EKONOMI KOPERASI BAB 4 S/D 6

PERTEMUAN IV
TATA CARA PENDIRIAN KOPERASI

Tahap Pendirian
Pasal 6 UUK 1992 menentukan bahwa koperasi primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 (duapuluh) orang. Sedangkan koperasi sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) koperasi. Pembentukan koperasi harus dengan akta pendirian yang memuat anggaran dasar. Anggaran dasar tersebut menurut Pasal 8 UUK 1992 sekurang-kurangnya memuat :
1. daftar nama pendiri
2. tempat dan kedudukan
3. ketentuan mengenai keanggotaan
4. ketentuan mengenai rapat anggota
5. ketentuan mengenai pengelolaan
6. ketentuan mengenai permodalan
7. ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya
8. ketentuan mengenai sisa hasil usaha
9. ketentuan mengenai sanksi

Persyaratan Yang Diperlukan
Koperasi akan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian disahkan oleh pemerintah. Untuk mendapatkan pengesahan tersebut, para pendiri harus mengajukan permintaan tertulis disertaai akta pendirian koperasi. Dewasa ini, permohonan melalui Kantor Departeman Koperasi dan Pembinaan Usaha Kecil dan Menengah di kabupaten atau di kota dimana koperasi itu berdiri.
Menurut Pasal 10 UUK 1992, pengesahan akta pendirian diberikan dalam waktu paling lama 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan pengesahan. Pengesahan akta pendirian itu diumumkan melalui Berita Negara Republik Indonesia.
Pasal 11 UUK 1992 menentukan, bahwa dalam hal permintaan pengesahan akta pendirian ditolak, alasan penolakan diberitahukan kepada para pendiri secara tertulis dalam waktu paling lama 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan. Terhadap penolakan pengesahan akta pendirian, para pendiri dapat mengajukan permintaan ulang dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya penolakan. Adapun keputusan terhadap permintaan ulang diberikan dalam jangka waktu paling lama 1(satu) bulan sejak diterimanya pengajuan permintaan ulang.

Langkah Pendirian Koperasi

Depperindagkop  Menperindag  Koperasi siap beroperasi  Persiapan Marketing

AD/ART Koperasi
Pada umumnya memuat :
1. Tujuan pendirian koperasi
2. Pengelompokkan kegiatan yang sesuai
3. Rincian pembagian kerja para anggota koperasi
4. Penetapan wewenang dan tanggung jawab
5. Penempatan orang yang sesuai dengan bidang dan keahliannya.
6. Modal usaha koperasi
7. Perangkat koperasi (jadwal rapat anggota, pengurus, badan pengawas)
8. Cara pengelolaan koperasi

PERTEMUAN V & VI
Bentuk dan Pengertian Badan Usaha

Bentuk-Bentuk Badan Usaha

Badan usaha berdasarkan bentuk hukumnya terdiri dari :
1. Badan Usaha Perseorangan. Adalah badan usaha yang didirikan dan modalnya dimiliki oleh satu orang
Badan usaha perorangan memiliki ciri-ciri :
 Modal berasal dari pemilik badan usaha
 Skala usahanya relatif kecil
 Pengelolaannya tergantung pada pemiliknya
 Keuntungan dan kerugian badan usaha ditanggung sendiri
Kelebihan badan usaha perseorangan adalah :
 Pemilik dapat mengatur dan mengendalikan usahanya sesuai dengan keinginan dan kehendaknya
 Keuntungannya menjadi milik sendiri
 Keputusan dapat diambil dengan cepat
Kelemahan badan usaha perseorangan adalah :
 Sulit mendapatkan pinjaman yang besar karena modal usahanya kecil
 Terbatasnya tenaga dan kemampuan manajemen public
 Kelangsungan perusahaan tergantung pada kemampuan pemilik dalam mengelola usahanya
2. Persekutuan Firma (Fa)
Adalah badan usaha yang didirikan atas dasar persekutuan/perjanjian antara dua orang atau lebih dan menjalankan perusahaan dengan nama bersama. Pendirian firma dilakukan dengan akta notaris.
Ciri ciri persekutuan firma :
 Antara anggota firma saling mengenal
 Menggunakan nama bersama untuk nama perusahaan
 Perjanjian dilakukan di hadapan notaris’
 Setiap anggota firma dapat melakukan perjanjuan dengan pihak lain
Kelebihan persekutuan firma :
 Modal usaha cukup besar, karena merupakan ganungan dari kekayaan beberapa orang
 Mudah mendapatkan kepercayaan dari kreditur
 Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin
 Setiap anggota firma akan bertindak hati-hati dalam menjalankan usahanya
 Memungkinkan untuk memperluas usaha atau memperbesar modal usaha
Kelemahan persekutuan firma :
 Adanya perbedaan pendapat diantara anggota firma dapat menimbulkan konflik
 Kesalahan salah satu anggota dianggap sebagai kesalahan seluruh anggota
3. Persekutuan Komanditer(Cv).
Adalah persekutuan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu usaha dimana sebagian dari sekutunya hanya menyertakan modalnya saja (sekutu pasif) dan sebagian lainnya menyertakan modalnya sekaligus ikut menjalankan usaha (sekutu aktif). Jadi, dalam persekutuan komanditer, ada dua pihak yaitu sekutu pasif dan sekutu aktif. Perbedaan antara sekutu aktif dengan sekutu pasif dapat dilihat pada tabel berikut :

Sekutu Aktif Sekutu Pasif
Menjalankan usaha Hanya menjalankan modal
Ikut menyertakan modal Hanya bertanggung jawab pada modal yang disertakan
Dapat melakukan perjanjian dengan pihak ketiga Namanya tidak masuk dalam nama perusahaan
Bertanggung jawab penuh dengan segala harta kekayaannya. Tidak boleh ikut campur dalam pengelolaan CV
Macam-macam persekutuan komanditer/Commanditaire Vennootschaap adalah :
 CV murni. Persekutuan yang didalamnya hanya terdapat seorang sekutu aktif dan beberapa sekutu pasif
 CV campuran. Persekutuan yang di dalamnya terdapat beberapa sekutu aktif dan seorang/beberapa sekutu pasif
 CV dengan saham. Merupakan kombinasi atau gabungan antara CV dengan PT karena modalnya dalam bentuk saham.
4. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas adalah badan usaha yang modalnya terdiri dari saham-saham dimana besarnya modal ditentukan dalam anggaran dasar PT dan setiap pesero bertanggung jawab terbatas sebanding dengan modal yang disertakannya.
Bentuk perseroan terbatas :
 PT Terbuka. Merupakan perseroan yang modalnya dimiliki oleh masyarakat, sehingga disebut juga PT umum.
 PT. Tertutup. Merupakan perseroan terbatas yang modalnya hanya dimiliki oleh beberapa kalangan saja.
Kelebihan perseroan terbatas :
 Mudah mengumpulkan modal dengan cepat
 Kelangsungan usaha tidak tergantung pada seseorang
 Risiko peserta terbatas pada modal yang disertakannya
 Dapat menjual saham/obligasi kapan saja
Kelemahan perseroan terbatas :
 Adanya tanggung jawab terbatas menimbulkan kecerobohan pesero
 Bentuk PT dapat digunakan oleh perusahaan untuk spekulasi
 Menimbulkan spekulatif karena saham dan obligasi dapat diperjualbelikan kapan saja.

5. Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang kegiatannya dilakukan atas dasar asas kekeluargaan dan prinsip-prinsip koperasi. Kekuasaan tertinggi berada di tangan rapat anggota koperasi.
Prinsip yang terdapat dalam koperasi adalah :
 Keanggotaan bersifat terbuka dan dinamis
 Pengelolaan dilakukan secara demokratis
 Pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota
 Pemberian balas jasa terhadap besarnya modal
 Kemandirian
 Pendidikan perkoperasian
 Kerjasama antar koperasi
Sumber modal koperasi adalah sebagai berikut :
 Modal dari luar koperasi yang berasal dari anggota / calon anggota (seperti simpanan pokok atau simpanan wajib) dan dari nonanggota (kredit bank, hibah atau simpanan)
 Modal dari dalam koperasi yang berasal dari modal intern (sisa hasil usaha dan cadangan) dan modal intensif (penyusutan / penghapusan aktiva)
Jenis-jenis koperasi adalah sebagai berikut ;
1. Koperasi produksi. Ialah koperasi yang kegiatannya menghasilkan barang dan jasa
2. Koperasi konsumsi. Adalah koperasi yang kegiatannya memenuhi kebutuhan sehari-hari para anggotanya
3. Koperasi kredit. Adalah koperasi yang kegiatannya menerima simpanan dan memberi pinjaman kepada anggota
4. Koperasi serba usaha. Adalah koperasi yang kegiatannya meliputi produksi, konsumsi, dan kredit.

Pengertian Badan Usaha
Badan usaha merupakan suatu kesatuan organisasi yang secara yuridis dan ekonomis diakui keberadaannya untuk mencari laba dengan cara mempergunakan modal, sumber daya alam, dan sumber daya manusia dalam suatu kegiatan usaha

Tujuan dan Nilai Perusahaan
Yang dimaksud dengan perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan penghasilan dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan, dilihat dari sudut ekonomi. Tujuan perusahaan adalah memperniagakan barang kepada perusahaan lain maupun konsumen/pelanggan agar mendapatkan keuntungan, menciptakan kerjasama yang baik dengan sesama rekan usaha maupun dengan pesaing, dan menciptakan kepuasan pelanggan atas layanan produk yang telah diberikan.
Nilai perusahaan adalah suatu kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dalam memberikan kepuasan pelanggan. Biasanya nilai jual perusahaan ini ditentukan oleh cara pemasaran, cara pelayanan, dan lokasi perusahaan.

Keterbatasan Teori Perusahaan
Teori perusahaan identik dengan teori nilai lebih perusahaan atau teori agio (agio theory), bahwa semua produk dan jasa yang diberikan perusahaan terhadap konsumen adalah yang terbaik bagi konsumen. Keterbatasan teori ini, bahwa dalam prakteknya di lapangan seringkali barang yang diproduksi mengalami kecacatan tersembunyi atau pelayanan yang diberikan perusahaan malah membingungkan konsumen.

Tujuan Didirikannya Koperasi
1. Memupuk kesadaran hidup bergotongroyong dan semangat jiwa demokrasi dalam masyarakat
2. Mendorong tumbuhnya kesadaran serta semangat bekerjasama yang baik dalam masyarakat
3. Memberdayakan para anggotanya agar kelak dapat terjun ke masyarakat sebagai tenaga terampil yang siap pakai.
4. Memberdayakan ekonomi rakyat.
5. Mewujudkan peningkatan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih tinggi sehingga dapat menyaingi negara-negara maju.

Koperasi Sebagai Badan Usaha
Koperasi sebagai badan usaha dalam menjalankan kegiatannya mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Fungsi Teknis. Koperasi berfungsi menjalankan aktivitas-aktivitas yang bersifat teknis, diantaranya pembagian kerja, mempertahankan kelangsungan produksi, pengawasan terhadap tenaga kerja, pengaturan sistem pengupahan, dan sebagainya.
2. Fungsi Komersial.
Koperasi berfungsi untuk menjalankan aktivitas-aktivitas yang bersifat komersil, diantaranya pembelian peralatan dan perlengkapan kantor, barang dagangan, promosi, dan sebagainya.
3. Fungsi Sosial Ekonomis
Koperasi berfungsi untuk menjalankan aktivitas-aktivitas yang memberdayakan masyarakat, misalnya penyediaan lapangan kerja. Seleksi tenaga kerja, pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.
4. Fungsi Finansial
Koperasi berfungsi untuk menjalankan aktivitas-aktivitas penyediaan dana, pencarian sumber dana dan pengelolaan dana dalam kegiatan usaha. Contohnya, biaya produksi, biaya upah, biaya operasional, modal kerja, pengajuan kredit bank, dan sebagainya.
5. Fungsi Organisatoris
Koperasi berfungsi untuk melakukan pengeluaran tugas bagi pekerja, pengaturan wewenang dan tanggung jawab, pengaturan penyelenggaraan usaha, struktur perusahaan dan lain-lain.
Tugas Pertemuan V,VI/Perorangan

1. Jelaskan tata cara dan langkah pendirian koperasi berikut skemanya !
2. Apakah koperasi yang berkembang dapat bertahan lama sementara banyak pula koperasi lainnya yang berdiri dimana-mana untuk menggaet anggota/nasabah ?
3. Jelaskan pengertian badan usaha dan bagaimana manfaat koperasi sebagai badan usaha dalam menggerakkan perekonomian rakyat !
4. Jelaskan fungsi-fungsi koperasi sebagai badan usaha !
5. Buatlah gambar / skema tentang cara pelayanan sebuah Koperasi 448 yang banyak nasabahnya berikut jenis pelayanan apa saja / produk-produk yang dipasarkan ke masyarakat luas !

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: