebesar Rp 5.000.000,00 sebesar 15% dari total gaji setiap staf, maka :

Beban gaji       Rp 5.000.000,00

Potongan gaji   Rp    750.000,00

Kas                                                Rp 4.250.000,00

Bab 4

Proses Pengikhtisaran

Posting Neraca Saldo

Adalah suatu cara untuk memindahkan ayat-ayat jurnal ke dalam buku jurnal ke buku besar, yaitu memindahkan jumlah dalam kolom debit/kredit jurnal ke dalam sisi debit/kredit rekening.

Dalam perusahaan bonafid, biasanya posting ke buku besar dilakukan dengan menggunakan mesin pembukuan atau secara otomatis dilakukan dengan komputer.

Lain halnya di perusahaan berkembang, masih didominasi oleh pembuatan buku besar tulis tangan atau pengetikan secara manual.

Contoh soal :

Tgl April 2006

  1. Dibayar tunai kontrak gedung sebesar Rp 60.000.000,00 untuk 3 bulan.
  2. Dibeli mesin cetak baru secara kredit dari PT. Merbabu, Semarang seharga Rp 180.000.000,00.
  3. Diterima pembayaran dari debitur sebesar Rp 50.000.000,00.
  4. Dibayar biaya advertensi pada harian Pembangunan Jakarta Rp 15.000.000,00.
  5. Dibayar utang pada PT. Merbabu Rp 100.000.000,00.
  6. Dibayar gaji pegawai selama 2 minggu sebesar Rp 10.000.000,00
  7. Diterima uang dari hasil penyerahan pesanan barang cetakan sebesar Rp 9.000.000,00

Jawaban :

JURNAL UMUM

Tgl Akun Debit Kredit
Beban sewa

Kas

Pembelian

Utang

Kas

Pendapatan

Beban iklan

Kas

Utang

Pembelian

Beban gaji

Kas

Kas

Pembayaran

60.000.000

180.000.000

50.000.000

15.000.000

100.000.000

10.000.000

9.000.000

60.000.000

180.000.000

50.000.000

15.000.000

100.000.000

10.000.000

9.000.000

BUKU BESAR

Sewa Dibayar Dimuka

Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
Rp 60 juta

Mesin Cetak

Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
180 ribu

100 ribu

Kas

Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
50.000.000

9.000.000

Utang Dagang

Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
180.000.000 100.000.000

Beban Gaji

Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
10.000.000

Beban Iklan

Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
15.000.000

Bab 5

Ayat Jurnal Penyesuaian

Ayat Jurnal Penyesuaian

Atau adjusting journal entries adalah catatan yang dibuat untuk mengoreksi perkiraan-perkiraan tertentu sehingga mencerminkan keadaan aktiva, kewajiban, biaya, pendapatan, dan modal yang sebenarnya.

AJP dibuat dalam dua keadaan :

  • Keadaan dimana suatu transaksi telah terjadi, tetapi belum dicatat dalam perkiraan.
  • Keadaan dimana suatu transaksi telah terjadi dan sudah dicatat dalam perkiraan.

Contoh soal :

Pada tanggal 31 Desember 2009, Nyonya Dewi memeriksa neraca saldo dan memutuskan sebagai berikut :

  1. Peralatan salon yang dipakai 3 tahun, dengan beban penyusutan Rp 25.000,00
  2. Perlengkapan per 31 Desember 2009 sisanya Rp 50.000,00. Jumlah yang terpakai untuk kegiatan usaha selama bulan Desember dengan demikian adalah Rp 150.000,00.
  3. Pembayaran gaji terakhir Rp 20.000.000,00 adalah Sabtu tgl 26 Desember 2009, pembayaran berikutnya Januari 2010, gaji belum dibayar penuh.
  4. Hutang bank Rp 300.000.000,00 diambil tanggal 28 Desember 2009, dengan bunga 12% setahun.

Buatlah ayat jurnal penyesuaiannya !

Tgl Keterangan

Debit Kredit
1

2

Beban pnystn

Akum. Pnystn

Beban perlengkapan

Perlengkapan

Beban gaji

Utang gaji

Beban bunga

Utang bunga

25.000

150.000

20.000.000

36.000.000

25.000

150.000

20.000.000

36.000.000

Neraca Saldo Setelah Penutupan

Adalah suatu daftar yang memuat saldo-saldo rekening buku besar setelah perusahaan melakukan penutupan buku. Oleh karenanya, neraca ini hanya berisi akun-akun riil tertentu. Pengujian dilakukan dengan membandingkan data yang tercantum dalam neraca saldo setelah penutupan dengan neraca yang disusun dari neraca lajur.

Contoh neraca lajur :

NATIONAL PHOTO STUDIO

Kas                                            Rp 52.350,00

Surat berharga                                 10.000,00

Piutang dagang                                18.200,00

Cadangan kerugian piutang                                   Rp 4.576,00

Perlengkaoan fotografi                     32.400,00

Perlengkapan kantor                         15.500,00

Asuransi dibayar dimuka                     4.000,00

Piutang bunga                                          150,00

Peralatan fotografi                            480.000,00

Akumulasi depr. Peralatan kantor                       Rp 96.000,00

Gedung                                           Rp 1.100.000,00

Akum.pnystn gedung                                                50.000,00

Utang dagang                                                            12.000,00

Utang gaji                                                                  2.000,00

Pendapatan sewa diterima dimuka                            6.000,00

Modal                                             Rp 1.545.000

Jumlah                                            Rp 1,727 jt    Rp 1,727 jt

Bab 6

Kertas Kerja dan Laporan Keuangan dalam Perusahaan Jasa

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan (financial statements) merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak yang berkepentingan.

Tujuan laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengenai posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan lain dalam posisi keuangan.

Neraca

Neraca atau laporan posisi keuangan adalah daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.

Judul suatu neraca terdiri dari nama organisasi atau perusahaan, nama laporan (neraca), tanggal neraca. Badan atau isi laporan terdiri dari aktiva, kewajiban, dan modal.

Sisi sebelah kanan neraca biasa juga disebut pasiva yang terdiri dari kewajiban pada kreditur (utang) dan kewajiban pada pemilik (modal).

Contoh neraca :

PO. BUS DAMRI

Per 31 Juli 2006

Aktiva                                                 Kewajiban

Kas                       4jt                utang dagang     2jt

Piutang dagang    3jt                 utang hipotik    22jt+

Perlengkapan       1jt                                          24jt

Tanah                   8jt

Gedung                40jt

Kendaraan           20jt

Modal

Modal, Damri      52jt

Jumlah aktiva     76jt               Jumlah pasiva       76 jt

Laporan L/R

Laporan rugi-laba (profit-loss statements) adalah laporan yang disusun untuk menggambarkan hasil operasi perusahaan dengan cara membandingkan selisih antara pendapatan yang diterima oleh perusahaan dengan beban yang masih harus ditanggung oleh perusahaan.

Apabila pendapatan lebih besar dari beban, maka perusahaan akan untung, sebaliknya bila pendapatan lebih kecil dari beban, maka perusahaan akan rugi.

Contoh laporan laba-rugi

TOKO BUAH

FRESHENER

Laporan R/L

Per 31 Desember 2010

Pendapatan bersih                                           Rp 20 juta

Biaya-biaya operasi :

Gaji pegawai            Rp 1.2 juta

Biaya pengepakan    Rp 300 rb

Biaya supir               Rp  500 rb

Biaya promosi          Rp  150 rb

Penyusutan mobil     Rp 2 juta

Asuransi                    Rp 300 rb

Biaya operasional                                            Rp 4,45jt

Laba bersih (profit)                                         Rp  15,5 jt

Laporan R/L harus diberi judul yang terdiri dari nama perusahaan, nama laporan dan periode laporan, dan yang berisi pula pendapatan, beban, dan laba/rugi.

Pendapatan (income) adalah aliran penerimaan kas

Laporan Perubahan Modal

Catatan Terhadap Laporan Keuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: