PENG. MANAJEMEN BAB 4 & 5

BAB IV
PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

ALIRAN MANAJEMEN

Manajemen Ilmiah

Frederick W. Taylor
Ia menjelaskan arti manajemen ilmiah sebagai berikut :
1. manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
2. manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik untuk meningkatkan efisiensi kerja lembaga / perusahaan/organisasi.
Taylor telah memperkenalkan 4 (empat) prinsip dasar dalam manajemen ilmiah :
1. perkembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen, agar seluruh pekerjaan di kantor dapat dikoordinasikan dengan baik
2. seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
3. pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan
4. kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.

Frank and Lillian Gilbreth
Frank Gilbreth memperkenalkan teori gerak dan waktu, menciptakan teknik manajemen yang diilhami Taylor. Ia mengemukakan pentingnya efisiensi atau penyederhanaan pekerjaan yang rumit dalam menyelesaikan suatu tugas.
Lilian Gilbreth memperkenalkan berbagai segi kehidupan manusia dalam bekerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia. Baginya, manajemen ilmiah memiliki satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensinya sebagai makhluk hidup.

Henry Gantt
Ia mengemukakan gagasan-gagasan kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen, seleksi ilmiah tenaga kerja, system insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas, dan penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.
Pendapatnya yang menarik adalah penggunaan metode grafik (Gantt’s Scheme) untuk perencanaan, koordinasi, dan pengawasan produksi yang dikembangkan dengan metode penjadwalan kerja modern.

Harrington Emerson
Ia menyatakan bahwa pemborosan dan ketidakefisienan adalah masalah-masalah utama yang seringkali muncul di perusahaan-perusahaan. Oleh sebab itu ia mengemukakan berbapa prinsip-prinsip efisiensi sebagai berikut :
1. Tujuan-tujuan yang dirumuskan dengan baik
2. Kegiatan yang dilakukan masuk akal
3. Adanya staf yang cakap
4. Disiplin
5. Balas jasa yang adil
6. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat
7. Pemberian perintah – perencanaan dan pengurusan kerja
8. Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan
9. Kondisi yang distandarisasi
10. Operasi yang distandarisasi
11. Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar
12. Balas jasa efisiensi – rencana insentif

Teori Organisasi Klasik

Henry Fayol
Fayol memperkenalkan operasi yang terjadi dalam perusahaan sebagai berikut :
1. Teknik – produksi dan manufacturing produk.
2. Komersial – pembelian bahan baku dan penjualan produk.
3. keuangan (financial) – perolehan dan penggunaan modal.
4. keamanan – perlindungan karyawan dan kekayaan.
5. akuntansi – pelaporan, dan pencatatan biaya, laba, rugi, utang.
6. manajerial – kemampuan manajer dalam mengambil keputusan.
Iapun memperkenalkan beberapa prinsip manajemen umum sebagai berikut :
1. Pembagian kerja – adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja.
2. Wewenang – hak untuk memberi perintah dan dipatuhi.
3. Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranana dan tujuan organisasi.
4. Kesatuan perintah – setiap karyawan hanya menerima perintah dari pimpinan.
5. Kesatuan pengarahan – operasi-operasi dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang sama dengan penggunaan satu rencana.
6. Meletakkan kepentingan perorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perorangan harus tunduk kepada kepentingan organisasi.
7. Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik.
8. Sentralisasi – adanya keseimbangan yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi.
9. Keadilan – harus ada kesamaan perlakuan dalam organisasi.
10. Inisiatif – bawahan harus diberi kebebasan untuk menjalankan dan menyelesaikan rencananya, walaupun nantinya ada suatu kesalahan.

James D. Mooney
Dia mendefinisikan organisasi sebagai kelompok, dua atau lebih, orang yang bergabung untuk tujuan organisasi tersebut perlu diperhatikan 4 (empat) kaidah dasar sebagai berikut :
a. Koordinasi – syarat adanya wewenang, saling melayani, doktrin (perumusan tujuan), dan disiplin.
b. Prinsip scalar – proses yang terdiri dari prinsip, prospek, dan pengaruh sendiri yang tercermin dari kepemimpinan, delegasi, dan definisi fungsional.
c. Prinsip fungsional – dengan adanya fungsionalisme atas berbagai macam tugas yang berbeda.
d. Prinsip staf – kejelasan perbedaan antara staf dan lini.

Mary Parker Follett
Dia memberikan sumbangan besar dalam bidang manajemen melalui aplikasi praktik ilmu-ilmu social dalam administrasi perusahaan.
Dia pun mengemukakan tentang perlunya kretivitas, kerjasama antar manajer dan bawahan, dan pemecahan konflik.
Ia percaya bahwa konflik dapat dibuat konstruktif dengan penggunaan proses ontegrasi dimana orang-orang yang terlibat mencari jalan pemecahan bersama perbedaan-perbedaan diantara mereka.
Dia menguraikan pula suatu pola organisasi yang ideal dimana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan.

Chester I. Barnard
Dia memandang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi utama manajemen, menurut pandangan Barnard, adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
Barnard menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok. Dia juga mengemukakan teori penerimaan pada wewenang. Menurut teorinya, bawahan akan menerima perintah bila mereka memahami dan mampu serta berkeinginan untuk menuruti atasan.
Ia adalah pelopor dalam penggunaan “pendekatan system” untuk pengelolaan organisasi.

Hubungan Manusiawi

Elton Mayo dan Percobaan Hawthorne’s
Hubungan manusiawi sering digunakan sebagai cara untuk menggambarkan suasana dimana manajer berhubungan dengan bawahannya.
Elton Mayo dan kawan-kawannya mengadakan studi tentang perilaku manusia dalam bermacam situasi kerja yang sangat terkenal di Pabrik Hawthorne meilik perusahaan Western Electric dari tahun 1927-1932.
Mereka telah membagi karyawan menjadi kelompk penelitian sebagai berikut :
a. Dilakukan untuk meneliti pengaruh kondisi penerangan di pabrik terhadap produktivitas kerja.
b. Menempatkan beberapa karyawan dalam ruangan yang terpisah-pisah.
c. Kelompok kerja informal – lingkungan social karyawan – juga mempunyai pengaruh besar pada produktivitas.

Hugo Muntsberger
Dia mengemukakan bahwa untuk mencapai peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara :
a. penemuan orang yang memungkinkan untuk diajak kerjasama (best possible person).
b. Penciptaan suasana kerja yang mendukung (best possible work).
c. Penggunaan kiat-kiat terbaik untuk memotivasi karyawan. (best possible effect)
Munt’s menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen, dimana kejiwaan seseorang sangat berpengaruh terhadap jabatan yang sedang didudukinya. Ia juga mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor social dan budaya terhadap organisasi.

Manajemen Modern

Abraham Maslow
Mengemukakan adanya hirarki kebutuhan dalam hubungannya dengan perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.

Chris Argyris
Memandang organisasi sebagai system social atau sistem antar hubungan budaya.

Douglas Mc Gregor
Memperkenalkan teori perilaku organisasi X dan Y.

Edgar Schein
Ia meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.

Rensis Likert
Telah mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai 4 (empat) sistem manajemen, dari sistem eksploitatif – otoritatif s/d sistem partisipatif – kelompok.

Langkah Perkembangan Manajemen Modern
Melalui dua jalur :
a. Merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal dengan perilaku organisasi.
b. Merupakan pengembangan yang didapat dari manajemen ilmiah yang dikenal sebagai aliran kuantitatif.

PENDEKATAN SISTEM
Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan.
Pendekatan ini memberi manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas.
Sebagai suatu pendekatan manajemen, sistem mencakup sistem umum dan sistem khusus serta analisis tertutup maupun analisis terbuka. Pendekatan sistem umum pada manajemen dapat dikaitkan dengan konsep-konsep organisasi formal dan teknis, filosofis, dan sosiopsikologis.
Sedangkan analisis sistem manajemen spesifik meliputi bidang-bidang seperti struktur organisasi, desain pekerjaan, sistem informasi akuntansi, serta mekanisme-mekanisme perencanaan dan pengawasan.
Jadi, dalam analisa manajemen modern baik pendekatan sistem terbuka maupun sistem tertutup digunakan. Pendekatan sistem terbuka sangat menekankan pentingnya pengaruh lingkungan terhadap suasana kerja, sedangkan pendekatan sistem tertutup amatlah mengabaikan pengaruh lingkungan terhadap suasana kerja di kantor.

PENDEKATAN KONTINGENSI
Pendekatan kontingensi (contingency approach) dikembangkan oleh para manajer, konsultan dan peneliti yang mencoba menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam suatu kehidupan nyata.
Menurut pendekatan ini tugas manajer adalah mengidentifikasikan teknik mana, pada situasi tertentu, dibawah keadaan tertentu, dan pada waktu tertentu akan membantu pencapaian tujuan manajemen. Contohnya, perlunya dukungan moral dan materi bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Pendekatan kontingensi telah berkembang di beberapa bidang manajemen, seperti perancangan organisasi, kepemimpinan, motivasi, perencanaan yang strategik dan dinamika kelompok. Tujuannya untuk menjembatani kesenjangan yang ada dalam teori dan praktek.
Ada tiga bagian utama dalam kerangka konseptual manajemen kontingensi :
a. Lingkungan
b. Konsep-konsep dan teknik manajemen
c. Hubungan kontingensi antara keduanya.

BAB V
TAHAP PERENCANAAN

ARTI DAN PERANAN PERENCANAAN
George Terry mengartikan perencanaan sebagai pemilihan dan pengkaitan terhadap fakta dan sebuah pembuatan dan penggunaan asumsi tentang keputusan-keputusan di waktu selanjutnya secara nyata dengan melakukan berbagai kegiatan guna mencapai hasil dan tujuan yang ingin dicapai.
Peranan perencanaan :
a. Mendorong pimpinan mulai dari tingkat atas sampai ke tingkat bawah untuk berpikir secara sistematis.
b. Membantu pimpinan dalam melaksanakan koordinasi.
c. Mendorong pimpinan eselon atas untuk menampilkan garis-garis besar organisasi guna mencapai tujuan.
d. Membantu pelaksanaan pengawasan terhadap perkembangan dari pekerjaan yang sedang kita lakukan.
e. Membantu manajer dalam menghadapi perkembangan di masa mendatang.
f. Membantu terciptanya gambaran dan hubungan pertanggungjawaban dari masing-masing bagian organisasi.

JENIS-JENIS PERENCANAAN
Terdiri dari :
a. Segi tempat :
• Perencanaan kota
• Perencanaan regional
• Perencanaan nasional
b. Segi tujuan :
• Perencanaan sosial ekonomi
• Perencanaan pendidikan
• Perencanaan industrialisasi
c. Segi tingkatan :
• Perencanaan politik
• Perencanaan kerja
• Perencanaan operasi
d. Segi waktu :
• Perencanaan jangka panjang
• Perencanaan jangka menengah
• Perencanaan jangka pendek

UNSUR-UNSUR PERENCANAAN
Terdiri dari :
a. Dinamis
Perencanaan harus melihat ke depan, memberikan prospek secara rasional dan dapat diperhitungkan hasil dan manfaatnya.
b. Berkesinambungan
Perencanaan tidak hanya untuk sekali saja, tetapi untuk selanjutnya juga demi mencapai tujuan organisasi.
c. Fleksibel
Perencanaan dapat diubah sesuai keadaan atau bila perlu disempurnakan dengan tidak mengubah tujuan organisasi.

PROSES PERENCANAAN
Terdiri dari :
a. Diagnosis
b. Prognosis
c. Tujuan
d. Strategi
e. Taktik
f. Control

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: