PASAR MODAL SESI 1 & 2

Modul Kuliah Pasar Modal
PERTEMUAN I & II

Pengenalan Pasar Modal
Pasar pada umumnya merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam sebuah transaksi barang dengan ketentuan harga yang telah disepakati bersama. Pembeli menawar harga semurah mungkin dan penjual memberikan berapa harga yang pantas diberikan kepada pembeli. Begitu pula pasar modal, didalamnya terjadi pula transaksi, hanya saja yang diperdagangkan bukanlah seperti di pasar tradisional maupun supermarket. Tetapi yang diperdagangkan adalah saham, obligasi, efek, sertifikat saham, sertifikat dana, dan lain sebagainya. Ruang lingkup definisi pasar modal terdiri dari :
1. Bursa ialah gedung atau ruangan yang ditetapkan sebagai kantor dan tempat kegiatan perdagangan efek.
2. Efek-efek ialah surat berharga yang biasa diperdagangkan dalam bursa, misalnya : saham, obligasi dan sertifikat yang dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Saham ialah surat bukti andil bagi pesero pada perseroan terbatas, misalnya Semen Cibinong, saham Panin Bank, saham Unilever, dan lain-lain.
b. Obligasi ialah bukti peminjaman bagi orang-orang yang meminjamkan modal kepada perseroan terbatas, misalnya obligasi PT. Tol Jagorawi (Jasa Marga), obligasi Pemerintah RI dan lain-lain.
c. Sertifikat ialah suatu akta yang sengaja dibuat untuk tanda bukti tentang adanya suatu peristiwa hukum tertentu, yang terbagi tiga jenis, yaitu :
 Sertifikat deposito atau sertifikat bank, adalah surat bukti penerimaan uang kepada pembawa (to bearer) yang diterbitkan oleh bank atas sejumlah uang yang diserahkan kepadanya untuk jangka waktu tertentu dengan mendapat bunga sebagai imbalannya serta dapat diperjualbelikan dengan mudah.
 Sertifikat dana, adalah sertifikat yang diterbitka oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bursa berjangka selain bank, misalnya PT. Danareksa, berdasarkan dukungan suatu dana yang dihimpun oleh PT. Danareksa dengan cara membeli banyak saham dari perusahaan-perusahaan “go public” yang bonafid. Pemegangnya mendapat deviden dari PT. Danareksa sesuai dengan deviden perusahaan yang bersangkutan.
 Sertifikat saham, adalah sertifikat yang diterbitkan oleh sebuah perseroan terbatas bukan bank, misalnya PT. Danareksa, yang membuktikan bahwa pemiliknya memiliki sebagian atau beberapa lembar saham dari perusahaan tertentu. Pemegangnya mendapat deviden dari PT. Danareksa sesuai dengan deviden perusahaan yang bersangkutan.
d. Bursa Komoditi ialah bursa yang memperjualbelikan beberapa jenis kebutuhan pokok berupa komoditi atau barang-barang devisa negara, misalnya karet alam, kopi teh, timah, emas, dan lain-lain. Bursa komoditi ini mempunyai dasar hukumnya pada keppres no. 80 tahun 1982 dan peraturan pemerintah no. 35 tahun 1982 tentang bursa komoditi.

Menurut Keppres No. 80 Tahun 1982, organisasi Bursa Komoditi itu terdiri dari :
a. Badan Pembina Bursa Komoditi yang diketuai oleh menteri perdagangan, sedangkan anggotanya terdiri dari beberapa menteri dan gubernur Bank Indonesia.
b. Badan Pelaksana Bursa Komoditi, dimana ketuanya diangkat oleh presiden, sedangkan para anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh menteri perdagangan.
c. Panitia Pengembangan Bursa Komoditi. Ketua dan para anggotanya diangkat dan diberhentikan oleh menteri perdagangan.
d. Badan Usaha Kliring dan Jaminan.

Sejarah Pasar Modal

Masa Penjajahan Belanda
Pada zaman penjajahan Belanda telah dibentuk pasar modal dalam bentuk efek-efek di Semarang, Surabaya, dan Jakarta. Sesuai dengan zamannya, pasar modal ini hanya bermanfaat bagi perusahaan Belanda, sebab pada waktu itu perusahaan golongan Bumiputera belum banyak dan kurang mendapat kesempatan untuk bersaing dengan perusahaan raksasa milik Belanda/asing. Bursa efek lenyak setelah perang dunia kedua mulai berkecamuk.

Masa Kemerdekaan Republik Indonesia
Setelah Republik Indonesia terlepas dari berbagai kemelut peperangan untuk mempertahankan diri terhadap penjajah, maka pemerintah mulai mengarahkan perhatiannya pada bidang ekonomi nasional, juga mengenai kemungkinan dibentuknya pasal modal di Indonesia. Dalam rangka usaha tersebut, Pemerintah mengeluarkan Undang –undang Darurat No. 13 Tahun 1951 tentang bursa, lalu ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 15 tahun 1952. Berdasarkan undang-undang ini di Jakarta didirikan “bursa efek-efek”, yang hanya dapat hidup sampai tahun 1958, sebab pada tahun ini dalam tubuh RI timbul berbagai peristiwa yang menyebabkan lumpuhnya bursa tersebut, antara lain :
1. timbulnya politik konfrontasi dari Pemerintah Republik Indonesia;
2. timbulnya pemberontakan di beberapa daerah, yaitu : PRRI, Permesta dan lain-lain;
3. meloncatnya inflasi yang menggoncangkan dunia perusahaan.

Masa Pemerintahan Orde Baru
Iklim ekonomi sudah membaik kembali, semakin mantap dan pemerintah mulai memusatkan perhatiannya lagi pada persoalan pasar modal yang sudah lumpuh itu. Tindakan pertama kali adalah mengadakan penelitian kembali sejak tahun 1968 tentang kemungkinan dibentuknya kembali pasar modal itu. Penelitian ini dilakukan oleh sebuah tim yang disebut “Tim Pasar Uang dan Modal”, yang berpendapat bahwa hambatan-hambatan masih terlalu banyak untuk dibentuk pasar modal pada waktu itu. Meskipun begitu, tim ini telah berhasil meletakkan sarana-sarana dasar pembentukan kembali pasar modal antara lain :
1. telah menerbitkan sertifikan bank Indonesia yang lalu diganti dengan sertifikat bank atau sertifikat deposito.
2. mengadakan perubahan pada pasal 54 KUHD dengan Undang-undang No. 4 Tahun 1971, yang menambah sistem hak mengeluarkan suara terbatas bagi pemegang saham dengan sistem hak mengelurakan saham yang tidak terbatas, artinya setiap pemegang satu saham berhak mengeluarkan satu suara.
3. membentuk “Badan Pembina Pasar Modal dan Uang” (sekarang BAPEPAM/Badan Pengawas Pasar Modal).
Badan Pembina Pasar Uang dan Modal tersebut dibentuk pada tahun 1972 dan diketuai oleh Gubernur Bank Indonesia dengan tugas mengadakan usaha-usaha yang menuju pada pembinaan pasar uang dan modal.

Pengertian dan karakteristik
Pasar modal adalah keseluruhan permintaan dan penawaran modal dalam suatu wilayah tertentu, yaitu permintaan modal dalam bentuk uang tunai/uang kartal ataupun efek-efek untuk keperluan produksi maupun untuk memperoleh keuntungan.
Karakteristik pasar modal :
1. adanya permintaan modal
2. adanya penawaran modal
3. dapat berbentuk uang tunai/uang kartal/efek
4. dapat digunakan untuk keperluan produksi dan konsumsi

Manfaat pasar modal
Terdiri dari beberapa bagian :
1. menyediakan dana jangka panjang bagi dunia usaha
2. memberikan alternative pilihan bagi investor
3. petunjuk kemajuan ekonomi suatu Negara
4. penyebaran kepemilikan perusahaan
5. menciptakan lapangan pekerjaan

Pasar modal dan pasar uang
Dalam arti luas, pasar modal adalah keseluruhan permintaan atau penawaran modal dalam suatu wlayah tertentu, yaitu permintaan modal dalam bentuk uang tunai/uang kartal maupun efek-efek untuk keperluan faktor produksi maupun untuk memperoleh keuntungan karena pertambahan nilainya dan seluruh penawaran modal melalui bank, lembaga keuangan lain, melalui bursa maupun diluar bursa, dengan perantaraan komisioner maupun secara langsung..
Dalam arti sempit, pasar modal berarti bursa efek, biasanya berupa gedung atau ruangan yang dijadikan kantor atau pasar yang terorganisasi secara khusus baik kelembagaannya maupun ketataniagaannya untuk tempat memperjualbelikan efek-efek seperti saham, dan obligasi dengan perantaraan komisioner dan underwriter.
Tujuan pasar modal di Indonesia adalah :
1. Mempercepat proses perubahan pengikat pendapatan masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan
2. Diarahkan kepada aspek pemerataan pendapatan masyarakat melalui pemerataan pemilikan saham-saham perusahaan.
3. Dapat lebih menggairahkan partisipasi masyarakat dalam penghimpunan dana untuk digunakan secara produktif.
Fungsi pasar modal :
1. Sebagai sarana untuk memperoleh modal yang sehat bagi pengusaha yang memerlukan modal
2. Sebagai sarana bagi masyarakat untuk ikut serta menanamkan modal tersebut dalam suatu perusahaan
3. Sebagai sarana bagi pemerintah untuk mengendalikan perkembangan dunia usaha.
Manfaat pasar modal :
1. Menyediakan dana jangka panjang bagi dunia usaha
2. Memberikan alternative pilihan bagi masyarakat
3. Petunjuk kemajuan ekonomi suatu Negara
4. Penyebab kepemilikan perusahaan
5. Menciptakan lapangan pekerjaan
Pasar uang adalah tempat bertemunya pihak yang menawarkan dana dengan pihak yang memerlukan untuk melakukan transaksi dana berupa surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu kurang dari 1 (satu) tahun.. Selain definisi tersebut, pasar uang biasa diartikan sebagai tempat bertemunya penawar dan peminta dana-dana jangka pendek untuk mengadakan transaksi dalam bentuk kredit atau jual beli surat-surat berharga. Bentuk-bentuk pinjaman dan surat-surat berharga pasar uang terbagi menjadi :
1. Pinjaman dengan menggadaikan efek dan barang-barang perniagaan
2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang jangka waktunya bermacam-macam : 7 hari, 15 hari, 30 hari, 90 hari, dan 180 hari.
3. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) yang dapat diperjualbelikan Bank Indonesia dengan bank lain. SBI dan SBPU merupakan peranti moneter Indonesia yang dapat dipakai Bank Indonesia dalam operasi pasar terbuka dalam rangka ekspansi dan kontraksi jumlah uang yang beredar.
4. Kertas perbendaharaan negara (treasury bill).
5. Sertifikat Deposito
6. Wesel Dagang
7. Aksep Bank
8. Surat berharga lainnya yang selalu disesuaikan dengan perkembangan perekonomian.
Fungsi pasar uang :
1. Untuk mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja atau keperluan jangka pendek lainnya.
2. Memberi kesempatan kepada masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli sertifikat bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
3. Menunjang program pemerataan pendapatan bagi masyarakat.
Sumber dana dalam pasar uang dapat diperoleh dari :
1. Dana masuk umum
2. Bank pemerintah dan bank swasta
3. Lembaga keuangan bukan bank
4. Kelebihan dana perusahaan
5. Kelebihan kas BUMN
Pasar uang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Jangka waktu dana yang pendek
2. Tidak lengket pada tempat tertentu
3. Pada umumnya penawaran barang dan pemikiran bertemu secara langsung

Pasar perdana, sekunder dan bursa paralel
Pasar perdana (primary market) adalah penjualan perdana efek/sertifikat yang dilakukan sesaat sebelum diperdagangkan di bursa/pasar sekunder. Pada pasar ini, efek/sertifikat diperdagangkan dengan harga penawaran atau harga nominal.
Pasar sekunder (secondary market) adalah penjualan efek/sertifikat setelah pasar perdana berakhir. Pada pasar ini, efek/sertifikat diperjualbelikan dengan harga kurs atau harga pasar, yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran.

Mekanisme pasar modal
Dalam mekanisme atau cara kerjanya, sejak dibentuknya BAPEPAM pada tahun 1976, pasar modal membawahi beberapa lembaga-lembaga keuangan bukan bank, antara lain :
a. Badan Pelaksana dan Badan Pengawas Pasar Modal
b. PT. Danareksa (Reksa Dana)
c. Perusahaan Emitten atau pengawas yang go public
d. Lembaga Penunjang Emisi/Pasar Modal : Penjamin Emisi Efek, Perusahaan Penilai, Akuntan Publik, Notaris, Konsultan Hukum, Wali Amanat (trustee), Penanggung, Biro Administrasi Efek.
e. Perantara Pedagang Efek : Makelar, Komisioner, Pedagang Efek.
f. Masyarakat Pemodal (Investor), baik perorangan mabupun kelembagaan.
g. Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penyimpangan.
Tugas-tugas lembaga tersebut adalah :
a. BAPEPAM bertugas : mengikuti perkembangan dan mengatur pasar modal sehingga efek dapat ditawarkan dan diperdagangkan secara teratur, wajar, efisien, dan melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat umum; melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap lembaga-lembaga seperti bursa efek, lembaga kliring penyelesaian dan penyimpangan, reksa dana, perusahaan efek dan perorangan, lembaga penunjang pasar modal, dan profesi penunjang pasar modal; memberikan pendapat kepada menteri keuangan mengenai pasar modal.
b. PT. (Persero) Danareksa bertugas: mempercepat proses pengikutsertaan masyarakat dalam pemilikan saham perusahaan-perusahaan menuju pemerataan pendapatan dengan jalan membeli saham perusahaan melalui pasar modal dan memecahkannya dalam sertifikat saham sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat luas; meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengerahan dana dengan membeli efek perusahaan-perusahaan untuk diri sendiri untuk meraih laba.
c. Penjamin Emisi Efek (Underwriter), bertugas : mempertemukan emitten dengan para pemodal; meneliti dan mengadakan penelitian menyeluruh atas kemampuan dan prospek emitten, khususnya dalam penentuan harga efek.
d. Penunjang Pasar Modal, bertugas membantu kelancaran semua kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan perkembangan roda usaha pasar modal di pemerintahan maupun di swasta.
e. Perantara Pedagang Efek bertugas mengadakan transaksi baik antar makelar atau komisioner maupun makelar atau komisioner dengan para nasabah, kewajiban menyampaikan laporan, pembinaan dan pengawasan, sanksi bila menyimpang, dan mengadakan perantara dalam perdagangan efek.
f. Investor bertugas menanamkan membeli saham dan menanamkan modalnya untuk membuka usaha dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas.
g. Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penyimpanan bertugas menyelenggarakan kliring dan penyelesaian transaksi di bursa efek serta penyimpangan efek dalam penitipan untuk kepentingan pihak lain.

Tata cara perdagangan efek
Emitten yang bermaksud menjual sahamnya kepada masyarakat (go public) harus terlebih dahulu mendaftarkan sahamnya di pasar modal, dengan cara mengajukan pendaftaran emisi kepada BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) melalui penjamin emisi yang ditunjuk oleh emitten. Kemudian BAPEPAM akan memberikan jawaban apakah menolak atau menyetujui. Berikut ini digambarkan prosedur melalui bursa efek :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: