EKONOMI KOPERASI BAB 3

PERTEMUAN III
MANAJEMEN KOPERASI

1. Perangkat koperasi
Ciri khas suatu badan usaha yang termasuk dalam kategori badan hukum haruslah memiliki perangkat organisasi. Koperasi sebagai badan hukum sebagaimana diatur Pasal 21 UUK 1992 memiliki perangkat sebagai berikut :
 Rapat Anggota. Merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Rapat anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam anggaran dasar. Pasal 23 UUK 1992 menentukan kewenangan rapat anggota untuk menetapkan :
 Anggaran Dasar;
 Kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi;
 Pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian pengurus dan pengawas;
 Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta pengesahan laporan keuangan;
 Pengesahan pertanggungan jawab pengurus dalam melaksanakan tugasnya;
 Pembagian hasil usaha;
 Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi.
Rapat anggota dilakukan minimal sekali dalam setahun. Rapat anggota untuk mengesahkan pertanggungan jawab pengurus diselenggarakan paling lambat enam bulan setelah tahun buku lampau. Dapat pula dilakukan rapat anggota luar biasa apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada rapat anggota
 Pengurus. Untuk pertamakalinya diangkat dengan mencantumkan nama dan anggota pengurus dalam akta pendirian. Pengangkatan selanjutnya harus melalui pemilihan dari anggota koperasi dalam rapat anggota. Pengurus sebagai pemegang kuasa rapat anggota menurut Pasal 29 UUK 1992 diangkat untuk masa jabatan paling lama 5 (lima) tahun. Pasal 30 UUK 1992 menentukan beberapa tugas pengurus sebagai berikut :
 Mengelola koperasi dan usahanya;
 Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi;
 Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungan jawab pelaksanaan tugas;
 Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventori secara tertib;
 Memelihara daftar buku anggota dan pengurus.
Pasal yang sama juga menentukan kewenangan pengurus koperasi yaitu :
 Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan;
 Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan anggaran dasar;
 Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan rapat anggota.
 Pengawas. Dipilih oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Sebagaimana halnya pengurus, pengawas juga bertanggungjawab kepada rapat anggota. Pasal 39 UUK 1992 menentukan tugas pengawas, yaitu :
 Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dalam pengelolaan koperasi;
 Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.
Pasal yang sama juga menentukan kewenangan pengawas sebagai berikut :
 Meneliti catatan yang ada pada koperasi;
 Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.
 Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.

2. Manajemen koperasi
Sebagai suatu badan usaha, koperasi dapat didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi itu sendiri. Koperasi yang didirikan oleh orang perorangan tersebut adalah koperasi primer, sedangkan koperasi yang didirikan oleh beberapa orang yang melibatkan masyarakat dan pemerintah disebut koperasi sekunder. Koperasi akan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian disahkan oleh pemerintah. Untuk mendapatkan pengesahan tersebut, para pendiri harus mengajukan permintaan tertulis disertai akta pendirian koperasi.
Yang berperan besar dalam mengelola manajemen koperasi adalah pengurus koperasi atau dapat pula oleh manajer di luar koperasi, yang memiliki tugas sebagai berikut (Pasal 30 UUKoperasi 1992 No. 25) adalah :
 Mengelola koperasi dan usahanya
 Mengajukan rancangan rencana kerja, anggota, pendapatan, dan belanja koperasi
 Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
 Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara terinci
 Memelihara daftar buku anggota dan pengurus
Pasal yang sama juga menentukan kewenangan pengurus sebagai berikut :
 Mewakili koperasi di dalam dan diluar pengadilan
 Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota
 Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi
Pengurus bertanggung jawab atas segala kegiatan pengelolaan koperasi dan usahanya kepada rapat anggota. Dalam menjalankan usahanya, pengurus dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang untuk mengelola usaha. Selain itu, tugas dan kewajiban pengelola (manajer/pengurus) koperasi meliputi hal-hal sebagai berikut :
 Menyusun rencana usaha, melaksanakan dan mengendalikan usaha sesuai dengan yang ditetapkan dalam AD dan ART
 Memimpin kegiatan usaha
 Menetapkan pembagian kerja
 Mempertanggung jawabkan kegiatan usaha pada rapat anggota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: