EKONOMI KOPERASI BAB 7 & 8

Pertemuan IX (BAB 7)
Sisa Hasil Usaha Dan
Laporan Keuangan Koperasi

Pengertian Sisa Hasil Usaha (SHU)
Sisa hasil usaha (SHU) adalah laporan sisa hasil usaha pendapatan (untuk koperasi yang bergerak di bidang jasa) atau penjualan (untuk koperasi yang bergerak di bidang jual beli), harga pokok penjualan, biaya-biaya usaha dan keuntungan /laba.

Rumusan dan Prinsip Pembagian SHU

Pembagian SHU Anggota
Pendapatan harus dibedakan antara pendapatan dari anggota dan pendapatan dari nonanggota. Penjualan juga harus dibedakan amtara penjualan kepada anggota dengan penjualan kepada bukan anggota. Kenapa demikian ? Laba yang berasal dari anggota dan laba yang berasal bukan dari anggota sebagian besara diperuntukkan bagi anggota sebagai jasa modal atau jasa anggota. Sedangkan laba yang berasal dari bukan anggota umumnya tidak dibagikan pada anggota tetapi lebih dititikberatkan untuk cadangan.

Tujuan dan Karakteristik Laporan Keuangan Koperasi
Tujuan dari laporan keuangan koperasi adalah untuk menyelenggarakan pembukuan yang baik berupa pembukuan transaksi koperasi dan penyusunan laporan keuangannya. Karakteristik laporan keuangan koperasi adalah pada dasarnya akuntansi koperasi tidak berbeda dari badan usaha lainnya. Akun-akun yang berhubungan dengan jenis transaksi tertentu pasti sama. Misalnya, jika koperasi melakukan usaha dagang, maka digunakan akun-akun pembelian, penjualan, retur pembelian dan penjualan, dan akun lainnya yang sama dengan yang umum digunakan pada perusahaan dagang. Akan tetapi, sesuai dengan cirinya, koperasi menggunakan akun-akun simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, sisa hasil usaha, dan lain-lain.
Agar setiap koperasi memiliki sistem akuntansi yang sama, dikeluarkan SK DIRJENKOP/1654/1981 tentang Petunjuk Pembinaan Administrasi Pembukuan/Akuntansi Koperasi. Pada SK ini dikatakan bahwa akuntansi koperasi berdasarkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) dan menggunakan metode pembukuan berpasangan.

Standar Akuntansi Keuangan Koperasi

Prinsip-prinsip Akuntansi
1. Revenue Recognition
Prinsip dalam pengakuan pendapatan menyatakan bahwa pendapatan harus diakui pada periode pendapatan tersebut diperoleh. Beberapa metode pengakuan pendapatan, antara lain adalah metode persentasi penyelesaian untuk pengakuan pendapatan yang berkaitan dengan kontrak pembangunan jangka panjang, metode pengakuan untuk penjualan dengan sistem cicilan (installment sales).
2. Matching Principle (expense recognition)
Prinsip ini mengandung arti bahwa beban yang terjadi selama periode tertentu disebabkan dalam rangka memperoleh pendapatan sehingga beban yang terjadi mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
3. Full Disclosure Principle
Pada saat tertentu, unsure-unsur yang terdapat dalam laporan keuangan perlu dibuat penjelasannya yang dinamakan dengan disklosur, antara lain mengenai metoda akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan.
4. Cost Principle
Prinsip ini menyatakan bahwa harta (asset) yang diperoleh harus dicatat sebesar nilai perolehannya (historical cost).

Keterbatasan-keterbatasan dalam akuntansi antara lain :
1. materiality, materialitas mengandung makna bahwa jika keberadaan atau ketidakberadaan sesuatu akan mempengaruhi pengambilan keputusan yang akan dibuat;
2. conservatism, kecenderungan manajemen untuk melaporkan sumber daya (assets) dan laba terlalu tinggi (oversetated), sedangkan jika kewajiban (liabilities) dan kerugian terlalu rendah (understated).

Elemen-elemen laporan keuangan :
1. harta (assets)
2. kewajiban (liablility)
3. modal pemilik (net assets)
4. investasi oleh pemilik
5. distribusi kepada pemilik (distribution to owners)
6. pendapatan (revenue)
7. biaya (expense)

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Koperasi

SAK secara umum
Akuntansi memiliki kerangka konseptual yang menjadi dasar bagi pelaksanaan teknisnya. Kerangka dasar ini terdiri dari standat (teknik, prinsip) dan praktik yang sudah diterima oleh umum karena kegunaannya dan kelogisannya. Standar ini disebut standar akuntansi. Dahulu, di Indonesia berlaku Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI), yang kemudian sekarang berganti nama menjadi Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Sedangkan di USA dinamakan Prinsip-Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum (Generally Accepted Accounting Principles), yang diterbitkan pertama kali oleh FASB (Financial Accounting Standards Board) sebagai sebuah badan independent pembentuk standar akuntansi di Amerika, SAK sendiri merupakan adopsi dari GAAP.
Standar akuntansi mencakup konvensi, peraturan, dan prosedur yang telah disusun dan disahkan oleh sebuah lembaga resmi (standard setting board) pada saat tertentu. Dalam standar ini dijelaskan transaksi apa yang harus dicatat, bagaimana pencatatannya, dan bagaimana pengungkapannya dalam laporan keuangan yang akan disajikan. Standar akuntansi ini akan secara terus-menerus berubah dan berkembang seiriang dengan perkembangan zaman, dunia usaha, dan kemajuan teknologi.
Alasan-alasan yang mendasari pentingnya standar akuntansi yang baku adalah :
1. dapat menyajikan informasi tentang posisi keuangan, prestasi kerja, kinerja, dan kegiatan operasional perusahaan.
2. memberi pedoman dan aturan bagi akuntan public
3. memberikan acuan bagi pemerintah dalam menetapkan besarnya pajak penghasilan

Penetapan Dan Penerapan Standar Akuntansi Keuangan
Standar akuntansi keuangan berkaitan dengan peraturan yang telah ditetapkan yang dapat berbentuk sebagai peraturan resmi yang dikeluarkan oleh badan profesi berwenang tidak akan berguna tanpa penerimaan secara luas dan tanpa adanya kesediaan dari para penggunanya untuk mengaplikasikannya dalam pelaporan keuangan. Proses penetapan suatu standar keuangan adalah sebagai berikut

Standar Akuntansi Keuangan Koperasi
Yang dimaksud standar akuntansi keuangan koperasi adalah kerangka konseptual yang dimiliki oleh koperasi yang menjadi dasar bagi pelaksanaan teknis-teknisnya. Standar akuntansi koperasi merupakan ketentuan umum yang memuat hal-hal sebagai berikut :

Kegunaan Akuntansi dan Laporan Keuangan Koperasi

PERTEMUAN X
Skema Kredit Koperasi dan Peranan Koperasi
Dalam Sokoguru Perekonomian Indonesia

Bentuk Klasifikasi Kredit
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu dengan pemberian bunga. Konsep kredit mengandung beberapa unsur penting, yaitu kepercayaan; agunan; jangka waktu; risiko; bunga bank; dan kesepakatan. Adapun yang menjadi dasar-dasar pemberian kredit adalah karakter/watak, kemampuan, modal, jaminan, dan kondisi atau 5C(character, capability, capital, collateral, and condition).
Klasifikasi kredit terbagi menjadi :
Kegunaannya :
1. Kredit investasi (investment loan), adalah kredit yang digunakan untuk membiayai pengembangan atau perluasan usaha atau membangun proyek baru yang memerlukan jumlah dana besar dalam waktu yang lebih lama.
2. Kredit modal kerja (productive loan), adalah kredit yang digunakan untuk membiayai usaha dalam meningkatkan produksi.
Tujuannya:
1. Kredit produktif (productive loan), adalah kredit yang bertujuan untuk meningkatkan kegiatan usaha atau produksi suatu perusahaan sehingga menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah terbesar.
2. Kredit konsumtif (consumptive loan), adalah kredit yang bertujuan untuk memenuhi keperluan pribadi atau keluarga dalam kehidupan sehari-hari, misalnya perumahan, kendaraan bermotor.
3. Kredit perdagangan (commercial loan), adalah kredit yang bertujuan untuk memperlancar kegiatan usaha perdagangan, misalnya usaha pertokoan, kredit ekspor.
Jaminannya :
1. Kredit dengan jaminan (secured loan) adalah kredit yang dilindungi dan didukung oleh jaminan yang nilainya kurang lebih sama dengan jumlah kredit yang diterima calon debitur, berupa barang milik debitur atau orang/debitur yang akan melunasi utangnya.
2. Kredit tanpa jaminan (unsecured loan) adalah kredit yang tidak dilindungi dan tidak didukung oleh jaminan barang atau orang, dan hanya didasarkan kepercayaan terhadap prospek usaha yang cerah dan kejujuran calon debitur.
Jangka waktunya :
1. Kredit jangka pendek (short term loan) adalah kredit yang jangka waktu pengembaliannya kurang dari 1 (satu) tahun, misalnya untuk modal kerja.
2. Kredit jangka menengah (medium credit loan) adalah kredit yang jangka waktu pelunasannya 1-3 tahun, misalnya kredit investasi.
3. Kredit jangka panjang (long term loan) adalah kredit yang jangka waktu pelunasannya lebih dai 3 tahun, misalnya kredit investasi proyek kelapa sawit.

Peranan Koperasi Bagi Anggota Untuk Kredit
Koperasi memiliki peranan dalam memberikan pinjaman bagi anggotanya :
1. Pinjamannya tanpa bunga dan dapat diangsur
2. Pengajuan kreditnya lebih mudah bagi anggotanya
3. Mengutamakan masyarakat kelas bawah dalam hal pemberian kredit
4. Memudahkan anggota untuk membeli barang karena pembayarannya bisa dicicil
5. Meningkatkan kesejahteraan anggota dan kemampuan anggota dalam melunasi pinjaman/utang koperasi

TUGAS PERTEMUAN IX, X
1. Sebutkan peranan koperasi bagi anggota untuk kredit !
2. Sebutkan dan jelaskan definisi kredit berikut bentuk-bentuknya !
3. Bagaimana menurut opini anda bahwa koperasi merupakan sokoguru perekonomian Indonesia ?
4. Mengapa standar akuntansi keuangan sangat perlu untuk mengelola usaha koperasi ? Berikan pendapat anda !
5. Jelaskan definisi SHU ! Dan apakah SHU itu pembagiannya selalu adil ?
6. Jelaskan dengan singkat karakteristik laporan keuangan koperasi !
7. Koperasi sangat cocok dengan UUD 1945 dan trilogi pembangunan, dalam hal apa saja ? Berikan opini anda !

Koperasi Dalam UUD’45 dan Trilogi Pembangunan
Koperasi dalam Undang-undang Dasar 1945, diatur dalam Pasal 33 (1) yang berbunyi perekonomian disusun secara bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Jadi, koperasi didirikan secara bersama oleh pemerintah maupun swasta dengan tujuan memberdayakan ekonomi masyarakat luas, dan semua keuntungannya akan dibagi dalam bentuk sisa hasil usaha (SHU) yang diperoleh dari besarnya jasa yang telah diberikan oleh para anggotanya dan dari hasil penjualan barang/pemberian kredit.
Trilogi pembangunan berisikan pembangunan nasional menuju masyarakat adil dan makmur, pemerataan pembagunan dan hasil-hasilnya, serta stabilitas ekonomi nasional yang mantap dan dinamis. Bentuk badan usaha koperasi amatlah cocok untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di era globalisasi ini walaupun tujuan utamanya dalam realisasinya masih jauh dari apa yang diharapkan karena masalah persaingan usaha dengan bank dan lembaga keuangan lainnya. Koperasi dapat berkembang dengan baik asalkan mau berperan serta melaksanakan isi trilogi pembangunan sehingga ekonomi Indonesia tidak terpuruk seperti sekarang ini.

Satu Tanggapan

  1. MINTA YANG BAB 10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: