CARA MENGINSTALL KOMPUTER

Tata cara menginstall komputer menggunakan windows xp Pengenalan Software : Software terbagi menjadi 2, yaitu : 1. Software Sistem Operasi Adalah software yang mengendalikan system kerja Komputer Contoh : DOS, Windows 95, Windows 98, Windows ME, Windows 2000, Windows XP, Windows VISTA, Windows 7, LINUX. 2. Software Utility Adalah software penunjang yang membantu pekerjaan – pekerjaan manusia seperti membuat surat, mendesain gambar dan lain-lain. Mengapa Komputer Harus di Install ……… dikarenakan …. 1. Harddisk baru/ belum terisi system operasi 2. Sistem sudah terinfeksi virus 3. Sistem sudah lambat di dalam menjalankan computer Apa yang harus di lakukan sebelum menginstall 1. Pastikan semua komponen seperti Harddisk dan memori computer sudah terpasang dengan benar. 2. Pastikan di computer tersebut terdapat CD/DVD ROM 3. Persiapkan CD Master Windows XP. 4. Setting BIOS Komputer lebih dahulu. Cara mensetting BIOS, tahapan yang harus di tempuh adalah : 1. Hidupkan computer, akan tampil layar yang memperlihatkan konfigurasi BIOS. 2. Tunggu sampai ada tanda “DEL” muncul. 3. tekan tanda “DEL” tersebut untuk masuk ke BIOS. 4. Setelah itu pilih bagian kategori yang mengatur tentang booting. 5. Pilih sub menu untuk mengatur hardware, biasanya di menu “Boot Device Priority” 6. Pilihlah Disk drive (CD/DVD Rom) sebagai disk awal pada saat booting. Yang berfungsi untuk pembacaan CD WINDOWS XP. 7. Setelah di pilih akan terlihat disk drive (CD/DVD ROM) sebagai booting awal untuk menjalankan system. 8. Simpanlah hasil setingan tadi dengan cara menekan tombol F10 atau ESC. PRA Instalasi Setelah setting BIOS computer selesai maka tahap-tahap selanjutnya adalah langkah-langkah penginstallan, yaitu : – Persiapkan CD MASTER WINDOWS XP – Hidupkan Komputer – Masukkan CD MASTER WIN XP ke dalam CD/DVD ROOM – Restart ulang computer – Tunggu sampai CD MASTER mulai bekerja. – Akan muncul “Press Any Key to boot From CD …..” lalu secepatnya tekan ENTER karena pesan tadi hanya muncul selama 5 detik. – Setelah menekan pesan tadi CD MASTER secara otomatis akan mengecek kelengkapan komponen HARDWARE yang ada di computer yang akan di install. – Setelah pengecekan selesai akan muncul “menu setup”, untuk harddisk baru pilih pilihan : “to set up windows XP now, Press ENTER” – Akan muncul message system instalasi meminta persetujuan, tekan F6 untuk menyetujuinya dan untuk memulai penformatan Harddisk. – Pilih Pemformatan dengan system NTFS. – Tunggu sampai proses pemformatan selesai 100% – Setelah selesai pemformatan, harddisk sudah siap untuk diinstall dan secara otomatis melakukan proses restarting/restart ulang. SAAT INSTALASI – Setelah proses restart di mulai, maka langkah selanjutnya kita memasuki tahap penginstalan inti yang di tandai message dari CD MASTER WIN XP, abaikan perintah “to set up windows XP now, Press ENTER” untuk menekan tombol ENTER. – Biarkan system windows untuk mengisntall secara otomatis dengan di tandai Tampilan Pembuka Opening WIN XP. – Langkah selanjutnya kita menunggu sambil mengamati CD Windows XP menjalankan instalasinya ke harddisk computer. – Waktu instalasi berkisar antara 30 – 40 menit – Tetapi semakin tinggi prosesor yang kita pakai semakin cepat proses instalasi itu berlangsung. – Pada tahap selanjutnya ada mode pengisian untuk mengisi nama user dan nama perusahaan. – Langkah selanjutnya kita di haruskan mengisi nomor key number dari CD MASTER WINDOWS yang kita install. – Selain itu Sistem Windows XP akan meminta pengisian waktu berdasarkan domisili area yang di tempati. – Selanjutnya windows akan menginstalasi seluruh file-file dan mesinkronkan dengan hardware yang ada pada komputer kita. – Tunggu sampai system Windows XP menginstall seluruhnya ke system. Kira-kira waktu yag dibutuhkan 20 menit. Setelah selesai semua. System akan merestart ulang. – Lalu akan muncul tampilan awal WINDOWS XP lagi. – Setelah itu system akan menampilkan menu untuk menyesuaikan ukuran screen, yang kalau disetujui tinggal klik OK. – Setelah itu akan muncul jendela SELAMAT DATANG “WELCOME TO MICROSOFT WINDOWS” – Lalu akan muncul options-options seperti pengisian user yang akan dipakai dan lain-lain. – Setelah semua tahapan di dalam menginstall windows selesai. Tahapan selanjutnya adalah : a. MENDEFRAG HARDDISK agar sektor-sektor yang terisi di tata ulang oleh system supaya penempatannya bisa berurutan sehingga membuat kinerja computer semakin cepat. b. Selanjutnya anda bisa menginstall CD penunjang lainnya. Seperti : Software MS. OFFICE dan Software ANTI VIRUS

manajemen kearsipan

MANAJEMEN KEARSIPAN
1. PENGERTIAN DAN PERANAN KEARSIPAN
1.1. Pengertian kearsipan
Oleh karena yang menjadi pokok pembahasan dalam buku ini adalah Tata Kearsipan,
maka terlebih dahulu akan diberikan penjelasan tentang pengertian arsip.
Arsip (record) yang dalam istilah bahasa Indonesia ada yang menyebutkan sebagai
“warkat”, pada pokoknya dapat diberikan pengertian sebagai : setiap catatan tertulis baik
dalam bentuk gambar ataupun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu
subyek (pokok persoalan) ataupun peristiwa yang dibuat orang untuk membantu daya ingatan
orang (itu) pula”.
Atas dasar pengertian diatas, maka yang termasuk dalam pengertian arsip itu misalnya
: surat-surat, kwitansi, faktur, pembukuan, daftar gaji, daftar harga, kartu penduduk, bagan
organisasi, foto-foto dan lain sebaginya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan
Pokok Kearsipan, pasal 1 ayat a dan ayat b, menetapkan bahwa yang dimaksud dengan arsip
adalah :
a. Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Lembaga-Lembaga Negara dan Badan-
Badan Pemerintahan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun
berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan.
b. Naskah-naskah yng dibuat dan diterima oleh Badan-Badan Swasta dan atau
perorangan, dalam bentuk corak apa pun, baik dalam keadaan tunggal maupun
berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan.
Selain dari pengertian di atas, arsip dapat diartikan pula sebagai suatu badan (agency)
yang melakukan segala kegiatan pencatatan penanganan, penyimpanan dan pemeliharaan
surat-surat/warkat-warkat yang mempunyai arti penting baik ke dalam maupun ke luar; baik
yang menyangkut soal-soal pemerintahan maupun non-pemerintahan, dengan menerapkan
kebijaksanaan dan sistem tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.
1.2. Peranan kearsipan
Kearsipan mempunyai peranan sebagai “pusat ingatan”, sebagai “sumber informasi”
dan “sebagai alat pengawasan” yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka
kegiatan “perencanaan”. “penganalisaan”. “pengembangan, perumusan kebijaksanaan,
pengambilan keputusan, pembuatan laporan, pertanggungjawaban, penilaian dan
pengendalian setepat-tepatnya.
Arsip mempunyai peranan penting dalam proses penyajian informasi bagi pimpinan
untuk membuat keputusan dan merumuskan kebijakan,oleh sebab itu untuk dapat menyajikan
informasi yang lengkap, cepat dan benar haruslah ada sistem dan prosedur kerja yang baik di
bidang kearsipan.
Pada pasal 3 Undang-Undang No. 7 Tahun 1971, antara lain dirumuskan bahwa
“tujuan” kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional
tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk
menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemeritahan.
Dari pengertian tersebut tampak bahwa arti pentingnya kearsipan ternyata
mempunyai jangkauan yang amat luas, yaitu baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan
manusia, maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan
kehidupan kebangsaan.
Selain itu kearsipan juga merupakan salah satu bahan untuk penelitian ilmiah.
2. BEBERAPA ISTILAH DI DALAM KEARSIPAN
2.1. Arsip dinamis
Arsip dinamis adalah arsip yang masih diperlukan secara langsung dalam perencanaa,
pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau arsip yang
digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi Negara. Arsip dinamis dilihat
dari kegunaannya dibedakan atas :
a. Arsip aktif:
adalah arsip yang secara langsung dan terus-menerus diperlukan dan digunakan dalam
penyelenggaraan administrasi sehari-hari sera masih dikelola oleh Unit Pengolah.
b. Arsip Inaktif:
adalah arsip yang tidak secara langsung dan tidak terus-menerus diperlukan dan
digunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari serta dikelola oleh Pusat
Arsip.
2.2 Arsip Statis
Arsip statis adalah arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan
pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya, maupun untuk
penyelenggaraan administrasi sehari-hari. Arsip statis ini berada di Arsip Nasional
Republik Indonesia atau di Arsip Nasional Daerah.
2.3. File
File dapat disamakan dengan pengertian “berkas” atau “bendel” yang merupakan satu
kesatuan arsip tentang masalah tertentu dan disimpan berdasarkan pola klasifikasi.
2.4. Indeks
Indeks adalah sarana penemuan kembali surat dengan cara mengidentifikasi surat
melalui penunjukan suatu tanda pengenal yang dapat membedakan surat tersebut dengan
yang lainnya. Tanda pengenal surat ini harus dapat diklasifikasikan dan merupakan
penunjuk langsung kepada berkasnya.
2.5. Kartu kendali
Kartu kendali adalah isian (kartu) untuk mencatat surat-surat yang masuk/keluar yang
tergolong surat penting. Di samping berfungsi sebagai pencatat surat, kartu kendali
dapat berfungsi pula sebagai alat penyampaian surat dan penemuan kembali arsip.
Kartu kendali terdiri atas 3 (tiga) rangkap dan 3 (tiga) warna : putih, biru, dan merah.
a. Kartu Kendali warna putih untuk “pengarah surat” sebagai alat kontrol.
b. Kartu Kendali warna biru untuk penata arsip sebagai arsip pengganti, selama surat
tersebut masih berada pada file pengolah.
c. Kartu Kendali warna merah untuk Tata Usaha Pengolah.
d. Ukuran dari kartu kendali 10 x 15 cm.
2.6. Kartu tunjuk silang
Kartu tunjuk silang adalah kartu (formulir) yang digunakan untuk memberikan petunjuk
pada satu dokumen yang mempunyai lebih dari satu masalah.
2.7. K o d e
Kode adalah tanda yang terdiri atas gabungan huruf dan angka untuk membedakan
antara beberapa masalah yang terdapat dalam Pola Klasifikasi Arsip.
2.8. Lembar Disposisi
Lembar disposisi adalah lembaran untuk menuliskan disposisi suatu surat baik yang
diberikan oleh atasan ke bawahan maupun sebaliknya.
2.9. Lembar pengantar surat rutin
Lembar pengantar surat rutin adalah formulir yang dipergunakan untuk mencatat dan
menyampaikan surat-surat biasa (tidak penting) dari Unit Kearsipan ke Unit Pengolah.
2.10. Penerima surat
Penerima surat adalah Unit/Staf yang bertugas untuk melakukan penerimaan surat
masuk baik dari Kurir maupun dari Pos.
2.11. Pencatat surat
Pencatat surat adalah Unit/Staf yang bertugas untuk melakukan pencatatan surat baik
untuk surat masuk maupun surat keluar.
2.12. Pengarah surat
Pengarah surat adalah Unit/Staf yang bertugas untuk menentukan kepada pengolah
mana surat yang bersangkutan harus disampaikan.
2.13. P e n g o l a h
Pengolah adalah Unit/Staf yang bertugas untuk melakukan penggarapan masalah isi
surat.
Unit Pengolah terdiri atas :
a. Pimpinan pengolah
b. Tata usaha pengolah
c. Pelaksana pengolah
2.14. Penata arsip
Penata arsip adalah Staf yang bertugas menyimpan surat-surat (arsip) dan memelihara
arsip.
2.15. Pola klasifikasi arsip
Pola klasifikasi arsip adalah pengelompokan arsip berdasarkan masalah-masalah secara
sistematis dan logis, serta disusun berjenjang dengan tanda-tanda khusus yang berfungsi
sebagai kode. Pola klasifikasi merupakan salah satu sarana atau pedoman untuk
penataan arsip.
2.16. Surat penting
Surat penting adalah surat yang isinya mengikat dan memerlukan tindak lanjut atau
merupakan kebijaksanaan Departemen, dan apabila terlambat penyampaiannya atau
hilang akan mengganggu kelancaran pekerjaan.
2.17. Surat biasa
Surat biasa adalah surat yang isinya tidak mengikat dan biasanya tidak membutuhkan
tindak lanjut serta hanya berupa informasi dan suatu kegiatan. Surat biasa dicatat dalam
lembar pengantar surat rutin dan disampaikan ke Unit Pengolah.
2.18. Tata usaha pengolah
Tata Usaha Pengolah adalah Unit/Staf yang bertugas mengurus ketatausahaan pada Unit
Pengolah.
2.19. Formulir peminjaman arsip
Formulir peminjaman arsip adalah formulir yang digunakan untuk meminjam arsip.
Diisi rangkap 2 (dua), 1 (satu) disimpan untuk menggantikan arsip yang dipinjam dan 1
(satu) disimpan oleh petugas peminjaman arsip sebagai pengendalian peminjaman.
2.20. Formulir penyalinan arsip
Formulir penyalinan arsip adalah formulir permohonan penyalinan arsip yang diisi oleh
unit atau staf yang memerlukan informasi suatu arsip yang disalin.
2.21. Indeks relatif
Indeks relative adalah daftar masalah yang terdapat dalam pola klasifikasi yang disusun
secara abjad masalah dan kodenya. Indeks relative bertujuan untuk memudahkan
menentukan kode surat yang akan disimpan menurut klasifikasi masalah yang terdapat
dalam pola klasifikasi arsip, dan biasa digunakan juga dalam penemuan kembali arsip.
2.22. Jadwal retensi arsip
Jadwal retensi arsip adalah pedoman tentang jangka waktu penyimpanan arsip sesuai
dengn nilai kegunaannya dan sebagai dasar penyelenggaraan penyusutan, pemusnahan
dan penyerahan arsip ke Arsip Nasional.
2.23. Penyusutan arsip
Penyusutan arsip adalah proses kegiatan penyiangan arsip/berkas untuk memisahkan
arsip aktif dari arsip inaktif serta menyingkirkan arsip-arsip yang tidak berguna
berdasarkan jadwal retensi arsip.
2.24. Penyerahan arsip
Penyerahan arsip adalah pengalihan wewenang penyimpanan, pemeliharaan dan
pengurusan arsip statis dari Lembaga-Lembaga Negara, Badan Pemerintahan, Badan
Swasta dan Perorangan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia atau Arsip Nasional
Daerah.
2.25. Pemusnahan arsip
Pemusnahan arsip adalah proses kegiatan penghancuran arsip yang tidak diperlukan lagi
baik oleh instansi yang bersangkutan maupun oleh Arsip Nasional.
B A B II
KETENTUAN-KETENTUAN
POKOK KEARSIPAN
3. DASAR HUKUM DAN DASAR PERTIMBANGAN
3.1. Dasar Hukum
Ketentuan-ketentuan pokok kearsipan di Indonesia ditetapkan dalam U.U. No. 7 Tahun
1971 yang diundangkan dalam Lembaran Negara Tahun 1971 Nomor 32 pada tanggal
18 Mei 1971.
U.U. No. 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan mencabut U.U.
No. 19 Prps Tahun 1961 tentang Pokok-Pokok Kearsipan Nasional.
U.U. No. 7 Tahun 1971 kemudian telah dilaksanakan dengan berbagai peraturan
perundangan di bidang kearsipan.
3.2. Dasar pertimbangan
Adapun dasar pertimbangan Pemerintah dan DPR-GR untuk mengeluarkan U.U. No. 7
Tahun 1971 ialah :
a. Bahwa untuk kepentingan generasi yang akan dating perlu diselamatkanbahan-bahan
bukti yang nyata, benar dan lengkap mengenai kehidupan kebangsaan Bangsa
Indonesia di masa yang lampau, sekarang dan yang akan dating, dan berhubungan
dengan itu perlu diatur ketentuan-ketentuan pokok tentang Kearsipan.
b. Bahwa dipandang perlu meningkatkan penyempurnaan administrasi aparatur
Negara, khususnya di bidang Kearsipan.

4. PENGERTIAN FUNGSI DAN TUJUAN ARSIP
4.1. Pengertian Arsip
Adapun yang dimaksud dengan “arsip” ialah :
a. naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Lembaga-lembaga Negara dan Badanbadan
Pemerintahan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal
maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan ;
b. naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Badan-badan Swasta dan/atau
perorangan, dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun
berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan.
Perbedaan antara fungsi arip dalam tata Pemerintahan dan fungsi dalam kehidupan
nasional terdapat dalam tugas Pemerintah yakni pengamanan dari pada
pertanggungjawaban di bidang Nasional dan di bidang Pemerintahan.
4.2. Fungsi Arsip
Fungsi arsip membedakan :
a. Arsip dinamis yang dipergunakan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan,
penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau dipergunakan secara
langsung dalam penyelenggaraan administrasi Negara;
b. Arsip statis, yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan,
penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya maupun untuk penyelenggaraan
sehari-hari administrasi Negara.
Arsip merupakan sesuatu yang hidup, tumbuh, dan terus berubah seirama dengan tata
kehidupan masyarakat maupun dengan tata pemerintahan.
4.3. Tujuan Kearsipan
Tujuan kearsipan ialah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban
nasional tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan
serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan Pemerintah.
5. TUGAS PEMERINTAH DI BIDANG KEARSIPAN
a. Arsip sebagaimana dimaksud di atas adalah dalam wewenang dan tanggung jawab
sepenuhnya dari Pemerintah;
Pemerintah berkewajiban untuk mengamankan arsip sebagaimana dimaksud di atas
sebagai bukti pertanggungjawaban nasional, yang penguasaannya dilakukan berdasarkan
perundingan atau ganti rugi dengan pihak yang menguasai sebelumnya:
b. Dalam melaksanakan penguasaan kearsipan Pemerintah berusaha menertibkan :
(a). penyelenggaraan arsip-arsip dinamis;
(b). pengumpulan, penyimpanan, perawatan, penyelamatan serta penggunaan arsip
statis.
6. ORGANISASI KEARSIPAN
Untuk melaksanakan tugas penguasaan kearsipan, maka Pemerintah membentuk
organisasi kearsipan yang terdiri dari :
(1) Unit-unit Kearsipan pada Lembaga-lembaga Negara dan Badan-badan Pemerintahan
Pusat dan Daerah:
(2) a. Arsip Nasional di Ibukota Republik Indonesia sebagai inti organisasi dari pada
Lembaga Kearsipan Nasional selanjutnya disebut Arsip Nasional Pusat;
c. Arsip Nasional di tiap-tiap Ibukota Daerah Tingkat I, termasuk Daerah-daerah yang
setingkat dengan Daerah Tingkat I, selanjutnya disebut Arsip Nasional Daerah.
7. KEWAJIBAN KEARSIPAN
Arsip Nasional Pusat wajib menyimpan, memelihara dan menyelamatkan arsip dari
Lembaga-lembaga Negara dan Badan-badan Pemerintah Pusat.
Arsip Nasional Daerah wajib menyimpan, memelihara dan menyelamatkan arsip dari
Lembaga-lembaga dan Badan-badan Pemerintah Pusat di tingkat Daerah.
Arsip Nasional Pusat maupun Arsip Nasional Daerah wajib menyimpan, memelihara
dan menyelamatkan arsip yang berasal dari Badan-badan Swasta dan/atau perorangan.
Lembaga-lembaga Negara dan Badan-badan Pemerintahan Pusat maupun Daerah wajib
mengatur, menyimpan, memelihara dan menyelamatkan arsip sebagaimana dimaksud
dalam angka 4 huruf b di atas dari Lembaga-lembaga dan Badan-badan Pemerintah
Daerah serta Badan-badan Pemerintahan Pusat di tingkat daerah.
8. KETENTUAN PIDANA DAN PENUTUP
1. Ketentuan Pidana
Barang siapa dengan sengaja dan dengan melawan hokum memiliki arsip dapat dipidana
penjara selama-lamanya 10 ( sepuluh ) tahun.
Barang siapa yang menyimpan arsip yang dengan sengaja memberitahukan hal-hal
tentang isi naskah itu kepada pihak ketiga yang tidak berhak mengetahuinya sedang ia
diwajibkan merahasiakan hal-hal tersebut dapat dipidana dengan pidana penjara seumur
hidup atau pidana penjara selama-lamanya 20 ( dua puluh ) tahun. Tindak pidana yang
dimaksud di sini adalah kejahatan.
2. Ketentuan lain-lain.
Hal-hal yang belum diatur dalam Undang-undang ini akan diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Perundangan, yang dalam hal ini antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 34
Tahun 1979 tentang Penyusunan Arsip.
9. ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
Dengan Keputusan Presiden Nomor 26 tahun 1974 telah dibentuk Arsip Nasional RI,
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Kedudukan
Arsip Nasional Republik Indonesia adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang
berkedudukan di Ibukota Republik Indonesia dan berada langsung di bawah serta bertanggung
jawab kepada Presiden.
2. Tugas Pokok
Arsip Nasional Republik Indonesia mempunyai tugas pokok menyelenggarakan
pengembangan dan pembinaan seluruh kearsipan nasional untuk menjamin pemeliharaan
arsip sebagai bahan pertanggung jawaban nasional dan sebagai bahan bukti sejarah
perjuangan bangsa.
3. Fungsi
Dalam rangka pelaksanaan tugas pokoknya. Arsip Nasional Republik Indonesia
mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
a. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penelitian dalam rangka usaha pengembangan
kearsipan nasional;
b. Mengembangkan dan membina tata kearsipan dinamis;
c. Menyelenggarakan pembinaan tenaga kerja dan ahli kearsipan melalui pendidikan dan
latihan;
d. Menampung, menyimpan dan merawat arsip-arsip statis yang diserahkan oleh
Lembaga-lembaga Negara, Badan-badan pemerintahan dan Badan-badan lainnya;
e. Mengusahakan untuk mengamankan dan menampung arsip-arsip statis dari Badanbadan
swasta dan perorangan, yang dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan
mempunyai nilai dan arti penting sabagai bahan bukti sejarah dan bahan pertanggung
jawaban nasional;
f. Mengolah dan mengatur arsip-arsip statis yang telah diserahkan untuk dapat disediakan
dan digunakan bagi kegiatan pemerintahan, penelitian dan kepentingan umum;
g. Menyelenggarakan hubungan dan kerjasama dengan badan-badan di dalam dan di luar
negeri sesuai dengan kebijaksanaan Pemerintah dan menurut peraturan-peraturan yang
berlaku.
4. Wewenang
Arsip Nasional Republik Indonesia mempunyai wewenang untuk menyelenggarakan
koordinasi, bimbingan dan pengawasan teknis terhadap pelaksanaan peraturan
perundang-undangan di bidang kearsipan.
5. Struktur organisasi dan tata kerja
1) Organisasi Arsip Nasional Republik Indonesia terdiri dari :
a. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia;
b. Pusat Konservasi Kearsipan;
c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kearsipan;
d. Pusat Pendidikan dan Latihan Keasipan;
e. Sekretariat;
f. Staf Ahli
g. Perwakilan-perwakilan Arsip Nasional Republik Indonesia di Daerah-daerah
2) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia dalam melaksanakan tugasnya berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
6. Pusat-pusat di lingkungan Arsip Nasional
(1) Pusat Konservasi Kearsipan mempunyai tugas untuk melaksanakan penyimpanan,
perawatan, penataan, pengolahan dan pengaturan arsip-arsip statis yang telah diserahkan
kepadanya menyelenggarakan penelitian untuk keperluan pelayanan informasi dan
melayani penelitian ilmih dan umum;
(2) Pusat Penelitian dan Pengembangan Kearsipan mempunyai tugas untuk
menyelenggarakan penelitian dalam rangkan usaha mengembangkan dan memajukan
tehnik dan tata kearsipan, memberikan bimbingan dan melaksanakan pengawasan teknis
terhadap pelaksanaan tata kearsipan dan ketentuan-ketentuan peraturan di bidang
kearsipan;
(3) Pusat Pendidikan dan Latihan Kearsipan mempunyai tugas untuk merencanakan dan
menyelenggarakan pendidikan dan latihan tenaga-tenaga kerja dan ahli kearsipan dan
melaksanakan koordinasi kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan dan latihan kearsipan;
(4) Tiga Pusat dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia;
(5) Tiap Pusat terdiri dari sebanyak-banyaknya 5 (lima) bidang, dan tiap Bidang terdiri dari
sebanyak-banyaknya 3 (tiga) Sub Bidang, yang susunan dan tugasnya diatur lebih lanjut
oleh Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia setelah terlebih dahulu berkonsultasi
dengan Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara.
7. Sekretariat Arsip Nasional
(1) Merupakan unsur pembantu pimpinan dan mempunyai tugas menyelenggarakan
administrasi umum yang meliputi :
a. tata usaha kantor;
b. tata kepegawaian (personalia);
c. urusan keuangan;
d. tata keuangan
(2) Dipimpin oleh seorang Sekretaris yang dalam melaksanakan tugasnya dibantu dan
membawahi Kepala-kepala Bagian dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala
Arsip Nasional Republik Indonesia.
(3) Terdiri dari sebanyak-banyaknya 5 (lima) Bagian, dan tiap bagian terdiri dari sebanyak
3 (tiga) Sub-Bagian, yang susunan dan tugasnya akan diatur lebih lanjut oleh Kepala
Arsip Nasional Republik Indonesia setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan Menteri
Negara Penertiban Aparatur Negara.
Untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya sehari-hari Kepala Arsip Nasional Republik
Indonesia dapat dibantu oleh suatu Staf Ahli yang bertugas memberikan nasihat-nasihat dan
pertimbangan-pertimbangan keahlian kepadanya di bidang kearsipan.
8. Perwakilan Daerah Arsip Nasional
9. Unit-unit Kearsipan
Adalah bagian integral dari keseluruhan administrasi dan organisasi Lembaga-lembaga
Negara dan Badan-badan pemerintahan yang bersangkutan.
Hubungan kerja Arsip Nasional RIdengan Unit-unit kearsipan adalah berupa koordinasi dan
pembinaan yang meliputi petunjuk-petunjuk dan bimbingan dalam bidang teknik dan tata
kearsipan.
10. Pengangkatan dan Pemberhentian .
1. Kepala Arsip Nasional RI diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
2. Para Kepala Pusat, Sekretaris, Anggota-anggota Staf Ahli dan Kepala-kepala
Perwakilan Daerah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri/Sekretaris Negara atas usul
Kepala Arsip Nasional RI.
3. Kepala-kepala Bidang, Kepala-kepala Bagian dan Kepala-kepala Unit Organisasi
lainnya diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Arsip Nasional RI setelah berkonsultasi
dengan Menteri/Sekretaris Negara.
11. Pembiayaan
Anggaran Belanja Arsip Nasional RI dibebankan kepada Anggaran Belanja Sekretaris
Negara RI.
12. Ketentuan penutup
Kelengkapan organisasi, perincian tugas dan tata kerja Arsip Nasional RI ditetapkan
lebih lanjut oleh Kepala Arsip Nasional RI setelah berkonsultasi dengan Menteri Negara
Penertiban Aparatur Negara.
PENANGANAN DAN CARA
MENGARSIP SURAT
10. PENANGANAN SURAT
Pengurusan surat-surat kantor adalah suatu kegiatan yang terpenting dalam kantor.
Organisasi pengurusan surat-surat kantor sangat berbeda dari instansi ke instansi. Dalam suatu
organisasi yang kecil, surat-surat masuk dan keluar dapat diurus oleh seorang petugas dengan
merangkap tugas-tugas lain. Dalam suatu organisasi yang besar pengurusan surat-surat dapat
dikerjakan dalam bagian masing-masing, atau dapat juga dipusatkan di suatu bagian khusus,
yaitu bagian atau seksi ekspedisi. Pada umumnya urusan penerimaan dan pengiriman suratsurat
yang dipusatkan, yaitu yang mengerjakan surat-surat masuk dan juga surat-surat keluar
adalah dianggap lebih baik.
Cara pengurusan surat-surat apabila telah diterima :
1. Penyortiran surat
a. Meneliti asal (sumber) surat itu.
b. Meneliti cara pengiriman surat
2. Penyortiran selanjutnya dibagi menjadi beberapa kelompok ;
a. Surat-surat Dinas; yaitu surat-surat yang erat hubungannya dengan kegiatan kantor
b. setiap kelompok surat hasil sortir ditempatkan tersendiri di dalam folder-folder atau
alat lain sejenisnya.
3. Pembukaan sampul (amplop).
4. Pengeluaran surat dari dalam sampul
5. Penelitian surat
6. Pembacaan surat
7. Penyampaian surat (intern)
8. Pencatatan Surat
a. Kartu kendali
b. Buku Agenda
c. Buku Pembantu Agenda
d. Keterangan-keterangan yang dicatat dalam Kartu Kendali ataupun Buku Agenda
9. Langkah akhir penanganan surat
Tata penyimpanan arsip aktif maupun arsip inaktif menggunakan system penataan berkas
disesuaikan dengan kepentingan instansi bersangkutan agar memudahkn pengendaliannya.
11. TATA CARA MENGARSIP SURAT (FILING)
A. PENGERTIAN FILING
Filing adalah proses pengaturan dan penyimpanan bahan-bahan secara sistimatis,
sehingga bahan – bahan tersebut dengan mudah dan cepat dapat ditemukan kembali setiap
kali diperlukan. Suatu filing yang tepat merupakan suatu tempat penyimpanan bahan-bahan
yang aman, maka filing dapat dianggap sebagai “ingatan” dari sesuatu organisasi. Filing
merupakan bagian yang sangat penting dan oleh karenanya filing harus disusun dengan
sempurna dalam suatu organisasi.
B. SISTEM FILING
Ada 5 dasar pokok sistim bagi penyelenggaraan filing yang dapat dipergunakan yaitu :
1. Sistem Abjad
2. Sistem Subyek
3. Sitem Geografis
4. Sistem Nomor
5. Sistem Kronologis
C. TANGGUNG JAWAB PEGAWAI TERHADAP FILING.
Sistem filing bagi suatu kntor adalah sangat penting oleh karena arsip adalah sebagai
alat “ingatan”, sebagai metode untuk menyimpan surat-surat atau bahan-bahan yang penting
dengan aman, sistimatis, dan mudah ditemukan kembali apabila diperlukan setiap waktu.
D. PROSEDUR MENGARSIP
Prosedur mengarsip sebagai berikut:
1. Pembuatan tanda pelepas
2. Pembinaan kode
3. Pembuatan kartu petunjuk silang
4. Menggolong-golongkan
5. Penyimpanan
E. SISTEM POLA BARU KEARSIPAN.
Sistem ini adalah gabungan dari sistem abjad, system subyek, dari system nomor, dan
system kronologis.
B A B IV
PEMELIHARAAN DAN
PENJAGAAN ARSIP
12. BEBERAPA JENIS MUSUH KERTAS.
1. Kerusakan yang disebabkan dari dalam :
a. K e r t a s
b. T I n t a
c. Pasta/Lem
2. Kerusakan akibat serangan dari luar :
a. Kelembaban
b. Udara yang terlampau kering
c. Sinar Matahari
d. Debu
e. Kekotoran udara
f. Jamur dan sejenisnya
g. Rayap
h. Gegat
13. RUANGAN PENYIMPANAN ARSIP
Menyimpan arsip-arsip bukanlah disembarang tempat, akan tetapi ruangan penyimpanan
harus terhindar dari kemungkinan-kemungkinan serangan api, air, serangga dan lain-lain.
Tempat penyimpanan arsip harus kering, kuat, terang dan berfentilasi yang baik.
Menyimpan arsip.
Menyimpan arsip hendaknya di tempat yang memenuhi syrat.Pergunakanlah rak logam
daripada menggunakan almari yang tertutup.
14. P E N J A G A AN
1. Membersihkan ruangan
Ruangan penyimpanan arsip hendaknya senantiasa bersih dan teratur. Sekurangkurangnya
seminggu sekali dibersihkan dengan vacuum cleaner.
2. Pemeriksaan ruangan dan sekitarnya.
Sedikit-dikitnya setiap enam bulan tempat penyimpanan arsip dan daerah sekelilingnya
hendaknya diperiksa untuk mengawasi kalau-kalau ada serangga, rayap, dan sejenisnya.
3. Penggunaan Racun Serangga
Setiap enam bulan ruangan hendaknya disemprot dengan racun serangga seperti D.D.T,
Dieldrin, Pryethrum, Gaama Benzene Hexa chloride.
4. Mengawasi serangga anai-anai
Untuk menghindari serangga anai-anai dapat dipergunakan sodium arsenie
5. Larangan makan dan merokok.
Makanan dalam bentuk apapun tidak boleh dibawa ke tempat penyimpanan arsip, sebab
sisa-sisa makanan merupakan daya tarik bagi serangga dan juga tikus-tikus.
6. Rak penyimpanan arsip
Arsip-arsip hendaknya disimpan di rak yang dibuat dari logam, dimana jarak antara
papan rak yang terbawah dengan lantai sekitar 6 inci.
7. Meletakkan arsip.
Arsip-arsip, barang-barang cetakan, peta bagan dan lain-lain hendaknya diatur sebaik
mungkin dengan diberi tanda masing-masing.
8. Membersihkan arsip
Arsip-arsip hendaknya dibersihkn dengan menggunakan vacuum cleaner. Apabila arsiparsip
dihinggapi anai-anai/rayap dan sejenis lainnya hendaknya dipisahkan dengan
lainnya.
9. Mengeringkan arsip yang basah
Arsip-arsip yang basah tidak boleh dikeringkan dengan jalan menjemur dibawah
teriknya sinar matahari. Bukalah arsip-arsip dari ikatannya, kemudian keringkan dengan
jalan menganginkan.
10. Arsip-arsip yang tidak terpakai
Untuk arsip-arsip yang tidak terpakai lagi, hendaknya dijaga dengan cara yang sama,
tetapi simpanlah tersendiri. Aturlah sebaik mungkin agar tidak bertaburan disana-sini.
Susunannya sama seperti ketika arsip itu dipergunakan.
11. Arsip-arsip yang rusak atau sobek
Apabila kita temukan arsip-arsip yang rusak/sobek janganlah ditambal dengan
menggunakan cellulose tape, sebab alat perekat ini malahan dapat merusakkan kertas
dan tulisannya. Untuk memperbaikinya gunakanlah kertas yang sama dengan
menggunakan perekat kanji.
15. PERTOLONGAN PERTAMA ARSIP-ARSIP YANG RUSAK DAN PERBAIKAN
KECIL
1. Halaman yang sobek
Untuk memperbaiki arsip-arsip yang sobek gunakanlah perekat kkanji, jangan sekalikali
menggunakan cellotape. Halaman yang sobek dapat diperbaiki oleh setiap orang
tanpa terlebih dahulu memperoleh pendidikan yang khusus.
2. Mem buat perekat
Perekat dapat dibuat dari tepung kanji dan air, tetapi pada umumnya lebih mudah untuk
membeli perekat di setiap toko buku yang terpercaya. Perbedaan antara perekat buatan
sendiri dengan kita beli ialah bahwa perekat buatan pabrik itu diber sedikit bahan
pengawet agar tidak berbau.
3. Memperbaiki arsip-arsip yang terbakar.
Apabila kertas-kertas arsip terserang oleh api, atau oleh beberapa sebab menjadi hangus
atau sedikit terbakar, serahkanlah arsip-arsip tersebut kepada yang lebih ahli. Dalam hal
ini serahkanlah kepada Arsip Nasional RI. Akan tetapi untuk pertolongan pertama yang
dapat kita lakukan ialah dengan memasukkan arsip-arsip tersebut ke dalam peti, dan
bungkuslah dengan kertas tissue secara lepas.
4. Menanggulangi arsip-arsip basah/terendam air.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam usaha menyelamatkan arsip-arsip
ataupun buku-buku daripada ancaman kemusnahan akibat menderita serangan air ialah
sebagai berikut :
a. ikatan bundle arsip janganlah dibuka sebelum Lumpur/kotoran yang berada
dipermukaan di buka /dibersihkan .
b. Mengeluarkan air yng terkandung dalam bundle arsip /buku-buku dengan jalan
menjemur di terik matahari,akan tetapi cukuplah kalau dianginkandi tempat yang
bebas teriknya matahari
c. Tidak diperkenankan untuk mengeringkan arsip/buku-buku dengan jalan menjemur
diterik matahari, akan tetapi cukuplah kalau dianginkan di tempat yang bebas dari
sinar matahari (didalam ruangan). Bila di jemur di bawah teriknya sinar matahari,
setelah kering kertas akan berkeriput-keriput dan saling melekat satu sama lain
sehingga sukar untuk memisahkannya.
d. Kertas-kertas arsip yang dibundel ataupun buku-buku hendaknya jangan dibuka
terlalu lebar, bukalah selebar jari.
e. Hendaknya kulit buku ataupun arsip jangan dipisahkan ketika masih dalam keadaan
basah
f. Lakukanlah semua ini dengan kesabaran dan kecermatan
5. Mengeringkan buku
Buku-buku yang akan dijemur, hendaknya diletakkan diatas tiga buah tali halus serta
kuat, agar buku dapat bergantung di ketiga bagiannya.
6. Mengatasi cendawan.
Apabila setelah kering di kertas-kertas tumbuh cendawan, sapulah segera dengan
campuran thymol dan spiritus, dapat juga dengan acetone. Disamping itu dapat juga
dipergunakan campuran formalin dengan air; campuran ini harus mengandung formalin
sebanyak 40%
7. Pembuatan kertas racun cendawan “fungicidial tissue”.
Kertas lembut racun cendawan ini dapat dibuat sendiri. Sediakanlah campuran “sodium
orthophenylpenate” sebanyak 2 ons, yang dicampur dengan air.Kemudian rendamlah
beberapa helai kertas lembar tissue di dalam campuran tersebut, kemudian biarkanlah sesaat
hingga kering.Simpanlah hasilnya di dalam kotak tertutup dan gunakanlah bila perlu.
8. Membersihkan rak
Akibat terlanda oleh banjir, seperti halnya kertas-kertas arsip, rak-raknyapun akan
mengalami kerusakan-kerusakan. Oleh karena itu selamatkanlah rak-rak yang kemungkinan
masih dapat diselamatkan.
B A B V
P E N Y U S U T A N A R S I P
16. PERATURAN PEMERINTAH NO ; 34 TAHUN 1979
1. U m u m
a. Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1979 (Lembaran Negara tahun 1979
Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara 3151), telah ditetapkan ketentuan –ketentuan
mengenai penyusutan arsip.
b. Untuk mengatur lebih lanjut tentang pelaksanaan Ketentuan –ketentuan Peralihan
mengenai penyusutan arsip sebagaimana tercantum dalam pasal 17 Peraturan
Pemerintah Nomor 34 Tahun 1979, maka dipandang perlu mengeluarkan petunjuk
teknis guna pengaturan pelaksanaannya.
2. Dasar Hukum
a. UU No. 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan (Lembaga
Negara Tahun 1971 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2964).
b. PP No. 34 Tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip (Lembaran Negara tahun 1979
Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3151).
c. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1974 tentang Arsip
Nasional Republik Indonesia.
3. Tujuan
Surat Edaran ini dikeluarkan sebagai pedoman bagi pejabat yang bersangkutan dalam
melaksanakan penanganan arsip inaktif menurut ketentuan pasal 17 Peraturan
Pemerintah Nomor 34 Tahun 1979.
4. Sasaran
a. Penyelamatan dan pemanfaatan informasi untuk meningkatkan dayaguna dan
tepatguna administrasi aparatur Negara.
b. Penyelamatan bahan bukti pertanggungjawaban nasional.
5. Ruang Lingkup
Arsip-arsip inaktif sebelum diberlakukannya Jadwal Retensi Arsip yang berada di
Lembaga-lembaga Negara dan/atau Badan-badan Pemerintahan.
6. Pengertian
a. Arsip inaktif adalah arsip Lembaga Negara/Badan-badan Pemerintahan yang
frekuensi penggunaannya untuk penyelenggaraan administrasi sudah menurun.
b. Daftar keterangan Arsip adalah daftar yang diperlukan dalam melaksanakan
penyusutan arsip, berisi data yang mengidentifikasikan arsip
c. Arsip duplikasi adalah arsip yang bentuk maupun isinya sama dengan arsip aslinya.
d. Seri adalah berkas arsip yang disusun berdasarkan kesamaan jenis
e. Rubrik adalah berkas arsip yang disusun berdasarkan kesamaan masalah.
f. Dosir adalah berkas arsip yang disusun atas dasar kesamaan urusan atau kegiatan
g. Jalan masuk adalah petunjuk atau alat yang menjadi sarana penemuan kembali arsip.
17. PRIORITAS PENANGANAN
1. Prioritas penanganan ditentukan atas dasar kurun waktu terciptanya arsip-arsip inaktif
itu
2. Pada umumnya arsip-arsip inaktif yang terlama/tertua usianya didahulukan
penanganannya, namun perkecualian dapat dilakukan terhadap asip-arsip inaktif yang
lebih muda usianya tetapi dalam keadaan kacau atau tidak teraturnya penataannya.
3. Dalam menentukan pembabakan kurun waktu perlu diperhatikan :
a. perkembangan ketatanegaraan yang memberi pengaruh pada perubahan administrasi
Negara;
b. perubahan struktur organisasi ataupun system penataan arsip pada struktur organisasi
ataupun system penataan arsip pada Lembaga Negara/Badan Pemerintahan yang
bersangkutan.
18. TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN
1. Pendaftaran Arsip Inaktif
a. Kegiatan pendaftaran berupa pengumpulan data melalui suatu survey terhadap arsiparsip
inaktif yang ada dalam tanggung jawab Lembaga Negara/Badan
Pemerintahanyang bersangkutan.
b. Survei arsip inaktif ini dilaksanakan oleh petugas berdasarkan keputusan Pimpinan
Lembaga Negara/Badan Pemerintahan yang bersangkutan.
c. Dibuat Daftar Ikhtisar Arsip yang merupakan ikhtisar dari seluruh data yang
terkumpul sebagai hasil survey.
d. Daftar Ikhtisar Arsip diperlukan/digunakan untuk menyusun rencana penanganan
dan penataan kembali arsip inaktif bersangkutan.
2. Pendaftaran Kembali Arsip Inaktif
a. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1) Mendaftar arsip tidak berarti mendaftar setiap lembar arsip, melainkan setiap
kelompok/berkas arsip.
2) Dalam menangani arsip tidak dibenarkan memberi tanda atau tulisan dengan alat
apapun
3) Berhati-hati dalam menangani arsip yang kertasnya rapuh.
b. Arsip Kacau :
Penanganan arsip kacau yaitu dengan cara sbb;
a) Dikelompokkan dan diatur kembali dengan menerapkan asas asal-usul,
sehingga arsip-arsip itu merupakan suatu kesatuan /kelompok yang diatur
tanpa melepaskan ikatan dari sumber asalnya, yakni instansi/unit yang
menciptakannya.
b) Memilih arsip dari non arsip dan duplikasi yang berlebihan. Yang termasuk
non arsip, antara lain amplop, map, blanko-blanko formulir, dan sebagainya .
c) Bahan-bahan non arsip dan duplikasi yang berlebihan dapat dimusnahkan,
sedangkan arsipnya :
(1). Dikelompokkan menurut Unit Pengolah/Unit Kerja :
(2). Berkas arsip dibungkus map dicatat pada kartu;
(3). Kartu-kartu catatan tersebut disusun dan diberi nomor urut;
(4). Berkas-berkas arsip dimasukkan ke dalam boks asip yang diberi
label/etiket yang memuat keterangan tentang berkas-berkas yang ada di
dalamnya atas dasar keterangan yang termuat pada kartu catatan dari berkas
yang bersangkutan;
(5). Dibuat Daftar Pertelaan Arsip Sementara.
d) Daftar Petelaan Arsip Sementara bru dapat digunakan sebagai pengendalian
fisik dan belum dapat berfungsi untuk pengendalian informasi arsip.
e) Atas dasar daftar pertelaan tersebut, Lembaga-lembaga Negara/Badan-badan
Pemerintahan:
(1) belum dapat melaksanakan pemusnahan arsip menurut ketentuan yang ber-
ku;
(2) dapat menyerahkan arsipnya kepada Arsip Nasional;
(3) dapat sementara menyimpan arsip-arsipnya dalam keadaan lebih teratur
3. Pemusnahan Arsip
a. Bahan-bahan non arsip dan duplikasi yang berlebihan dapat langsung dimusnahkan
dengan sepengetahuan Pimpinan Lembaga Negara/Badan Pemerintahan yang
bersangkutan.
b. Arsip-arsip yang tidak diperlukan baik oleh Lembaga Negara/Badan Pemerintahan yang
bersangkutan maupun untuk bahan bukti pertanggungjawaban nasional dapat
dimusnahkan, dengan ketentuan bahwa :
1) Untuk arsip yang menyangkut keuangan terlebih dahulu perlu mendengar
pertimbangan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.
2) Untuk arsip yang menyangkut kepegawaian terlebih dahulu perlu mendengar
pertimbangan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
3) Untuk arsip yang menyangkut material dan pemilikan perlu memperhatikan
ketentuan-ketentuan yang berlaku untuk itu.
c. Pemusnahan Arsip dilakukan secara total sehingga tidak dapat dikenal lagi baik isi
maupun bentuknya, serta disaksikan oleh dua orang pejabat dari bidang
hukum/perundang-undangan dan atau bidang pengawasan dari Lembagalembaga/
Badan-badan Pemerintahan yang bersangkutan.
d. Pemusnahan Arsip dilaksanakan dengan membuat Daftar Pertelaan Arsip yang akan
diserahkan dan Berita Acara Penyerahan Arsip.
4. Penyerahan Arsip :
a. Lembaga Negara/Badan Pemerintahan yang akan menyerahkan arsipnya wajib
berkonsultasi dengan arsip Nasional.
b. Penyerahan arsip dilaksanakan dengan membuat daftar Pertelaan Arsip yang akan
diserahkan dan berita Acara Penyerahan Arsip.
c. Lembaga-lembaga Negara/Badan-badan Pemerintahan di tingkat Pusat menyerahkan
arsipnya kepada Arsip Nasional Pusat.
d. Sementara menunggu dikeluarkannya
DAFTAR PUSTAKA
Drs. Basir Barthos; Manajemen Kearsipan Untuk Lembaga Negara, Swasta dan
Perguruan Tinggi; Penerbit Bumi Aksara.

BAHASA INGGRIS

BAHASA INGGRIS

LESSON 1

CONVERSATION 1

INTRODUCTION AND GREETING

Starting A Conversation

  • It’s often difficult to make contact with strangers who speak, another languages unless you know a few opening gambits, of course.
  • Here are some useful ways of starting a conversation with a strangers :

–        Nice day, isn’it

–        Horrible weather we’re having

–        Excuse me, have you got a light ?

–        Say, don’t I knor you from somewhere ?

–        Uh, could you help me, I am looking for………….

A Great Number of Question

  • What do you think of………?

–        What do you think of Bali ?

–        I think it’s very attractive island

  • What do you think of the news today ?

–        Not too good, I’m afraid

  • How do you like Taman Mini ?

–        I like it very much.

  • How do you like your new job ?

–        I find it very interesting.

General English 2

  • What’s it like ?

–        What’s Yogyakarta like ? – It’s pretty little university city.

–        What’s Ancol like ? – very nice.

  • Some other common patterns

–        How did you come ? – By car, by air, by sea,…………

–        How did you spend your holiday ? – We word to the seaside.

–        What subjects do you study ? – My main subject is English.

–        It’s football popular over there ? – No, not very.

Example 1

  • A : Nice day, isn’t it ?
  • B : Yes, it’s very nice.
  • A : It’s a fantastic and beautiful tourist object. I love it very much.
  • A : May I introduce mayself ? My name is Abdullah Al-Hassan.
  • B : How do you do ? My Name Is Barry Dickens (with shaking hands).
  • A : How do you do ? Pleased to meet you ? (with shaking hand). Are you from U.S ?
  • B  : No, I’m from England.

Introduction

  • Introduction yourself.

–        How do you do ? My name is Abdullah Al-Hassan.

–        Excuse me, my name is Abdullah Al-Hassan.

–        May I introduce myself. My name is………

–        I would like to introduce myself.

Introducing Oneself

  • Ayu : Hello Tina, how are you ?
  • Tina : Fine, thanks, and how are you ?
  • Ayu : I’m very well. I don’t think you’ve met my brother. This is Bayu.
  • Tina : How do you do (with shaking hand) ?
  • Ayu :  How do you do (with shaking hand) ?
  • Are you a students Miss Tina ?
  • Tina : Yes, I am a student of Tunas Com-Academy.
  • Ayu : I’m glad to walk with you, Miss Tina.
  • Tina : I’m glad too.

Intoducing a speaker

  • If you are introducing a speaker you should indicate him or her with your hand and say :

–        Ladies and gentlemen, Dr. Yahya.

–        Ladies and gentlemen, I have great pleasure in outsourcing our guest speaker, Dr. yahya.

  • Greetings and taking a leave

–        Hello, hi and good morning/evening/afternoon.

–        Hello, hi (informal).

–        Good morning/afternoon/evening and etc.

Continuing from before

  • How are you, fine thank you

–        How are you ?(to ask one’s condition or feeling)

–        Fine thank you (It’s used to answer, how are you)

  • How do you do ? (to ask about one’s condition or feeling)
  • Good Bye, bye for now. See you, so long, etc ?

–        Digunakan jika kita bertemu dengan seseorang atau beberapa orang.

LESSON 2

STRUCTURE 1 :

INTRODUCTION TO SENTENCES

Classification of Sentences By Number of Predication

  • Simple Sentences

–        Ducks run slowly

–        He singsbeautifully

–        My brother is good at math

  • Compound Sentences

–        He bought a pen, and he gave me it

–        My nephew is happy, but my nice is sad

–        I can’t stay longer, or I miss my buss

  • Complex Sentences

–        The man who speaks English very well is my brother

–        The man whom I call is my uncle

–        He had lunch very much because he is very hungry

Basic Sentence Patterns (1)

  • S + V

–         He runs.

–         My brother is sleeping

  • S + V + C

–         He becomes lazy

–         His father is a patriot

–         Your skin feels soft and smooth

  • S + V + Aux.

–         Our campus opens at 8 AM

–         We study hard

–         They live close to campus

  • S + V + Preposition + D.O
  • The teacher announced the test to the students.

–         I send an e-mail to my brother.

–         The man opens the door for them.

–         He borrowed some money from me.

  • S + V + O + C

–         The Judge proved him innocent.

–         We elected him our leader.

–         I named my son Bayu.

  • S + V + D.O + I.O

–        She makes me hot tea.

–        The object is placed before the direct object.

–        He borrowed money from me.

  • It + be + C + A.

–        It’s a better to be early.

–        It was easy.

–        It must have been love.

  • There + be + C + A

–        There is a book.

–        There are a lot of people.

–        There has been a book on my table.

LESSON 3 :

CONVERSATION 2 :

BY TELEPHONING

Telephoning Expressions

  • May I speak to Miss Silvana ? (Boleh saya bicara dengan Miss Silvana ?)
  • Could I speak to Miss Silvana ? (Boleh saya dengan Nona Silvana ?)
  • Can you take me a message, please ? (Dapatkah anda mengambil pesan ?)
  • Could you please take a call, please ? (Maukah anda menerima telepon ?)
  • I have a call for you from Miss Anna. (Ada telepon untuk anda dari Nona Anna).
  • Ask her to return a call to me. (Suruh dia menelepon balik ke sana ).
  • Is Mr. Jono there ? (Ada Tuan Jono ?)
  • Is this ? (Siapa ini ?)
  • Who is speaking ? (Siapa yang bicara ?)
  • I would like him to call me when he comes in ? (Saya menginginkannya untuk menelepon apabila ia masuk ?)
  • I call again later. (Saya akan menelepon dia lagi nanti.)
  • The line is busy. ( Telepon sibuk/sedang dipakai).

Expression of Answering Telephone :

  • Hello / Halo
  • Is Mr Anto speaking / apakah Tn. Anto sedang berbicara ?
  • I’m sorry he is not in / maaf, beliau sedang tidak ada.
  • May I ask your number, please ? (Bolehkah saya tahu nomor telepon anda ?)
  • To whom did you wish to speak ? (Kepada siapakah anda inging bicara ?)
  • I’m afraid you have the wrong number ? (Saya khawatir anda salah sambung ?)
  • Would you call again later ? ( Apakah anda mau menelepon kembali ?)
  • Would you like to leave a message ? ( Apakah anda ingin meninggalkan pesan ?)
  • I’m sorry to have kept you waiting. (Maaf, anda telah menunggu lama.)
  • Would you hold the line, please ? ( Tunggu sebentar.)

LESSON 4

STRUCTURE 2 :

TENSES

SIMPLE PRESENT TENSE

  • Rumus :

–        S + V1 + O + s/es.

–        S + do/does + not + V1.

–        Do/does + Subject + Verb 1 + s/es ?

–        Do/Does + Subject + not + V1 + s/es ?

Keterangan :

Affirmative Negative Interrogative
I work I do not work Do I work ?

Don’t you work?

You work You don’t work Do you work ?

Don’t you work ?

We work We don’t work Do we/you work ?

Don’t you work ?

They work They don’t work Do they work ?

Don’t they work ?

Affirmative Negative Interrogative
He works He does work

He doesn’t work

Does he work ?

Doesn’t he work ?

She works She doesn’t work Doesn’t she work?

Expressing habitual actions :

  • Dogs bark.
  • Cows eat the grass.
  • The Indonesian people eat rice.
  • He always has breakfast at 6 a.m.
  • I seldom which the movie.
  • They visit their uncle every month.

Ungkapan kebenaran/gejala alam dan rencana/kejadian.

  • The sun rises in the east, and sets in the west.
  • A year has twelve months.
  • The earth revolves around the sun.
  • We leave Jakarta at 8 AM tomorrow and arrive in Yogyakarta at 6 PM.
  • The plane leaves tomorrow morning.
  • She sings beautifully.
  • He screams loudly.
  • I work hard at home.

Present Continues Tenses

  • (+) Subject + To Be + V + ing.
  • (-) Subject + To Be + Not + V + ing.
  • (?) To Be + Subject + Verb + Ing ?
  • (-?) To Be + Not + Subject + Verb + Ing ?

Some Examples :

Affirmative Negative Interrogative
I am working I am not working Am I working ?

Are you working ?

We are working We aren’t working Are we working ?

Are you working ?

He is working He isn’t working Is he working ?

Isn’t he working ?

Present Perfect Tenses

  • Rumus :

–        S + Have (s) + V3

–        S + have (s) + not + V3

–        Have (s) + subject + V3

  • Digunakan dengan kata kerja “Just” :

–        He has just gone out.

–        He hasn’t just gone out.

–        Has/n’t he just gone out.

Digunakan untuk kejadian di masa lalu yang tidak bisa ditentukan

  • I have read the instructions but I don’t understand them.
  • Have you had breakfast ?
  • No. I haven’t had it yet.
  • Digunakan pada kata “since” dan “for” :
  • He has been in Jakarta since 1990.
  • I have been here for 2 hours.
  • Used with adverb “yet”
  • He hasn’t come yet. So we are still waiting for him.
  • Haven’t they had lunch yet ? Yes, they have.

Present Perfect Continuous Tenses

Subject + have/has + been + verb + ing.

Subject + have/hasn’t + been + verb + ing.

Have/has + subject + been + verb + ing.

The examples :

  • How long have you been waiting for the train ?
  • He has been living in Jakarta since 1999.
  • Have/has been learning English for 5 years.
Simple Past Tenses :

(+) S + Verb + ed, (-) S + did + not + V1

(?) Did + Subject + V1 ?

For Example :

  • He bought a pen.
  • Did hw buy a pen.
  • He did not buy a pen.
  • They discussed English yesterday.
  • He bought his car last year.
  • We went to Jakarta 2 days ago.

Future Tenses

  • Mengungkapkan tindakan yang dilakukan di waktu mendatang yang akan segera dilaksanakan.
  • Pola kalimat :

–        Subject + will + verb-1 (+)

–        Subject + will + not + verb-1 (-)

–        Will + subject + verb-1 (?)

Past Continuous Tenses

  • Rumus : To Be + V3 (The Past Participle)
  • Contoh :

–        It was getting darker. (hari semakin gelap)

–        The sun was rising. (matahari terbenam pelan-pelan)

–        The water was flowing to the low surface. (Air perlahan-lahan mengalir ke dataran rendah).

–        We are studying English while a bell ring.

–        When the teacher came, the students were playing chess.

–        Anto was sleeping when I visited him.

Past Perfect Tenses

  • Dapat digunakan dalam kegiatan yang sudah pernah terjadi di waktu lampau. Pola kalimatnya :
  • (+) Subject + Had + Verb. 3
  • (-)  Subject + Had + not + Verb. 3
  • (?) Had + Subject + Verb. 3

Contohnya :

  • When I reached the situation, the rain had left.
  • We went on holiday after we had taken the exam.
  • I had explained that I had forgotten my keys.

Past Perfect Continues Tenses

The patterns are :

(+) S + Had + been + V. ing, (-)  S + had + not + V. ing.

(?) Had + S + been + v. ing ?

Contoh :

When the action began before time of speaking in the past and continued up to that time, or stopped just before it.

While I had been studying English for an hour, he came to see me yesterday.

When she arrived, I had been waiting for an hour.

They had been playing badminton since 6 o’clock when she came there this morning.

He had tried five times to get her on the telephone.

He had been trying to get on the telephone.

She had seen that movie six times.

She had been seeing that movie.

For examples :

  • He will go to the zoo.
  • She will be glad to do that for you.
  • Will you help me ?
  • They will meet me tomorrow.
  • She will not take an exam next week.
  • Will you marry me soon.

Future Continues Tenses

  • The patterns are belowed here :

–        (+) Subject + will + be + verb. Ing

–        (-) Subject + will not + be + verb. Ing

–        (?) Will + subject + be + verb. Ing

Contohnya :

  • At this time next week, he will be driving through Java.
  • At 7 o’ clock tonight, they will be watching TV.
  • What will you be doing tomorrow at 10 AM.

FUTURE PERFECT TENSES

  • The patterns are :

–        (+) Subject + will + have + Verb. 3

–        (-)  Subject + will + not + have + Verb. 3

–        (?) Will + subject + not + have + Verb. 3

For example :

  • By this time next week, he will have taken his university degree.
  • She will read this book by the end of this week
  • Before his vacation is over, he will have made many new friends.

Future Perfect Continues Tenses

  • The patterns are : (WON’T=WILL NOT)

–        (+) Subject + will + have + been + verb-ing.

–        (-)  Subject + won’t + have + been + verb-ing.

–        (?) Will/not + have + been + verb-ing.

  • For example :

–        By this time next week, he will have been taking my exam.

–        Ali will have been being in college by the end of this year.

–        He will have been taking a course of taxation by the end of this week.

LESSON 5

CONVERSATION 3 :

AT THE RECEPTION/FRONT OFFICE OF THE HOTEL

Glossary Of Hotel

  • Room boy = pelayan
  • Girl-servant = pelayan wanita
  • A single-bed room = kamar dengan sebuah tempat tidur
  • A double-bed room = kamar dengan dua buah tempat tidur bersebelahan
  • A room with attracted bathroom = kamar dengan kamar mandi didalamnya
  • An air-conditioned room (kamar ber-AC)
  • A joining rooms (dua kamar yang bersebelahan)

Conversation

  • Linda : Good Morning, Sir. What can I do for you ?
  • Mr. Grey : I’d like a double bed room, please.
  • Linda : Certainly, Sir. How long do you want to stay ?
  • Mr. Grey : Three days.
  • Linda : What’s your name, Sir ?
  • Mr. Grey : I’m Grey.
  • Linda : Thank you. Could you please sign in the book ?
  • Mr. Grey : Yes, I could.
  • Linda : Here is your key, Sir. Room 243. It’s on the second floor.
  • Mr. Grey : Thanks a lot.
  • Linda : You’re welcome, Sir.

LESSON 6 :

STRUCTURE 3 :

ADJECTIVE AND NOUN CLAUSE

Adjective Clause

  • Who is used for persons as a subject.

–        The man who robbed you has been arrested.

–        The girl who speaks English fluently is my daughter.

–        I talk about the language with the linguist who is familiar with linguistique.

Whom and whose

  • Is used for persons as an object.

–        The girl whom the employee is very pretty.

–        The man to whom I spoke is my uncle.

–        They give some money to beggar whom I help.

  • Is used for persons or nouns as a possessive.

–        The man whose car was lost is my friend.

–        The film is about spy whose wife betrays him.

–        The computer whose monitor is broken is mine

–        The book of which/whose cover is nice is my sister’s.

Which and when

  • The picture which caused such a sensation.
  • The radio which I bought is expensive.
  • The ladder on which I was standing began to slip.
  • The ladder which I was standing on began to slip.
  • The day when the students have the exam arrived.
  • The day on which the students have the exam arrived.
  • The month when we graduate has arrived.
  • The month in which we graduate has arrived.
  • He came here when the bell ring.

Where/in which,that and why

  • The small town where I was born has grown to a province.
  • The building where we work has 7 floor.
  • We stood where we could watch the mountain.
  • The reason why I came should be obvious to you.
  • We had the reason why we elected him a president
  • That man that robbed you has been arrested.
  • The reason that I came shoud be obvious to me.
  • He came here that the bell ring

Noun Clause

  • As a Subject

–        That she is very rich means nothing to me.

–        That his computer process the data quickly is expensive.

–        Whoever enters this room must be forbidden.

  • As an Object

–        Jono said that he got cold.

–        I know if I can do.

–        They know how they earn a living.

  • As a Complement

–        My opinion is that learning english is easy.

–        The question is how he can finish his work better.

LESSON 7

STRUCTURE 4

ADVERBIAL CLAUSE

Adverbial Clause on Time

  • Such clause is used as an adverb of time. Some of subordinate conjuctions are when, while, before, after, since, till, no sooner, than, by the time, and many more.

–        I used to ride a bike, when I was at High School

(Saya sering bersepeda, ketika masih SMA)

–        Shut the door, before you go out.

(Tutup pintu, sebelum pergi keluar)

–        By the time he arrives, I will have slept.

(Menjelang dia tiba, saya sudah tertidur)

–        No sooner had she entered than he gave an order.

(Begitu masuk, dia langsung memberi perintah)

Adverbial Clause of Place

  • Such clause is used as an adverb of place. Some of subordinate conjunctive are where, where ever, anywhere, nowhere, etc.
  • For example :

–        Where is a will, there is a way.

(Dimana ada kemauan, disana ada jalan)

–        Go where you like.

(Pergilah kemana kamu suka)

–        Do you know where the post office.

(Tahukah anda dimana kantor pos)

Adverbial Clause of Contrast

  • Some of subordinate conjunctions are although, through, eventhough, as the time, whereas, even if, etc.
  • For example :

–        As the time I was studying, they came.

(Pada saat saya sedang belajar, mereka datang)

–        Although it’s too late, I’ll go on studying English.

(Walaupun terlambat, saya akan terus belajar bahasa Inggris)

–        He is very patient, although he is poor.

(Dia sangat sabar walaupun miskin)

Adverbial Clause of Manner

  • Such as : like, as, how, in that, etc.
  • For example :

–        The man behaves as he is still a child.

(Pria itu berperilaku layaknya anak-anak)

–        You can study at university how you want.

(Anda dapat belajar di universitas yang anda mau)

–        He did as I told.

(Dia melakukan seperti apa yang saya katakan)

Adverbial Clause of Clause

  • Such as : since, because, as, etc.
  • For example :

–        Since you are thirsty, drink first.

(Karena kamu haus, minumlah dulu)

–        As it is raining, I will not go out.

(Karena hujan, saya tidak akan kemana-mana)

–        He eat very much because he is very hungry.

(Dia makan sangat banyak, karena dia sangat lapar)

Adverbial Clause of Result

  • Such as subordinate conjuctions are : so, that, such, that.
  • For example :

–        So + adj + that

  • She is so pretty that every man falls in love with her.

(Dia sangat cantik, sehingga setiap pria jatuh cinta)

  • I am so sad that I am ill.

(Saya sangat sedih karena saya sedang sakit)

  • Such a + singular /plural count. noun + that
  • For example :
    • She is such a pretty girl that every man falls in love with her.

(Dia begitu cantik, sehingga setiap lelaki jatuh cinta)

    • It was so a nice day that we went to the beach.

(Hari begitu cerah, sehingga kami pergi ke pantai)

    • They are such polite people that we are glad to meet them.

(Mereka sangat sopan, sehingga kami senang berkenalan)

    • This is such cheap sugar that everyone can buy it.

(Ini adalah gula murah, sehingga setiap orang dapat membelinya)

Adverbial Clause of Purpose

  • Some of subordinate conjuctions are in order that, so, so that, in the hope that, in case, etc.
  • For example :

–        He bought a dictionary so he could learn English.

(Dia membeli sebuah kamus agar dia dapat belajar bahasa Inggris)

–        I study hard in order that I pass the exam.

(Saya belajar keras agar dapat lulus)

LESSON 8

READING AND WRITING 1

Buying A Computer

If you are thinking of buying your own computer, there are several questions you need to ask before you decide on a particular model. For example, how big is its memory ? Does the cost include accessories such as a printer and a mouse ? And is there a plenty of software available ? The price you pay is likely to be determined by all these factors. It is now quite common for manufacturers to give away software programs with their machines.

This is because the personal computer market has become highly competitive (witness the fact that dozens of computer firms go bankrupt every year), so free software has became an important weapon in the battle for sales.

Task 1. Answer the following questions.

  1. Is it necessary to have some decisions ?
  2. What factors is necessary to decide in buying a computer ?
  3. In the competition of business, what is done by the firms ?
  4. What does the word “memory” mean in line 4 ?
  5. What does the word “this” refer to in line 4 ?

Writing A Paragraph

  • Notice : A paragraph is a group of related statements that a writer develops about a subject. Each paragraph is a separate unit marked by indenting the first word from the left-hand margin, or by leaving extra space above and below paragraph
  • For example :

A Private Conversation

Last week I went the theatre. I had a very good seat. The play was very interesting. I didn’t enjoy. A young man and a young woman were sitting behind me. They were talking loudly. I got very angry. I could not hear the actors. I turn around. I looked at the man and the woman angrily. They didn’t pay any attention. In the end, I could not bear it. I turned round again. ‘I can’t hear a word ! I said angrily. It’s none of your business. The young man said rudely. This is a private conversation.

The statement, ‘Last Week’ I went to the theater’ is the main through of paragraph and the others are explaining thought.

Making a cup of coffee

Coffee is a kind of drink which is a lot of people like very much. There are several ways of making a cup of coffee. First, put some coffee powder in the cup. Second, put some sugar in the glass. Third, pour some hot water into the cup. Fourth, stir your coffee with a spoon. Now, a cup of coffee is ready to drink.

Structure and Preposition

  • Kinds a preposition

–        About

–        After

–        Against

–        At (place, time, direction, price)

–        Between

–        Among

–        By

–        In (Place, State, City)

–        Into

–        On

–        With

Contoh kalimat :

  1. My brother told me about his test (tentang)
  2. I’ll come about ten o’clock (kira2)
  3. He looked about him. (disekitarnya)
  4. They were tired of waiting about town. (keliling)
  5. The boy played the ball after school (sesudah)
  6. You come after me. (sesudah)
  7. The dog ran after the cat. (mengejar)
  8. It has rained day after day. (berhari-hari)
  9. Don’t do it against the law. (bertentangan)
  10. I leant against the tree. (bersandar pada)
  11. The rain was beating against the window. (pada)
  12. I am at home. (ada di)
  1. You were at Sukabumi.
  2. Put a stamp at the top right corner of the envelope.
  3. There is a shop at the corner of the street.
  4. The picture looks better at a distance.
  5. He lives at 17 Baru Street.
  6. He always gets up at 4 o’clock
  7. We always visit our grand mother at Idul Fitri day.
  8. The student always at the end of test.
  9. He takes a nap at noon.
  10. My brother threw the stone at a dog.
  11. Look at me
  12. My uncle bought a new car at Rp 80.000.000,00
  13. Such position is used for speaking of two persons or things.
  14. I walked between my son and my daughter.
  15. Our house is between the post office and the police station.
  16. The old man sat among his grand-children.
  17. Among the students, I saw my son.
  18. I must finish my thesis by June (sebelum).
  19. He likes sitting in the garden by moonlight. (selama/dibawah)
  20. I go to school by bus. (dengan)
  21. He went to Bandung by train. (dengan)
  22. Come and sit by the fire. (di dekat)
  23. The robbers are catched by the police. (oleh)
  24. This novel is written by Shakespeare. (oleh)

Pengantar Manajemen

PENGANTAR MANAJEMEN

BAB I

PENGERTIAN MANAJEMEN

DEFINISI MANAJEMEN

Menurut Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

MANAJEMEN SEBAGAI ILMU DAN SENI

Luther Gullick mengartikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan/organisasi. Adapun ilmu pengetahuan itu meliputi ekonomi, akuntansi, politik, pemerintahan dan sebagainya.

Manajemen sebagai seni, maksudnya manajer selalu menggunakan pendekatan seni dalam segi perencanaan, kepemimpinan, komunikasi, dan segala yang menyangkut unsur manusia. Dengan seni, maka suasana kerja yang semula menjemukan, kembali berubah menjadi menyenangkan.

MANAJEMEN SEBAGAI PROFESI

Edgar H. Scheim menguraikan beberapa poin penting dari manajemen sebagai profesi :

  1. Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum terutama yang menyangkut skill para staf.
  2. Para professional mendapatkan status mereka karena mencapai standar operasional kerja tertentu berdasarkan prestasi kerja.
  3. Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat dan disiplin.

UNSUR, TUJUAN, DAN FUNGSI MANAJEMEN

Unsur-unsur manajemen menurut Emerson et. al terdiri dari :

  1. Men (manusia)
  2. Materials (barang)
  3. Money (uang)
  4. Machines (mesin)
  5. Methods (metode)

Sedangkan menurut Peterson O.F, terdiri dari :

  1. Men (manusia)
  2. Facilities (sarana)
  3. Method (pendekatan atau cara)

Demikian pula menurut G.R. Terry, terdiri dari :

  1. Men and women (manusia)
  2. Materials (barang)
  3. Machines (mesin)
  4. Methods (metode)
  5. Money (uang)
  6. Markets (pasar)

Tujuan manajemen adalah :

  1. Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan organisasi.
  2. Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan.
  3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas suatu pekerjaan dalam organisasi.

Fungsi manajemen terdiri dari :

Merupakan pengembangan dari unsur-unsur manajemen sebagai berikut :

  1. Perencanaan. (Planning)

Adalah pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi, dan penentuan strategi, kebijakan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tokohnya Frederick.W. Taylor, yang telah mengalihkan fungsi perencanaan dari karyawan operasi ke para manajer.

  1. Pengorganisasian (Organizing)

Adalah penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Termasuk didalamnya perancangan dan pengembangan suatu organisasi, penugasan tanggung jawab tertentu dan kemudian, pendelegasian wewenang.

  1. Penyusunan personalia (Staffing)

Adalah penarikan karyawan (rekrutmen), latihan (training), dan pengembangan (developing), serta penempatan dan pemberian orientasi para karyawan dalam lingkungan kerja.

  1. Pengarahan (Directing)

Adalah fungsi untuk membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan. Fungsi ini melibatkan kualitas, gaya dan kekuasaan pemimpin serta kegiatan kepemimpinan perusahaan.

  1. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang ditetapkan.

Terdiri dari :

  • Pengawasan positif, mencoba untuk mengetahui apakah tujuan
  • Pengawasan negatif, mencoba untuk menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan jangan sampai terulang lagi.

BAB II, III

PENGERTIAN ORGANISASI,

MANAJEMEN DAN MANAJER

DEFINISI ORGANISASI

Organisasi adalah suatu wadah atau tempat yang terdiri dari berbagai individu dan kelompok yang memiliki kepentingan yang sama guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Sedangkan menurut Henry Fayol, organisasi adalah sekumpulan manusia yang memiliki keinginan untuk mewujudkan tujuan bersama.

Menurut Pres RI 1 Soekarno, organisasi adalah wadah ketika semua tugas administrasi dijalankan sebagai tahapan untuk mencapai tujuan bersama.

HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN DENGAN ORGANISASI

Bahwa manajemen dapat diketemukan di semua organisasi manusia. Manajemen juga dibutuhkan untuk semua tipe kegiatan yang diorganisasi dan dalam semua tipe organisasi. Dalam praktek, manajemen dibutuhkan dimana saja orang-orang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

KEPENTINGAN MANAJEMEN TERHADAP  ORGANISASI

Pada umumnya berbentuk berbagai aplikasi dari manajemen itu sendiri :

  • Pengelompokkan pekerjaan

    Manajemen dapat berarti suatu kelompok orang yang melaksanakan tugas-tugas atau fungsi-fungsi manajerial. Ini digunakan untuk menyebut seluruh individu dalam kelompok tersebut secara kolektif.

    • Seorang individu

      Individu yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompoknya secara keseluruhan dapat disebut bagian dari manajemen.

        • Suatu disiplin akademik

          Manajemen adalah suatu bidang spesialisasi akademik atau suatu bidang studi.

            • Suatu proses

              Manajemen juga merupakan suatu proses, karena mencakup pelaksanan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan organisasi.

              Tingkatan Manajemen

              Tingkatan manajemen dalam organisasi terdiri dari :

                • Manajer lini – pertama.

                  Bertugas memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional, yang lebih dikenal dengan kepala bagian atau pimpinan (leader), mandor (foremen), dan penyelia (superviors). Misalnya, kepala bagian keuangan, manajer penjualan.

                    • Manajer menengah.

                      Meliputi beberapa tingkatan dalam organisasi dimana para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya dan kadang-kadang juga karyawan operasional, lebih dikenal dengan nama manajer departemen, manajer supervisi, kepala bagian, dan sebagainya.

                        • Manajer puncak.

                          Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari kelompok-kelompok kecil eksekutif. Manajer puncak bertanggung jawab atas keseluruhan manajemen organisasi. Lebih dikenal dengan nama direktur, presiden, kepala divisi, wapres direktur.

                          MANAJER FUNGSIONAL DAN UMUM

                          Manajer fungsional bertanggung jawab hanya pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi, penjualan, pemasaran, keuangan, kepegawaian, atau akuntansi. Kegiatan-kegiatan dari fungsi-fungsi manajemen lainnya ada di bawah tanggung jawab manajer-manajer fungsional. Contohnya, manajer pemasaran bertanggungjawab atas seluruh kegiatan distribusi, tetapi ia juga harus minta bantuan kepada manajer personalia untuk menangani masalah-masalah tenaga penjualannya.

                          Manajer umum mengatur mengawasi, dan bertanggung jawab atas satuan kerja keseluruhan atau divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan fungsional satuan kerja.

                          KEGIATAN-KEGIATAN MANAJER

                          Terbagi menjadi ;

                          1. Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain.
                            1. Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas.
                            2. Manajer bertanggung jawab atas semua pekerjaan di kantor dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan langsung.
                            3. Manajer harus berpikir secara analitis dan konseptual.
                            4. Manajer adalah seorang mediator.
                            5. Manajer adalah seorang politisi.
                            6. Manajer adalah seorang diplomat.
                            7. Manajer mengambil keputusan-keputusan yang sulit.

                          Selain itu, ada pula :

                          • Kegiatan administratif

                            Terdiri dari pemrosesan kertas kerja, penyiapan dan administrasi anggaran, monitoring kebijaksanaan dan prosedur, dan pemeliharaan stabilitas operasi.

                              • Kegiatan teknis

                                Terdiri dari pekerjaan dengan peralatan-peralatan, pemecahan masalah teknis, dan pelaksanaan fungsi-fungsi teknis.

                                  • Kegiatan pribadi

                                    Terdiri dari pengaturan waktu, pengembangan karir pribadi, dan keterliatan dengan kehidupannya sendiri.

                                    KETERAMPILAN MANAJERIAL

                                    Adalah keterampilan yang dimiliki seorang pimpinan di perusahaan dalam mengambil keputusan secara analisa maupun secara teknis dengan metode matematis.

                                    Terdiri dari :

                                    1. Keterampilan konseptual (conceptual skills) adalah keterampilan mental untuk mengkoordinasilan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.
                                    2. Keterampilan kemanusiaan (human skills) adalah kemampuan untuk bekerja dengan memahami dan mendorong orang lain untuk maju.
                                    3. Keterampilan administratif (administrative skills) adalah seluruh keterampilan yang menyangkut hal yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan kepegawaian  berikut pengawasan.
                                    4. Keterampilan teknik (technical skill) adalah kemampuan untuk menggunakan peralatan-peralatan, prosedur-prosedur, atau teknik-teknik dari suatu bidang tertentu seperti akuntansi, produksi, penjualan, atau permesinan dan sebagainya.

                                    BAB IV

                                    PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

                                    ALIRAN MANAJEMEN

                                    Manajemen Ilmiah

                                    Frederick W. Taylor

                                    Ia menjelaskan arti manajemen ilmiah sebagai berikut :

                                    1.  manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi.

                                    2.  manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme-mekanisme atau teknik-teknik untuk meningkatkan efisiensi kerja lembaga / perusahaan/organisasi.

                                    Taylor telah memperkenalkan 4 (empat) prinsip dasar dalam manajemen ilmiah :

                                    1. perkembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen, agar seluruh pekerjaan di kantor dapat dikoordinasikan dengan baik
                                    2. seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
                                    3. pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan
                                    4. kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.

                                    Frank and Lillian Gilbreth

                                    Frank Gilbreth memperkenalkan teori gerak dan waktu, menciptakan teknik manajemen yang diilhami Taylor. Ia mengemukakan pentingnya efisiensi atau penyederhanaan pekerjaan yang rumit dalam menyelesaikan suatu tugas.

                                    Lilian Gilbreth memperkenalkan berbagai segi kehidupan manusia dalam bekerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia. Baginya, manajemen ilmiah memiliki satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensinya sebagai makhluk hidup.

                                    Henry Gantt

                                    Ia mengemukakan gagasan-gagasan kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen, seleksi ilmiah tenaga kerja, system insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas, dan penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

                                    Pendapatnya yang menarik adalah penggunaan metode grafik (Gantt’s Scheme) untuk perencanaan, koordinasi, dan pengawasan produksi yang dikembangkan dengan metode penjadwalan kerja modern.

                                    Harrington Emerson

                                    Ia menyatakan bahwa pemborosan dan ketidakefisienan adalah masalah-masalah utama yang seringkali muncul di perusahaan-perusahaan. Oleh sebab itu ia mengemukakan berbapa prinsip-prinsip efisiensi sebagai berikut :

                                    1.  Tujuan-tujuan yang dirumuskan dengan baik

                                    2.  Kegiatan yang dilakukan masuk akal

                                    3.  Adanya staf yang cakap

                                    4.  Disiplin

                                    5.  Balas jasa yang adil

                                    6.  Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat

                                    7.  Pemberian perintah – perencanaan dan pengurusan kerja

                                    8.  Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan

                                    9.  Kondisi yang distandarisasi

                                    1. Operasi yang distandarisasi
                                    2. Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar
                                      1. Balas jasa efisiensi – rencana insentif

                                    Teori Organisasi Klasik

                                    Henry Fayol

                                    Fayol memperkenalkan operasi yang terjadi dalam perusahaan sebagai berikut :

                                    1.  Teknik – produksi dan manufacturing produk.

                                    2.  Komersial – pembelian bahan baku dan penjualan produk.

                                    3.  keuangan (financial) – perolehan dan penggunaan modal.

                                    4.  keamanan – perlindungan karyawan dan kekayaan.

                                    5.  akuntansi – pelaporan, dan pencatatan biaya, laba, rugi, utang.

                                    6.  manajerial – kemampuan manajer dalam mengambil keputusan.

                                    Iapun memperkenalkan beberapa prinsip manajemen umum sebagai berikut :

                                    1. Pembagian kerja – adanya spesialisasi akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kerja.
                                    2. Wewenang – hak untuk memberi perintah dan dipatuhi.
                                    3. Disiplin – harus ada respek dan ketaatan pada peranana dan tujuan organisasi.
                                    4. Kesatuan perintah – setiap karyawan hanya menerima perintah dari pimpinan.
                                    5. Kesatuan pengarahan – operasi-operasi dalam organisasi yang mempunyai tujuan yang sama dengan penggunaan satu rencana.
                                    6. Meletakkan kepentingan perorangan di bawah kepentingan umum – kepentingan perorangan harus tunduk kepada kepentingan organisasi.
                                    7. Balas jasa – kompensasi untuk pekerjaan yang dilaksanakan harus adil baik bagi karyawan maupun pemilik.
                                    8. Sentralisasi – adanya keseimbangan yang tepat antara sentralisasi dan desentralisasi.
                                    9. Keadilan – harus ada kesamaan perlakuan dalam organisasi.
                                    10. Inisiatif – bawahan harus diberi kebebasan untuk menjalankan dan menyelesaikan rencananya, walaupun nantinya ada suatu kesalahan.

                                    James D. Mooney

                                    Dia mendefinisikan organisasi sebagai kelompok, dua atau lebih, orang yang bergabung untuk tujuan organisasi tersebut perlu diperhatikan 4 (empat) kaidah dasar sebagai berikut :

                                    1. Koordinasi – syarat adanya wewenang, saling melayani, doktrin (perumusan tujuan), dan disiplin.
                                    2. Prinsip scalar – proses yang terdiri dari prinsip, prospek, dan pengaruh sendiri yang tercermin dari kepemimpinan, delegasi, dan definisi fungsional.
                                    3. Prinsip fungsional – dengan adanya fungsionalisme atas berbagai macam tugas yang berbeda.
                                    4. Prinsip staf – kejelasan perbedaan antara staf dan lini.

                                    Mary Parker Follett

                                    Dia memberikan sumbangan besar dalam bidang manajemen melalui aplikasi praktik ilmu-ilmu social dalam administrasi perusahaan.

                                    Dia pun mengemukakan tentang perlunya kretivitas, kerjasama antar manajer dan bawahan, dan pemecahan konflik.

                                    Ia percaya bahwa konflik dapat dibuat konstruktif dengan penggunaan proses ontegrasi dimana orang-orang yang terlibat mencari jalan pemecahan bersama perbedaan-perbedaan diantara mereka.

                                    Dia menguraikan pula suatu pola organisasi yang ideal dimana manajer mencapai koordinasi melalui komunikasi yang terkendali dengan para karyawan.

                                    Chester I. Barnard

                                    Dia memandang organisasi sebagai sistem kegiatan yang diarahkan pada tujuan. Fungsi-fungsi utama manajemen, menurut pandangan Barnard, adalah perumusan tujuan dan pengadaan sumber-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

                                    Barnard menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok. Dia juga mengemukakan teori penerimaan pada wewenang. Menurut teorinya, bawahan akan menerima perintah bila mereka memahami dan mampu serta berkeinginan untuk menuruti atasan.

                                    Ia adalah pelopor dalam penggunaan “pendekatan system” untuk pengelolaan organisasi.

                                    Hubungan Manusiawi

                                    Elton Mayo dan Percobaan Hawthorne’s

                                    Hubungan manusiawi sering digunakan sebagai cara untuk menggambarkan suasana dimana manajer berhubungan dengan bawahannya.

                                    Elton Mayo dan kawan-kawannya mengadakan studi tentang perilaku manusia dalam bermacam situasi kerja yang sangat terkenal di Pabrik Hawthorne meilik perusahaan Western Electric dari tahun 1927-1932.

                                    Mereka telah membagi karyawan menjadi kelompk penelitian sebagai berikut :

                                    1. Dilakukan untuk meneliti pengaruh kondisi penerangan di pabrik terhadap produktivitas kerja.
                                    2. Menempatkan beberapa karyawan dalam ruangan yang terpisah-pisah.
                                    3. Kelompok kerja informal – lingkungan social karyawan – juga mempunyai pengaruh besar pada produktivitas.

                                    Hugo Muntsberger

                                    Dia mengemukakan bahwa untuk mencapai peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara :

                                    1. penemuan orang yang memungkinkan untuk diajak kerjasama (best possible person).
                                    2. Penciptaan suasana kerja yang mendukung (best possible work).
                                    3. Penggunaan kiat-kiat terbaik untuk memotivasi karyawan. (best possible effect)

                                    Munt’s menyarankan penggunaan teknik-teknik yang diambil dari psikologi eksperimen, dimana kejiwaan seseorang sangat berpengaruh terhadap jabatan yang sedang didudukinya. Ia juga mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor social dan budaya terhadap organisasi.

                                    Manajemen Modern

                                    Abraham Maslow

                                    Mengemukakan adanya hirarki kebutuhan dalam hubungannya dengan perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.

                                    Chris Argyris

                                    Memandang organisasi sebagai system social atau sistem antar hubungan budaya.

                                    Douglas Mc Gregor

                                    Memperkenalkan teori perilaku organisasi X dan Y.

                                    Edgar Schein

                                    Ia meneliti dinamika kelompok dalam organisasi.

                                    Rensis Likert

                                    Telah mengidentifikasi dan melakukan penelitian secara ekstensif mengenai 4 (empat) sistem manajemen, dari sistem eksploitatif – otoritatif s/d sistem partisipatif – kelompok.

                                    Langkah Perkembangan Manajemen Modern

                                    Melalui dua jalur :

                                    1. Merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal dengan perilaku organisasi.
                                    2. Merupakan pengembangan yang didapat dari manajemen ilmiah yang dikenal sebagai aliran kuantitatif.

                                    PENDEKATAN SISTEM

                                    Pendekatan sistem pada manajemen bermaksud untuk memandang organisasi sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan.

                                    Pendekatan ini memberi manajer cara memandang organisasi sebagai suatu keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas.

                                    Sebagai suatu pendekatan manajemen, sistem mencakup sistem umum dan sistem khusus serta analisis tertutup maupun analisis terbuka. Pendekatan sistem umum pada manajemen dapat dikaitkan dengan konsep-konsep organisasi formal dan teknis, filosofis, dan sosiopsikologis.

                                    Sedangkan analisis sistem manajemen spesifik meliputi bidang-bidang seperti struktur organisasi, desain pekerjaan, sistem informasi akuntansi, serta mekanisme-mekanisme perencanaan dan pengawasan.

                                    Jadi, dalam analisa manajemen modern baik pendekatan sistem terbuka maupun sistem tertutup digunakan. Pendekatan sistem terbuka sangat menekankan pentingnya pengaruh lingkungan terhadap suasana kerja, sedangkan pendekatan sistem tertutup amatlah mengabaikan pengaruh lingkungan terhadap suasana kerja di kantor.

                                    PENDEKATAN KONTINGENSI

                                    Pendekatan kontingensi (contingency approach) dikembangkan oleh para manajer, konsultan dan peneliti yang mencoba menerapkan konsep-konsep dari berbagai aliran manajemen dalam suatu kehidupan nyata.

                                    Menurut pendekatan ini tugas manajer adalah mengidentifikasikan teknik mana, pada situasi tertentu, dibawah keadaan tertentu, dan pada waktu tertentu akan membantu pencapaian tujuan manajemen. Contohnya, perlunya dukungan moral dan materi bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

                                    Pendekatan kontingensi telah berkembang di beberapa bidang manajemen, seperti perancangan organisasi, kepemimpinan, motivasi, perencanaan yang strategik dan dinamika kelompok. Tujuannya untuk menjembatani kesenjangan yang ada dalam teori dan praktek.

                                    Ada tiga bagian utama dalam kerangka konseptual manajemen kontingensi :

                                    1. Lingkungan
                                    2. Konsep-konsep dan teknik manajemen
                                    3. Hubungan kontingensi antara keduanya.

                                    BAB V

                                    TAHAP PERENCANAAN

                                    ARTI DAN PERANAN PERENCANAAN

                                    George Terry mengartikan perencanaan sebagai pemilihan dan pengkaitan terhadap fakta dan sebuah pembuatan dan penggunaan asumsi tentang keputusan-keputusan di waktu selanjutnya secara nyata dengan melakukan berbagai kegiatan guna mencapai hasil dan tujuan yang ingin dicapai.

                                    Peranan perencanaan :

                                    1. Mendorong pimpinan mulai dari tingkat atas sampai ke tingkat bawah untuk berpikir secara sistematis.
                                    2. Membantu pimpinan dalam melaksanakan koordinasi.
                                    3. Mendorong pimpinan eselon atas untuk menampilkan garis-garis besar organisasi guna mencapai tujuan.
                                    4. Membantu pelaksanaan pengawasan terhadap perkembangan dari pekerjaan yang sedang kita lakukan.
                                    5. Membantu manajer dalam menghadapi perkembangan di masa mendatang.
                                    6. Membantu terciptanya gambaran dan hubungan pertanggungjawaban dari masing-masing bagian organisasi.

                                    JENIS-JENIS PERENCANAAN

                                    Terdiri dari :

                                    Segi tempat :

                                        • Perencanaan kota
                                        • Perencanaan regional
                                        • Perencanaan nasional

                                        Segi tujuan :

                                        • Perencanaan sosial ekonomi
                                        • Perencanaan pendidikan
                                        • Perencanaan industrialisasi

                                          Segi tingkatan :

                                            • Perencanaan politik
                                            • Perencanaan kerja
                                            • Perencanaan operasi

                                              Segi waktu :

                                                • Perencanaan jangka panjang
                                                • Perencanaan jangka menengah
                                                • Perencanaan jangka pendek

                                                UNSUR-UNSUR PERENCANAAN

                                                Terdiri dari :

                                                  • Dinamis

                                                    Perencanaan harus melihat ke depan, memberikan prospek secara rasional dan dapat diperhitungkan hasil dan manfaatnya.

                                                      • Berkesinambungan

                                                        Perencanaan tidak hanya untuk sekali saja, tetapi untuk selanjutnya juga demi mencapai tujuan organisasi.

                                                          • Fleksibel

                                                            Perencanaan dapat diubah sesuai keadaan atau bila perlu disempurnakan dengan tidak mengubah tujuan organisasi.

                                                            PROSES PERENCANAAN

                                                            Terdiri dari :

                                                              • Penentuan misi dan tujuan

                                                                Mencakup pernyataan-pernyataan umum tentang misi, falsafah maksud, dan tujuan organisasi yang dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dibawakan oleh manajer.

                                                                  • Pengembangan profil perusahaan

                                                                    Dilakukan dengan merumuskan beberapa tujuan dan strategi penting yang dapat kita terapkan sekarang.

                                                                      • Analisa lingkungan eksternal

                                                                        Maksudnya, untuk merumuskan cara-cara di mana perubahan-perubahan lingkungan ekonomi, teknologi, social, budaya dan politik dapat secara tidak langsung mempengaruhi organisasi.

                                                                          • Analisa internal perusahaan

                                                                            Berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan, yang dilakukan dengan memperbandingkan profil perusahaan dan lingkungan eksternal.

                                                                              • Identifikasi kesempatan dan ancaman

                                                                                Umumnya meneliti masalah identifikasi tujuan dan strategi, analisa lingkunganm serta analisa kekuatan dan kelemahan organisasi dipadukan dalam langkah yang terpadu.

                                                                                  • Pembuatan keputusan strategi

                                                                                    Langkah ini terdiri dari identifikasi, penilaian, dan pemilihan berbagai alternatif strategik.

                                                                                      • Pengembangan strategi perusahaan

                                                                                        Berupa penjabaran berbagai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan dalam bentuk sasaran jangka pendek dan strategi-strategi operasional.

                                                                                          • Implementasi strategi

                                                                                            Yang menyangkut kegiatan manajemen untuk mengoperasikan strategi, berupa peletakan strategi menjadi kegiatan yang melibatkan penugasan tanggung jawab atas keberhasilan strategi yang telah diterapkan.

                                                                                              • Peninjauan kembali dan evaluasi

                                                                                                Proses ini disebut pengendalian strategi (strategique control). Setelah diterapkan, manajer perlu senantiasa memonitor secara berkala, atau pada tahap-tahap kritis untuk menilai apakah organisasi berjalan ke arah tujuan yang telah ditetapkan atau tidak.

                                                                                                BAB VI

                                                                                                TAHAP PENGORGANISASIAN

                                                                                                Arti dan Peranan Pengorganisasian

                                                                                                Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai tujuan organisasi, sumber daya yang ada, dan lingkungan yang melingkupinya.

                                                                                                Peranan pengorganisasian terdiri dari :

                                                                                                  • Departementalisasi

                                                                                                    Merupakan pengelompokkan berbagai kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama.

                                                                                                      • Pembagian kerja

                                                                                                        Adalah perincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas.

                                                                                                        Prinsip-prinsip Pengorganisasian

                                                                                                        Terdiri dari :

                                                                                                          • Perumusan Tujuan Organisasi Dengan Jelas

                                                                                                            Dengan adanya perumusana tujuan ini, akan memudahkan setiap orang bekerja sama mencapai hasil akhir. Tujuan itu menjadi sasaran dari setiap kegiatan organisasi.

                                                                                                              • Pembagian Pekerjaan (Job Description)

                                                                                                                Disini, organisasi merupakan bagian dari sistem pembagian kerja. Oleh karena itu susunan organisasi harus dibentuk berdasarkan kebutuhan dan tujuan organisasi.

                                                                                                                  • Kontinuitas Dan Fleksibilitas (continuity and flexibility)

                                                                                                                    Artinya, disini unsur kelangsungan dan kesinambungan sikap organisasi harus benar-benar terjamin, baik dalam rencana kerja maupun dalam pelaksanaan kegiatan dari rencana kerja tersebut.

                                                                                                                      • Delegasi Wewenang Dan Tanggung Jawab

                                                                                                                        Tidak terlalu ketat, namun harus juga memperhatikan adanya wewenang, yaitu hak untuk bertindak, dan tanggung jawab, yaitu kewajiban untuk melaksanakan tugas.

                                                                                                                          • Kesatuan Arah (unity of direction)

                                                                                                                            Semua kegiatan, pemikiran, keahlian, waktu dan kemampuan harus ditujukan pada satu arah, yaitu pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

                                                                                                                              • Kesatuan Komando (unity of command)

                                                                                                                                Maka, kerja sama akan lebih terjamin dengan baik, pemusatan usaha dan pengendalian komando lebih terpusat. Hal ini untuk menghindari misunderstanding dan miscommunication.

                                                                                                                                  • Rentangan Kekuasaan (span of control)

                                                                                                                                    Disini, ditentukan berapa jumlah orang yang harus berada dibawah kekuasaan pejabat atau manajer demi memperlancar pelaksanaan dari pembagian kerja.

                                                                                                                                    Bentuk-bentuk Organisasi

                                                                                                                                    Menurut Henry G. Hodgen, mengemukakan 4 (empat) bentuk bagan organisasi, yaitu :

                                                                                                                                      • Bentuk piramida

                                                                                                                                        Bentuk ini yang paling banyak digunakan, karena sederhana, jelas, dan mudah dipahami.

                                                                                                                                          • Bentuk vertikal

                                                                                                                                            Bentuk vertikal agak menyerupai bentuk pyramid, yaitu dalam hal pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, hanya bagan vertikal berwujud tegak sepenuhnya.

                                                                                                                                              • Bentuk horizontal

                                                                                                                                                Bagan ini digambarkan secara mendatar, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.

                                                                                                                                                  • Bentuk lingkaran

                                                                                                                                                    Bagan ini menekankan pada hubungan antara satu jabatan dengan jabatan lain, jarang ditemukan dalam praktek.

                                                                                                                                                    BAB VII

                                                                                                                                                    KOORDINASI, DEPARTEMENTALISASI

                                                                                                                                                    DAN RENTANG MANAJEMEN

                                                                                                                                                    Pengertian Koordinasi dan Departementalisasi

                                                                                                                                                    Koordinasi (coordination) adalah proses penyatuan tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.

                                                                                                                                                    Tanpa adanya koordinasi, individu-individu dan departemen-departemen pasti akan kehilangan pegangan atas peranan mereka dalam organisasi.

                                                                                                                                                    Disini, mereka pasti akan mengejar kepentingan sendiri yang seringkali merugikan pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.

                                                                                                                                                    Departementaliasi (departementalization) adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan tersebut saling berhubungan dan berjalan lancar.

                                                                                                                                                    Jenis-jenis Departementalisasi

                                                                                                                                                    Terdiri dari :

                                                                                                                                                      • Departementalisasi Fungsional (Functional Departementalization)

                                                                                                                                                        Departemen ini mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.

                                                                                                                                                        Kebaikannya, dapat menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi, dan memungkinkan pengawasan manajemen puncak secara ketat terhadap fungsi-fungsi perencanaan.

                                                                                                                                                        Keburukannya, struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan, memberikan tanggapan yang lambat akan perubahan dan kurangnya inisiatif untuk lebih berkembang dengan baik.

                                                                                                                                                          • Departementalisasi Divisional

                                                                                                                                                            (Divisional Departementalization)

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            a)       Struktur organisasi produk

                                                                                                                                                            Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).

                                                                                                                                                            Divisionalisasi produk adalah pola yang masuk akal untuk dapat diterapkan bila produk yang dipasarkan memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan produk lainnya.

                                                                                                                                                            b)       Struktur organisasi wilayah

                                                                                                                                                            Disebut departementalisasi daerah, adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

                                                                                                                                                            c)        Struktur organisasi proyek

                                                                                                                                                            Departementalisasi ini lebih menyangkut pembentukan tim-tim ahli untuk mencapai suatu tujuan khusus, biasanya setiap ada proyek yang berdasarkan pesanan kerja.

                                                                                                                                                            d)       Struktur organisasi matriks

                                                                                                                                                            Departementalisasi matriks adalah sama dengan departementalisasi proyek dengan satu perbedaan pokok. Dalam struktur matriks, staf memiliki dua atasan sehingga mereka berada dibawah dua wewenang.

                                                                                                                                                            e)       Struktur organisasi langganan

                                                                                                                                                            Atau departementalisasi langganan, adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk atau jasa tertentu oleh konsumen.

                                                                                                                                                            Kebaikan departementalisasi divisional:

                                                                                                                                                            • meletakkan koordinasi dan wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang cepat;
                                                                                                                                                            • menempatkan pengembangan dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
                                                                                                                                                            • Merumuskan tanggung jawab secara jelas  dan memusatkan perhatian pada pertanggung jawaban ataas prestasi kerja.
                                                                                                                                                            • Baik untuk lingkungan yang cepat berubah.
                                                                                                                                                            • Tempat latihan yang baik bagi para manajer stratejik.

                                                                                                                                                            Keburukan departementalisasi divisional :

                                                                                                                                                            • Menyebabkan berkembangnya persaingan potensial antara berbagai sumber daya perusahaan dan konflik antara tugas dan prioritas.
                                                                                                                                                            • Masalah seberapa besar delegasi wewenang yang diberikan kepada para manajer divisi.
                                                                                                                                                            • Masalah kebijaksanaan dalam alokasi sumber daya alam dan distribusi biaya-biaya overhead perusahaan.
                                                                                                                                                            • Dapat menimbulkan inkonsistensi kebijaksanaan antara divisi-divisi.
                                                                                                                                                            • Masalah duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu.

                                                                                                                                                            Rentang Manajemen

                                                                                                                                                            Rentang manajemen (span of control) adalah prinsip manajemen yang berkaitan dengan jumlah karyawan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan.

                                                                                                                                                            Disini, tugas bawahan adalah memberikan laporan kepada seorang manajer tertentu.

                                                                                                                                                            Alasan Utama Pentingnya Rentang Manajemen

                                                                                                                                                            Yaitu ;

                                                                                                                                                            a)       Rentang manajemen selalu mempengatuhi penggunaan efisiensi manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka.

                                                                                                                                                            b)       Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi, berdasarkan sempit (tall) dan  lebarnya (flat) rentang manajemen.

                                                                                                                                                            Pendekatan Rentang Manajemen

                                                                                                                                                            Graicunas mengemukakan rumus sebagai berikut :

                                                                                                                                                            R = n ( 2n – 1 + n – 1)

                                                                                                                                                            Dimana : R = jumlah hubungan

                                                                                                                                                            n = jumlah bawahan

                                                                                                                                                            Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Rentang Manajemen

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            a)       Kesamaan fungsi-fungsi

                                                                                                                                                            b)       Kedekatan geografis

                                                                                                                                                            c)        Tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan

                                                                                                                                                            d)       Tingkat koordinasi pengawasan yang dibutuhkan

                                                                                                                                                            e)       Perencanaan yang dibutuhkan manajer

                                                                                                                                                            f)         Bantuan organisasional yang disediakan bagi pengawas

                                                                                                                                                            Disini, rentang manajemen dapat melebar bila :

                                                                                                                                                            a)       Pekerjaan bersifat rutin

                                                                                                                                                            b)       Operasi-operasi stabil

                                                                                                                                                            c)        Pekerjaan bawahan sejenis

                                                                                                                                                            d)       Bawahan dapat bekerja secara mandiri

                                                                                                                                                            e)       Prosedur dan metode dibuat secara baik dan telah diformulasi

                                                                                                                                                            f)         Pekerjaan tidak membutuhkan tingkat pengawasan yang tinggi.

                                                                                                                                                            Bila dihubungkan dengan sifat atasan, maka :

                                                                                                                                                            a)       Manajer adalah terlatih baik dan berkomunikasi tinggi.

                                                                                                                                                            b)       Manajer menerima bantuan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan supervisinya.

                                                                                                                                                            c)        Manajer tidak memiliki kegiatan tambahan diluar tugasnya.

                                                                                                                                                            d)       Manajer lebih menyukai gaya supervisi fleksibel.

                                                                                                                                                            BAB IX

                                                                                                                                                            PENYUSUNAN PERSONALIA

                                                                                                                                                            Pengertian wewenang, delegasi dan desentralisasi

                                                                                                                                                            Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu atau menolak sesuatu untuk mencapai tujuan perusahaan/lembaga.

                                                                                                                                                            Delegasi (delegation) adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu.

                                                                                                                                                            Desentralisasi (decentralization) adalah konsep penyebaran atau konsep peluasan kekuasaan dan pembuatan keputusan ke tingkatan organisasi yang lebih rendah.

                                                                                                                                                            Jenis-jenis wewenang

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. wewenang lini (lini authority) adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung dalam bentuk rantai perintah.
                                                                                                                                                            2. wewenang staff (staff authority) adalah hak yang dipunyai oleh staf tertentu atau orang yang ahli untuk menyarankan, memberi saran, dan pendapat kepada bagian kepegawaian.
                                                                                                                                                            3. wewenang staff fungsional (functional staff authority) adalah hubungan yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini. Biasanya wewenang dijalankan sesuai jabatan dan skill masing-masing.

                                                                                                                                                            Pendelegasian wewenang yang efektif

                                                                                                                                                            Menggunakan berbagai prinsip :

                                                                                                                                                            1. Prinsip skalar

                                                                                                                                                            Harus ada garis wewenang yang jelas mengalir setingkat demi setingkat dari tingkat organisasi teratas hingga terbawah, untuk mengetahui :

                                                                                                                                                            • Kepada siapa dia dapat mendelegasikan ?
                                                                                                                                                            • Dari siapa dia akan menerima delegasi ?
                                                                                                                                                            • Kepada siapa dia harus memberikan pertanggungjawaban ?

                                                                                                                                                            Untuk menghindari terjadinya :

                                                                                                                                                            • Gaps, tugas tugas yang tidak ada penanggung jawabnya.
                                                                                                                                                            • Overlaps, tanggung jawab atas tugas yang sama diberikan kepada banyak staf.
                                                                                                                                                            • Splits, tanggung jawab atas tugas yang sama diberiken kepada lebih dari satu unit perusahaan/banyak cabang perusahaan/anak prshn.
                                                                                                                                                            1. Prinsip kesatuan perintah

                                                                                                                                                            Menyatakan bahwa setiap bawahan dalam organisasi seharusnya melapor hanya kepada seorang atasan. Bawahan pun dapat mengindari tanggung jawab atas pelaksanaan tugas yang jelek dengan alas an banyaknya tugas dari atasan lain.

                                                                                                                                                            1. Prinsip tanggung jawab

                                                                                                                                                            Prinsip ini menyatakan bahwa :

                                                                                                                                                            • Agar organisasi dapat menggunakan sumber dayanya dengan lebih baik, tanggung jawab untuk tugas tertentu diberikan kepada staf dibawahnya.
                                                                                                                                                            • Konsekuensi wajar peranan tersebut adalah bahwa setiap individu dalam organisasi harus diberi wewenang seperlunya saja.
                                                                                                                                                            • Bagian penting dari delegasi tanggung jawab dan wewenang adalah akuntabilitas penerimaan tanggung jawab.

                                                                                                                                                            Sentralisasi dan desentralisasi

                                                                                                                                                            Sentralisasi adalah pemusatan kekuasaan dan wewenang atas suatu organisasi. Desentralisasi adalah penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan-keputusan tingkat organisasi terendah.

                                                                                                                                                            Faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi :

                                                                                                                                                            1. filsafat manajemen, banyak manajer puncak yang sangat otokratik dan menginginkan pengawasan pusat yang kuat, yang dapat mempengaruhi kesediaan manajemen dalam wewenang.
                                                                                                                                                            2. ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi, dimana organiasasi inefisien bila semua wewenang pembuatan keputusan ada pada satu atau beberapa manajer puncak saja.
                                                                                                                                                            3. strategi dan lingkungan organisasi.
                                                                                                                                                            4. penyebaran geografis organisasi.
                                                                                                                                                            5. tersedianya peralatan pengawasan yang efektif.
                                                                                                                                                            6. kualitas manajer.
                                                                                                                                                            7. diversifikasi produk.
                                                                                                                                                            8. watak organisasi lain.

                                                                                                                                                            BAB X

                                                                                                                                                            MOTIVASI

                                                                                                                                                            Arti dan Peranan Motivasi

                                                                                                                                                            Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia sebagai subyek terpenting bagi manajer.

                                                                                                                                                            Dengan adanya motivasi, maka manajer dapat memahami perilaku orang-orang yang dipimpinnya apakah bias dipacu untuk lebih maju ke depannya atau tidak, sebagai peran utama motivasi.

                                                                                                                                                            Beberapa Teori Tentang Motivasi

                                                                                                                                                            Teori-teori Motivasi :

                                                                                                                                                            1. Teori-teori petunjuk (prescriptive theory)

                                                                                                                                                            Mengemukakan bagaimana memacu karyawan untuk dapat bekerja sesuai target yang ditetapkan oleh perusahaan/lembaga.

                                                                                                                                                            1. Teori-teori isi (content theories)

                                                                                                                                                            Disebut teori kebutuhan, adalah berkenaan dengan pertanyaan apa penyebab-penyebab perilaku atau memusatkan pada pertanyaan apa dari motivasi.

                                                                                                                                                            1. Teori-teori proses (processes theory)

                                                                                                                                                            Berkenaan dengan bagaimana perilaku dimulai dan dilaksanakan atau menjelaskan aspek bagaimana dari motivasi.

                                                                                                                                                            Teori-teori Isi

                                                                                                                                                            Abraham H. Maslow

                                                                                                                                                            Disebut teori kebutuhan manusia yang berpangkal pada :

                                                                                                                                                            1. kebutuhan-kebutuhan manusia dapat disusun dalam suatu hirarki dari yang terendah ke hirarki yang tertinggi.
                                                                                                                                                            2. suatu kebutuhan yang telah terpuaskan berhenti menjadi motivator utama dari perilaku.

                                                                                                                                                            Menurutnya, manusia akan didorong untuk memenuhi kebutuhan yang paling kuat sesuai waktu, keadaan, dan pengalamannya.

                                                                                                                                                            Kegunaan teori ini :

                                                                                                                                                            1. digunakan untuk memperjelas dan memperkirakan tidak hanya perilaku individual tetapi juga kelompok dengan melihat rataan kebutuhan mereka.
                                                                                                                                                            2. membuktikan bila tingkat kebutuhan terendah dapat terpuaskan, faktor tersebut akan berubah menjadi motivator penting dari perilaku dalam situasi tertentu.

                                                                                                                                                            Frederick Herzberg

                                                                                                                                                            Disebut teori pemeliharaan, dimana para karyawan baru cenderung memusatkan perhatiannya pada tingkat kebutuhan lebih rendah alam pekerjaan pertama mereka, terutama keselamatan kerja.

                                                                                                                                                            Herzberg dan kawan-kawannya menemukan faktor penentu kepuasan dan ketidakpuasan kerja :

                                                                                                                                                            1. prestasi dan semangat kerja
                                                                                                                                                            2. kemampuan dan kepuasan kerja
                                                                                                                                                            3. perlindungan dan keselamatan kerja
                                                                                                                                                            4. penghargaan dan tanggung jawab
                                                                                                                                                            5. kemajuan dan peningkatan karir

                                                                                                                                                            David McClelland

                                                                                                                                                            Ia dan kawan-kawannya menemukan adanya korelasi positif antara kebutuhan berprestasi dengan prestasi dan sukses pelaksanaan. Melalui riset empiriknya, ia mengemukakan bahwa usahawan, ilmuwan dan professional mempunyai tingkat motivasi prestasi diatas rata-rata.

                                                                                                                                                            Adapun ciri-ciri orang yang berprestasi dalam karir menurutnya adalah :

                                                                                                                                                            1. menyukai pengambilan resiko yang layak sebagai fungsi keterampilan.
                                                                                                                                                            2. mempunyai kecenderungan untuk menetapkan tujuan-tujuan prestasi yang layak dan menghadapi resiko yang sudah diperhitungkan.
                                                                                                                                                            3. mempunyai kebutuhan yang kuat akan umpan balik tentang apa yang telah dikerjakannya.
                                                                                                                                                            4. mempunyai keterampilan dalam perencanaan jangka panjang dan memiliki kemampuan berorganisasi dengan baik.

                                                                                                                                                            Teknik-teknik Motivasi

                                                                                                                                                            Ada 4 (empat) teknik yang dapat dipergunakan manajer untuk mengubah perilaku bawahan :

                                                                                                                                                            1. penguatan positif, berupa penguat pribadi, seperti minuman, makanan, penghargaan berujud hadiah, promosi dan uang.
                                                                                                                                                            2. penguatan negatif, dimana individu akan mempelajari perilaku yang membawa akibat yang menyebalkan lalu mencoba unuk tidak mengulangi perilaku tersebut.
                                                                                                                                                            3. pemadaman, berupa cara yang dilakukan dengan peniadaan penguatan.
                                                                                                                                                            4. hukuman, melalui mana manajer mencoba untuk mengubah perilaku bawahan yang tidak tepat dengan pemberian akibat buruk.

                                                                                                                                                            BAB XI

                                                                                                                                                            KOMUNIKASI

                                                                                                                                                            Arti dan Peranan Komunikasi

                                                                                                                                                            Komunikasi memiliki dua arti :

                                                                                                                                                            1. proses dimana fungsi-fungsi manajemen  seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai.
                                                                                                                                                            2. kegiatan dimana para manajer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka.

                                                                                                                                                            Peranan komunikasi, memungkinkan manajer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka, dimana info harus dikomunikasikan kepada manajer agar mereka memiliki dasar-dasar perencanaan ke depan yang kuat, sehingga kinerja perusahaan diharapkan meningkat.

                                                                                                                                                            Proses komunikasi

                                                                                                                                                            Dilakukan melalui model :

                                                                                                                                                            1. Komunikasi antar pribadi
                                                                                                                                                            • Sumber (source)
                                                                                                                                                            • Penerjemahan berita (encoding)
                                                                                                                                                            • Pengiriman berita (transmitting the message)
                                                                                                                                                            • Penerimaan berita
                                                                                                                                                            • Penerjemahan kembali berita
                                                                                                                                                            • Saluran komunikasi
                                                                                                                                                            • Struktur wewenang organisasi
                                                                                                                                                            • Spesialisasi jabatan
                                                                                                                                                            • Pemilihan informasi
                                                                                                                                                            • Jaringan komunikasi
                                                                                                                                                            1. Komunikasi organisasional

                                                                                                                                                            Jaringan Komunikasi

                                                                                                                                                            Ada 4 (empat) macam jaringan komunikasi :

                                                                                                                                                            1. Lingkaran

                                                                                                                                                            Dalam jaringan lingkaran, sebagai contoh, B hanya dapat berkomunikasi dengan A dan C. Untuk berkomunikasi dengan E, B harus melalui A atau melalui C dan D.

                                                                                                                                                            1. Rantai

                                                                                                                                                            Menunjukkan dua bawahan (A dan E) yang melapor lepada atasan mereka (B dan D), yang selanjutnya oleh B dan D dilaporkan ke C.

                                                                                                                                                            1. Huruf “Y”

                                                                                                                                                            Bisa terdapat dalam bagian sekretariat dimana surat-surat diterima oleh E, disortir oleh D dan didistribusikan oleh C.

                                                                                                                                                            1. Bintang

                                                                                                                                                            C dapat berkomunikasi langsung dengan A, B, D, dan E, walaupun mereka ini tidak dapat berkomunikasi langsung satu sama lain, sebagai contoh, empat tenaga penjual (A, B, D, dan E) melapor ke manajer cabang (C).

                                                                                                                                                            Saluran Komunikasi

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. Komunikasi vertikal

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            • Komunikasi ke bawah (downward communication) dimulai dari manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah melalui tingkatan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia paling bawah.
                                                                                                                                                            • Komunikasi ke atas (upward communication) dimulai dari personalian paling bawah dan karyawan lini kemudian mengalir ke atas ke manajemen puncak.
                                                                                                                                                            1. Komunikasi lateral atau horizontal

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            • Komunikasi di antara para anggota dalam kelompok kerja yang sama.
                                                                                                                                                            • Komunikasi yang terjadi antara dan diantara departemen-departemen pada tingkatan organisasi yang sama.
                                                                                                                                                            1. Komunikasi diagonal

                                                                                                                                                            Merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintah organisasi. Hal ini sering terjadi sebagai hasil hubungan-hubungan departemen lini dan staf.

                                                                                                                                                            Hambatan-hambatan Komunikasi

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. hambatan-hambatan organisasional

                                                                                                                                                            terdiri dari :

                                                                                                                                                            • tingkatan hirarki

                                                                                                                                                            bila suatu organisasi tumbuh strukturnya berkembang, akan menimbulkan berbagai masalah komunikasi. Karena berita harus melalui tingkatan (jenjang) tambahan, yang memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai tempat tujuan dan cenderung menjadi berkurang ketepatannya.

                                                                                                                                                            • Wewenang  manajerial

                                                                                                                                                            Tanpa wewenang untuk membuat keputusan tidak mungkin manajer dapat mencapai tujuan dengan efektif. Tetapi dilain pihak, pada kenyataannya bahwa seseorang yang mengendalikan orang lain juga menimbulkan hambatan-hambatan terhadap komunikasi.

                                                                                                                                                            • Spesialisasi

                                                                                                                                                            Meskipun spesialisasi adalah prinsip dasar organisasi tetapi juga menciptakan masalah-masalah komunikasi, dimana hal ini cenderung memisahkan orang-orang, bahkan bila mereka bekerja saling berdekatan. Perbedaan fungsi, kepentingan dan istilah-istilah dalam pekerjaan dapat membuat orang-orang merasa bahwa mereka hidup dalam dunia yang berbeda. Akibatnya, dapat menghalangi perasaan memasyarakat, membuat sulit memahami, dan mendorong terjadinya berbagai kesalahan.

                                                                                                                                                            1. hambatan-hambatan antar pribadi

                                                                                                                                                            dipengaruhi oleh :

                                                                                                                                                            • persepsi selektif

                                                                                                                                                            adalah suatu proses yang menyeluruh dengan mana seseorang menyeleksi, mengorganisasikan, dan mengartikan segala sesuatu di lingkungannya.

                                                                                                                                                            • status atau kedudukan komunikator

                                                                                                                                                            berupa kecenderungan untuk menilai, mempertimbangkan dan membentuk pendapat dan dasar-dasar karakteristik-karakteristik pengirim informasi.

                                                                                                                                                            • keadaan membela diri

                                                                                                                                                            berupa perasaan pembelaan diri pada pengirim, penerima berita atau keduanya juga menimbulkan hambatan-hambatan komunikasi. Biasanya berupa defensif yang dilakukan oleh staf untuk mempertahankan haknya.

                                                                                                                                                            • pendengaran lemah

                                                                                                                                                            disebabkan karena mendengar hanya sesaat saja, memberikan pengaruh, menunjukkan tanda-tanda kejengkelan atau kebosanan terhadap pembicaraan, dan mendengar setengah-setengah.

                                                                                                                                                            • ketidaktepatan penggunaan bahasa

                                                                                                                                                            berupa anggapan bahwa pengertian terletak pada kata-kata yang digunakan.

                                                                                                                                                            Komunikasi yang efektif

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. Kesadaran akan kebutuhan

                                                                                                                                                            Pentingnya komunikasi menyebabkan banyak perusahaan besar menggunakan para ahli komunikasi. Para spesialis komunikasi membantu perbaikan komunikasi dengan bantuannya kepada para penyelia memecahkan masalah-masalah komunikasi internai dan eksternal.

                                                                                                                                                            1. Penggunaan umpan balik

                                                                                                                                                            Cara manajer berkomunikasi dengan para bawahannya dapat menentukan jumlah umpan balik yang akan mereka terima. Disamping itu, tipe komunikasi yang digunakan dan lingkungan komunikasi penting dalam penentuan umpan balik macam apa yang akan didapatkannya.

                                                                                                                                                            1. Menjadi komunikator yang lebih efektif

                                                                                                                                                            Salah satu peralatan yang digunakan secara efektif oleh para psikolog, pembimbing, dan orang-orang yang profesinya memerlukan pemahaman yang mendalam tentang klien mereka, yaitu mendengar aktif (active listening), untuk mengembangkan dimensi baru keterampilan manajemen para manajer.

                                                                                                                                                            1. Pedoman komunikasi yang baik

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            • Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dahulu sebelum diutarakan.
                                                                                                                                                            • Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi.
                                                                                                                                                            • Pertimbangkan keadaan fisik manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akan dilakukan.
                                                                                                                                                            • Konsultasikan dengan pihak lain, bila perlu, dalam perencanaan komunikasi.
                                                                                                                                                            • Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai isi dasar berita selama berkomunikasi.
                                                                                                                                                            • Jadilah pendengar yang baik, berkomunikasi tidak hanya untuk dimengerti tetapi untuk mengerti.

                                                                                                                                                            BAB XII

                                                                                                                                                            KEPEMPIMPINAN

                                                                                                                                                            Pengertian Kepemimpinan

                                                                                                                                                            Menurut Stoner, kepemimpinan (leadership) dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari beberapa anggota yang saling berhubungan tugasnya.

                                                                                                                                                            Ruang lingkup kepemimpinan :

                                                                                                                                                            1. menyangkut orang lain, bawahan, staf
                                                                                                                                                            2. menyangkut pembagian kekuasaan antara manajer dan staf
                                                                                                                                                            3. pemimpin dapat mempergunakan pengaruhnya yang baik kepada bawahan masing-masing.

                                                                                                                                                            Pendekatan Kepemimpinan

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat (traits) yang tampak.
                                                                                                                                                            2. pendekatan perilaku-perilaku (behaviours) pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan efektif.
                                                                                                                                                            3. pendekatan situasional (situational), menganggap bahwa kondisi yang menentukan efektivitas kepemimpinan bervariasi dengan situasi – tugas-tugas yang dilakukannya, keterampilan dan pengharapan bawahan, lingkungan organisasi, pengalaman masa lalu pemimpin dan bawahan.

                                                                                                                                                            Beberapa Teori Kepemimpinan

                                                                                                                                                            Teori X dan teori Y dari McGregor :

                                                                                                                                                            1. Anggapan-anggapan teori X
                                                                                                                                                            • Umumnya pembawaan manusia malas dan ingin enaknya saja dalam bekerja.
                                                                                                                                                            • Karena karakteristik itu, orang harus dipaksa, diawasi, dan diarahkan, atau diancam dengan hukuman agar mereka menjalankan tugas untuk mencapai tujuan organisasi.
                                                                                                                                                            • Umumnya manusia lebih menyukai diarahkan, ingin menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi lebih kecil, dan menginginkan jaminan hidup yang layak.
                                                                                                                                                            • Penggunaan usaha fisik dan mental dalam bekerja adalah kodrat manusia.
                                                                                                                                                            • Pengawasan dan ancaman hukuman eksternal bukanlah satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organisasi.
                                                                                                                                                            • Keterikatan pada tujuan merupakan fungsi dari penghargaan yang berhubungan dengan prestasi mereka.
                                                                                                                                                            • Biasanya, manusia dalam kondisi yang layak, belajar tidak hanya untuk menerima, tetapi mencari tanggung jawab.
                                                                                                                                                            1. Anggapan-anggapan teori Y

                                                                                                                                                            Tipe Kepemimpinan

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. kepemimpinan berorientasi tugas (task oriented leaderships), dimana manajer mengarahkan dan mengawasi bawahan secara langsung dan tertutup untuk menjamin bahwa tugas-tugas sudah dikerjakan dengan baik.
                                                                                                                                                            2. kepemimpinan berorientasi karyawan (staff oriented leaderships), dimana manajer mendorong karyawan untuk melaksanakan tugas-tugas dengan memberikan kesempatan bawahan untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan.

                                                                                                                                                            BAB XIII

                                                                                                                                                            MANAJEMEN KONFLIK

                                                                                                                                                            Pengertian Konflik

                                                                                                                                                            Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antagonistis antara dua pihak atau lebih. Konflik organisasi (organizational conflict) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber dayanya yang terbatas/melaksanakan tugas diluar keahlian mereka.

                                                                                                                                                            Jenis-jenis Konflik

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. Konflik dalam diri individu, muncul bila seseorang menghadapi ketidakpastian tentang karier yang diharapkan.
                                                                                                                                                            2. Konflik antar individu seorganisasi, muncul bila terjadi berbagai perbedaan kepentingan termasuk perselisihan paham di dalam kantor.
                                                                                                                                                            3. Konflik antar individu dan kelompok, biasanya berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka.
                                                                                                                                                            4. Konflik antar kelompok seorganisasi, muncul bila ada perbedaan kepentingan antar kelompok.
                                                                                                                                                            5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara, misalnya kondisi ekonomi Indonesia yang belum pulih 100% sejak 1997.

                                                                                                                                                            Sumber-sumber Konflik

                                                                                                                                                            Terjadi karena :

                                                                                                                                                            1. Kesalahan-kesalahan manajemen dalam perancangan dan pengelolaan organisasi.
                                                                                                                                                            2. Perbedaan kepentingan dan tujuan dalam organisasi.
                                                                                                                                                            3. Perbedaan pendapat antar individu dan kelompok.
                                                                                                                                                            4. Adanya pihak yang tidak menginginkan terjadinya kesepahaman atau kemajuan dalam organisasi.
                                                                                                                                                            5. Salah satu atau beberapa orang dalam organisasi merasa tidak puas dengan keputusan yang ditetapkan oleh manajer.

                                                                                                                                                            Metode Pengelolaan Konflik

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. Stimulasi konflik dalam satuan-satuan organisasi dimana kegiatan lambat karena tingkat konflik terlalu rendah.

                                                                                                                                                            Langkah utamanya :

                                                                                                                                                            • Pemasukan atau penempatan orang luar ke dalam kelompok.
                                                                                                                                                            • Penyusunan kembali organisasi.
                                                                                                                                                            • Penawaran bonus, pembayaran insentif dan penghargaan untuk mendorong persaingan.
                                                                                                                                                            • Pemilihan manajer-manajer yang tepat.
                                                                                                                                                            • Perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan.
                                                                                                                                                            1. Pengurangan atau penekanan konflik bila terlalu tinggi atau menurunkan produktivitas.

                                                                                                                                                            Langkah utamanya :

                                                                                                                                                            • Mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan dengan tujuan yang lebih bias diterima kedua kelompok.
                                                                                                                                                            • Mempersatukan kedua kelompok yang bertentangan untuk menghadapi ancaman atau musuh yang sama.
                                                                                                                                                            1. Penyelesaian konflik.

                                                                                                                                                            Jadi, disini konflik diselesaikan dengan cara ;

                                                                                                                                                            • Dominasi dan penekanan, dilakukan dengan kekerasan (forcing), penenangan (smoothing), penghindaran (avoidance), dan aturan mayoritas (majority rules).
                                                                                                                                                            • Kompromi, dimana manajer menyelesaikan konflik melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak yang bersangkutan. Biasanya melalui arbitrase (perwasitan hukum), dan penyuapan (bribing).
                                                                                                                                                            • Pemecahan masalah integratif, dalam metode ini, konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui teknik solusi problem.

                                                                                                                                                            Penanggulangan Konflik

                                                                                                                                                            Dilakukan dengan cara :

                                                                                                                                                            1. Tanggung jawab lini dan staf harus ditegaskan.

                                                                                                                                                            Para anggota lini bertanggung jawab atas keputusan-keputusan operasional organisasi dimana mereka bebas menentukan sendiri cara-cara yang bisa memajukan perusahaan.

                                                                                                                                                            1. Menyatukan kegiatan-kegiatan lini dan staf.

                                                                                                                                                            Saran-saran staf akan lebih realistik bila berkonsultasi lebih dulu dengan anggota lini dalam proses penyusunan saran-saran mereka. Konsultasi staf-lini juga akan membuat para anggota lini bersedia menerapkan ide-ide staf.

                                                                                                                                                            1. Mengajarkan lini untuk menggunakan staf.

                                                                                                                                                            Manajer lini akan lebih mudah memanfaatkan keahlian staf bila mereka mengetahui kegunaan staf spesialis bagi mereka.

                                                                                                                                                            1. Mendapatkan pertanggungjawaban staf atas hasil-hasil.

                                                                                                                                                            Para anggota lini akan lebih siap melaksanakan saran-saran staf bila para anggota staf ikut bertanggung jawab atas kegagalan yang terjadi. Pertanggung jawaban ini juga akan membuat para anggota staf lebih berhati-hati dalam menyusun saran-saran mereka.

                                                                                                                                                            BAB XIV

                                                                                                                                                            PENGAWASAN

                                                                                                                                                            Arti dan Peranan Pengawasan

                                                                                                                                                            Pengawasan dapat diartikan sebagai proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai.

                                                                                                                                                            Menurut Robert J. Mockler, pengawasan manajemen adalah suatu usaha yang tersusun rapi guna menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

                                                                                                                                                            Peranan pengawasan sangatlah berguna dalam menilai apakah perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, dan pengarahan telah dilaksanakan secara tepat guna.

                                                                                                                                                            Proses Pengawasan

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. Penetapan standar

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            • Standar fisik, meliputi kuantitas barang atau jasa, jumlah langganan atau mutu produk.
                                                                                                                                                            • Standar moneter, yang ditunjukkan dalam rupiah dan mencakup biaya tenaga kerja, biaya penjualan, laba kotor, pendapatan penjualan, dan sejenisnya.
                                                                                                                                                            • Standar waktu, meliputi kecepatan produksi atau batas waktu suatu pekerjaan harus diselesaikan.
                                                                                                                                                            1. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan

                                                                                                                                                            Disini, diberlakukan penentuan pelaksanaan kegiatan secara tepat melalui berapa kali, dalam bentuk apa, dan siapa saja pihak yang terlibat.

                                                                                                                                                            1. Pengukuran pelaksanaan kegiatan

                                                                                                                                                            Dilakukan dengan cara :

                                                                                                                                                            • Pengamatan (observasi)
                                                                                                                                                            • Laporan lisan dan tertulis
                                                                                                                                                            • Metode-metode otomatis
                                                                                                                                                            • Inspeksi, pengujian dan pengambilan sampel
                                                                                                                                                            1. Pembandingan  pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan (apakah sesuai rencana atau tidak)
                                                                                                                                                            2. Pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan

                                                                                                                                                            Berupa :

                                                                                                                                                            • Mengubah standar mula-mula (terlalu tinggi atau terlalu rendah)
                                                                                                                                                            • Mengubah ukuran pelaksanaan (bila perlu mangganti sistem atau rencana)
                                                                                                                                                            • Mengubah cara menganalisa dan menginterpretasikan

                                                                                                                                                            Jenis-jenis Pengawasan

                                                                                                                                                            Terdiri dari ;

                                                                                                                                                            1. Pengawasan pendahuluan (feedforward control)

                                                                                                                                                            Dirancang untuk mengantisipasi masalah-masalah atau penyimpangan-penyimpangan dari standar dan tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.

                                                                                                                                                            1. Pengawasan sejajar (concurrent control)

                                                                                                                                                            Merupakan suatu cara dimana aspek tertentu dari suatu prosedut harus disetujui dulu atau syarat tertentu harus dipahami dulu sebelum kegiatan-kegiatan dilanjutkan.

                                                                                                                                                            1. 3. Pengawasan umpan balik (feedback control)

                                                                                                                                                            Disini, dilakukan pengukuran atas hasil-hasil dari suatu aktivitas yang telah diselesaikan apakah sesuai rencana atau tidak.

                                                                                                                                                            Pengantar Akun. 1

                                                                                                                                                            Pengantar Akuntansi 1

                                                                                                                                                            PENULIS : Ahmad Rahadian, SH.,MM

                                                                                                                                                            Bab 1

                                                                                                                                                            Pengantar Akuntansi

                                                                                                                                                            Pengantar Akuntansi

                                                                                                                                                            Akuntansi dapat didefinisikan dari 2 (dua) sudut, yaitu :

                                                                                                                                                            1. Pemakai

                                                                                                                                                            Ditinjau dari sudut pemakainya, akuntansi adalah suatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melakukan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.

                                                                                                                                                            1. Tahap Kegiatan

                                                                                                                                                            Akuntansi merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi.

                                                                                                                                                            Siklus Akuntansi

                                                                                                                                                            Disebut juga proses akuntansi, yang terdiri dari pencatatan, penggolongan, peringkasan atau pengikhtisaran, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan perusahaan.

                                                                                                                                                            Kegiatan pencatatan dan penggolongan adalah proses yang dilakukan secara rutin dan berulangkali dalam transaksi keuangan. Sedangkan kegiatan pelaporan dan penganalisisan biasanya hanya dilakukan pada waktu tertentu.

                                                                                                                                                            Sasaran dan Tujuan

                                                                                                                                                            Dilihat dari sasaran dan tujuannya, akuntansi dapat dibagi menjadi :

                                                                                                                                                            1. Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang bertujuan utama menghasilkan laporan keuangan untuk kepentingan pihak luar. Yang dimaksud pihak luar adalah pihak-pihak di luar perusahaan, seperti investor, kreditur, BUMN, dan lain.
                                                                                                                                                            2. Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang bertujuan utama menghasilkan informasi untuk kepentingan manajemen.  Biasanya berkaitan dengan pengambilan keputusan manajemen terkait kemajuan perusahaan.

                                                                                                                                                            Konsep dan Prinsip Akuntansi

                                                                                                                                                            Konsep yang paling mendasar dalam akuntansi adalah entitas atau kesatuan usaha. Kesatuan usaha akuntansi adalah suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri, terpisah dari organisasi atau individu lain.

                                                                                                                                                            Konsep ini penting artinya dalam menilai keadaan keuangan dan hasil usaha yang dicapai suatu organisasi atau bagian dari organisasi.

                                                                                                                                                            Tanpa konsep ini, maka laporan keuangan akan menjadi kacau, karena apa yang tercantum dalam laporan keuangan suatu organisasi mungkin dimasuki kejadian-kejadian keuangan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan organisasi tersebut.

                                                                                                                                                            Prinsip akuntansi terdiri dari :

                                                                                                                                                            • Prinsip obyektivitas (keterbukaan)

                                                                                                                                                            Catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya sebagai laporan yang menyajikan informasi yang tepat dan berguna.

                                                                                                                                                            • Prinsip cost (biaya)

                                                                                                                                                            Bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya. Meskipun pembeli tahu bahwa harga mungkin bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat dengan hasil yang sesungguhnya disepakati dalam transaksi.

                                                                                                                                                            Bab 2

                                                                                                                                                            Persamaan Akuntansi Perusahaan Jasa

                                                                                                                                                            Dokumen Transaksi Keuangan

                                                                                                                                                            Merupakan semua rahasia perusahaan yang berisikan transaksi (jual-beli) antara perusahaan dengan konsumen, biasanya berupa omset yang diperoleh setiap harinya.

                                                                                                                                                            Dokumen transaksi keuangan diungkapkan dalam bentuk laporan keuangan, yang terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. Neraca, atau laporan posisi keuangan adalah suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada saat tertentu.
                                                                                                                                                            2. Aktiva, adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang. Misalnya tanah, gedung, mesin.
                                                                                                                                                            3. Kewajiban, adalah utang yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada suatu saat tertentu di masa yang akan datang, dari konsumen kepada perusahaan.
                                                                                                                                                            4. Modal, merupakan hak pemilik perusahaan atas harta kekayaan (aktiva) perusahaan.
                                                                                                                                                            5. Laporan rugi-laba, adalah laporan yang disusun dengan maksud untuk menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.
                                                                                                                                                            6. Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan adanya unsur laba dan rugi yang dapat mempengaruhi keuangan perusahaan atau pemilik modal.

                                                                                                                                                            Persamaan Akuntansi

                                                                                                                                                            Yaitu suatu persamaan yang menunjukkan bahwa jumlah semua harta atau sumber-sumber yang tercantum pada sisi kiri adalah berasal dari kreditur dan pemilik. Sebaliknya, kontribusi kreditur dan pemilik harus sama dengan jumlah harta perusahaan.

                                                                                                                                                            Hubungan ini dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan akuntansi sebagai berikut :

                                                                                                                                                            Aktiva              =   Kewajiban             +          Modal

                                                                                                                                                            (Harta)                  (Utang)                    (Dana Masuk)

                                                                                                                                                            Misalkan : Utang perusahaan = Rp 1.000.000,00

                                                                                                                                                            Modal perusahaan = Rp 21.000.000,00

                                                                                                                                                            Harta perusahaan ?

                                                                                                                                                            = Utang perusahaan + Modal perusahaan

                                                                                                                                                            = Rp 1.000.000,00 + Rp 21.000.000,00

                                                                                                                                                            = Rp 22.000.000,00

                                                                                                                                                            Jika harta perusahaan = Rp 100.000.000,00

                                                                                                                                                            Modal perusahaan = Rp 70.000.000,00

                                                                                                                                                            Utang perusahaan ?

                                                                                                                                                            Harta = Utang + Modal

                                                                                                                                                            Rp 100 jt = Utang + Rp 70.000.000,00

                                                                                                                                                            Utang = Harta – Modal

                                                                                                                                                            = Rp 100 jt – Rp 70 jt = Rp 30 jt.

                                                                                                                                                            Jika utang perusahaan = Rp 5.000.000,00

                                                                                                                                                            Harta perusahaan = Rp 25.000.000,00

                                                                                                                                                            Berapa modalnya ?

                                                                                                                                                            Harta = Utang + Modal

                                                                                                                                                            Rp 25 jt  =  Rp 5.000.000,00 + modal

                                                                                                                                                            Modal = Harta – Utang

                                                                                                                                                            = Rp 25.000.000,00 – Rp 5.000.000,00

                                                                                                                                                            = Rp 20.000.000,00

                                                                                                                                                            Buatlah neraca/laporan keuangannya !

                                                                                                                                                            Jawab :

                                                                                                                                                            Aktiva                          Kewajiban

                                                                                                                                                            Kas                  Rp 25jt

                                                                                                                                                            Peralatan          Rp  5jt-

                                                                                                                                                            Modal Deb        Rp 20jt-

                                                                                                                                                            Jumlah  aktv      Rp 20jt  Jumlah pssv      Rp 20 jt

                                                                                                                                                            Mekanisme Debit Kredit

                                                                                                                                                            Debit (debt) merupakan pemasukan yang diterima oleh perusahaan sebagai bukti balik modal, sedangkan kredit (credit) merupakan pengeluaran dana perusahaan sebagai bukti adanya tagihan-tagihan yang harus dibayar.

                                                                                                                                                            Adapun mekanisme debit kredit adalah :

                                                                                                                                                            1. Kas (+) : Debit, Kas (-) : Kredit
                                                                                                                                                            2. Modal (+) : Kredit, Modal (-) : Debit
                                                                                                                                                            3. Pembelian (+) : Debit, Pembelian (-) : Kredit
                                                                                                                                                            4. Penjualan (+) : Kredit, Penjualan (-) : Debit
                                                                                                                                                            5. Pendapatan (+) : Kredit, Pendapatan (-) :Debit
                                                                                                                                                            6. Beban (+) : Debit, Beban (-) : Kredit
                                                                                                                                                            7. Utang (+) : Kreditm Utang (-) : Debit
                                                                                                                                                            8. Retr. Pnjln (+) : Debit, Retr. Pnjln (-) : Kredit
                                                                                                                                                            9. Retr. Pmbln (+) : Kredit, Retr. Pmbln (-) : Debit

                                                                                                                                                            Pengaruh Transaksi Keuangan terhadap Persamaan Akuntansi

                                                                                                                                                            Pengaruhnya adalah bahwa neraca menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada saat tertentu, dimana jumlah harta perusahaan selalu sama dengan jumlah kewajiban dan modal.

                                                                                                                                                            Contoh soal :

                                                                                                                                                            1. Pada tanggal 1 Desember 2006, Nyonya Cindy mendirikan salon kecantikan “Cindy’s Saloon”. Pada tanggal tersebut, ia menyerahkan uang tunai sebesar Rp 100.000.000,00 sebagai setoran modalnya. Bagaimanakah pengaruh transaksi ini terhadap persamaan akuntansi perusahaan ?

                                                                                                                                                            Jawaban :

                                                                                                                                                            Aktiva =      Kewajiban +      Modal

                                                                                                                                                            Kas                                                       uang

                                                                                                                                                            Rp 100jt                                         + Rp 100jt

                                                                                                                                                            Neraca yang akan disusun :

                                                                                                                                                            Aktiva                                   Kewajiban

                                                                                                                                                            Kas               Rp 100jt

                                                                                                                                                            Modal

                                                                                                                                                            Modal Ny. Cindy   Rp 100JT

                                                                                                                                                            Jumlah          Rp 100jt    Jumlah                    Rp 100jt

                                                                                                                                                            1. Pada tanggal 1 Desember 2006, ia juga membeli peralatan salon seperti kursi, alat pengering rambut dan alat keriting rambut seharga Rp 10.000.000,00 secara tunai. Transaksi pembelian peralatan ini menyebabkan aktiva kas berkurang Rp 10.000.000,00 dan aktiva peralatan salon bertambah dengan Rp 100.000.000,00. Bagaimana pengaruh transaksi ini terhadap persamaan akuntansi :

                                                                                                                                                            Jawaban :

                                                                                                                                                            Aktiva                     =        Kewajiban   +  Modal

                                                                                                                                                            Kas + Peralatan                                    Modal Cindy

                                                                                                                                                            (+)Rp 100jt                                           (+) Rp 100jt

                                                                                                                                                            (-) Rp   10jt + Rp 10jt

                                                                                                                                                            Saldo Rp 90jt  + Rp 10jt                            Rp 100jt

                                                                                                                                                            Neraca yang perlu dibuat :

                                                                                                                                                            Aktiva                                Pasiva

                                                                                                                                                            Kas          Rp   90jt

                                                                                                                                                            Peralatan  Rp  10jt

                                                                                                                                                            Modal

                                                                                                                                                            Modal Cindy     Rp 100jt

                                                                                                                                                            Jumlah      Rp 100jt     Jumlah              Rp 100jt

                                                                                                                                                            Disamping soal diatas, rumus persamaan akuntansi dapat pula menyesuaikan waktu, seperti :

                                                                                                                                                            Aktiva           =       Kewajiban    +     Modal

                                                                                                                                                            Kas + Prlngk + Prltn        Utang Dag.         Modal Cindy

                                                                                                                                                            Dan neracanya akan berbentuk :

                                                                                                                                                            Aktiva                                         Kewajiban

                                                                                                                                                            Kas                                   utang dagang

                                                                                                                                                            Perlengkapan

                                                                                                                                                            Peralatan

                                                                                                                                                            Modal

                                                                                                                                                            Modal Cindy

                                                                                                                                                            Jumlah aktiva                    Jumlah pasiva

                                                                                                                                                            Bab 3

                                                                                                                                                            Proses Pencatatan

                                                                                                                                                            Jurnal

                                                                                                                                                            Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan rekening yang harus didebit dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.

                                                                                                                                                            Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke buku besar, harus dicatat ke dalam jurnal, oleh karena itulah jurnal sering disebut buku catatan pertama (the original entry book).

                                                                                                                                                            Manfaat pemakaian jurnal :

                                                                                                                                                            1. Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi.
                                                                                                                                                            2. Jurnal merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis.
                                                                                                                                                            3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus.
                                                                                                                                                            4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi.
                                                                                                                                                            5. Apabila transaksi dicatat secara langsung ke buku besar dan terjadi kesalahan dalam mencatatnya, maka letak kesalahannya akan sulit ditemukan.

                                                                                                                                                            Prinsip Pembukuan

                                                                                                                                                            Tidak berbeda dengan prinsip akuntansi :

                                                                                                                                                            • Prinsip obyektivitas (keterbukaan)

                                                                                                                                                            Catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada data yang bisa dipercaya sebagai laporan yang menyajikan informasi yang tepat dan berguna.

                                                                                                                                                            • Prinsip cost (biaya)

                                                                                                                                                            Bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya. Meskipun pembeli tahu bahwa harga mungkin bisa ditawar, tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat dengan hasil yang sesungguhnya disepakati dalam transaksi.

                                                                                                                                                            Perkiraan dan Buku Besar

                                                                                                                                                            Perkiraan (account) adalah formulir (media) yang digunakan untuk mengelompokkan transaksi-transaksi yang sejenis ke dalam satu nama kelompok transaksi dan tempat untuk mencata penambahan serta pengurangan yang terjadi dalam kelompok tersebut.

                                                                                                                                                            Perkiraan terdiri dari 3 (tiga) bagian :

                                                                                                                                                            1. Nama perkiraan, yang menjelaskan tentang jenis aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, atau biaya yang dicatat dalam perkiraan tersebut.
                                                                                                                                                            2. Tempat untuk mencatat penambahan perkiraan yang terjadi pada perkiraan yang bersangkutan.
                                                                                                                                                            3. Tempat untuk mencatat pengurangan.

                                                                                                                                                            Buku besar (ledger) adalah kumpulan dari perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan dan yang merupakan suatu kesatuan tersendiri.

                                                                                                                                                            Contoh :

                                                                                                                                                            Nama Perkiraan

                                                                                                                                                            Sebelah kiri                         Sebelah kanan

                                                                                                                                                            (Debit)                                     (Kredit)

                                                                                                                                                            Bentuk Buku Besar

                                                                                                                                                            Terdiri dari :

                                                                                                                                                            1. Buku besar umum (general ledger)

                                                                                                                                                            Buku besar umum adalah catatan pembukuan perusahaan yang memuat seluruh akun laporan keuangan.

                                                                                                                                                            1. Buku besar pembantu (subsidiary ledger)

                                                                                                                                                            Buku besar pembantu adalah catatan pembukuan perusahaan yang diperlkan dalam merinci saldo yang terdapat dalam buku besar umum.

                                                                                                                                                            Contoh buku besar umum:

                                                                                                                                                            Kas

                                                                                                                                                            Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
                                                                                                                                                            Setoran

                                                                                                                                                            Sewa kantor

                                                                                                                                                            Computer

                                                                                                                                                            Meja tulis

                                                                                                                                                            Kertas A4

                                                                                                                                                            PT. LIN

                                                                                                                                                            Bayar Utang

                                                                                                                                                            PT. WM

                                                                                                                                                            Beban gaji

                                                                                                                                                            Bayar utang

                                                                                                                                                            Bayar Utilitas

                                                                                                                                                            30.000.000

                                                                                                                                                            1.850.000

                                                                                                                                                            2.000.000

                                                                                                                                                            7.000.000

                                                                                                                                                            10.000.000

                                                                                                                                                            3.000.000

                                                                                                                                                            1.400.000

                                                                                                                                                            1850.000

                                                                                                                                                            2.000.000

                                                                                                                                                            400.000

                                                                                                                                                            250.000

                                                                                                                                                            30.000.000

                                                                                                                                                            23.000.000

                                                                                                                                                            13.000.000

                                                                                                                                                            10.000.000

                                                                                                                                                            8.600.000

                                                                                                                                                            10.450.000

                                                                                                                                                            8.950.000

                                                                                                                                                            10.950.000

                                                                                                                                                            8.950.000

                                                                                                                                                            8.550.000

                                                                                                                                                            8.300.000

                                                                                                                                                            Piutang Usaha

                                                                                                                                                            Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
                                                                                                                                                            PT. WM 1.5 JT 1.5 JT

                                                                                                                                                            Perlengkapan Kantor

                                                                                                                                                            Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
                                                                                                                                                            Kertas A4

                                                                                                                                                            Kertas F4

                                                                                                                                                            1400000

                                                                                                                                                            400000

                                                                                                                                                            1400000

                                                                                                                                                            400000

                                                                                                                                                            Peralatan Kantor

                                                                                                                                                            Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
                                                                                                                                                            Komputer 14JT 14JT

                                                                                                                                                            Perabot Kantor

                                                                                                                                                            Tgl Keterangan Debit Kredit Saldo
                                                                                                                                                            Meja & kursi 3.000.000 3.000.000

                                                                                                                                                            Cash Basis and Accrual Basis

                                                                                                                                                            Apabila dasar pencatatan akuntansi yang digunakan adalah cash basis, maka pendapatan dan beban akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi (income statements) dalam periode dimana uang kas diterima (untuk pendapatan) dan uang kas dibayarkan (untuk beban).

                                                                                                                                                            Jadi, transaksi pendapatan dan beban yang akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi adalah transaksi yang secara nyata melibatkan arus kas masuk dan arus kas keluar.

                                                                                                                                                            Misalkan, dengan menggunakan dasar pencatatan ini, diperoleh jumlah pendapatan selama periode sebesar Rp 120 juta (uang kas masuk). Sedangkan jumlah beban selama periode sebesar Rp 30 juta (uang kas keluar). Dalam hal ini, maka besarnya net income adalah Rp 90 juta (Rp 120jt – Rp 30jt / pendapatan – beban).

                                                                                                                                                            Sedangkan apabila dasar pencatatan akuntansi yang digunakan adalah accrual basis, maka baik untuk pendapatan maupun beban akan dilaporkan dalam laporan laba-rugi dalam periode mana pendapatan dan beban terjadi, tanpa melihat arus kas masuk dan arus kas keluar.

                                                                                                                                                            Dengan accrual basis, beban-beban yang terkait dengan penciptaan pendapatan haruslah dilaporkan dalam periode yang sama dimana pendapatan tersebut juga diakui.

                                                                                                                                                            Misalnya, gaji karyawan tahun 2008 yang belum dibayarkan hingga 2010, maka harus menjadi beban di tahun 2008 juga, dan walaupun sudah tahun 2010, tetap harus dibayarkan kepada karyawan, karena menyangkut hak karyawan.

                                                                                                                                                            Dibayar beban gaji secara angsuran sebesar Rp 5.000.000,00 sebesar 15% dari total gaji setiap staf, maka :

                                                                                                                                                            Beban gaji       Rp 5.000.000,00

                                                                                                                                                            Potongan gaji   Rp    750.000,00

                                                                                                                                                            Kas                                                Rp 4.250.000,00

                                                                                                                                                            Bab 4

                                                                                                                                                            Proses Pengikhtisaran

                                                                                                                                                            Posting Neraca Saldo

                                                                                                                                                            Adalah suatu cara untuk memindahkan ayat-ayat jurnal ke dalam buku jurnal ke buku besar, yaitu memindahkan jumlah dalam kolom debit/kredit jurnal ke dalam sisi debit/kredit rekening.

                                                                                                                                                            Dalam perusahaan bonafid, biasanya posting ke buku besar dilakukan dengan menggunakan mesin pembukuan atau secara otomatis dilakukan dengan komputer.

                                                                                                                                                            Lain halnya di perusahaan berkembang, masih didominasi oleh pembuatan buku besar tulis tangan atau pengetikan secara manual.

                                                                                                                                                            Contoh soal :

                                                                                                                                                            Tgl April 2006

                                                                                                                                                            1. Dibayar tunai kontrak gedung sebesar Rp 60.000.000,00 untuk 3 bulan.
                                                                                                                                                            2. Dibeli mesin cetak baru secara kredit dari PT. Merbabu, Semarang seharga Rp 180.000.000,00.
                                                                                                                                                            3. Diterima pembayaran dari debitur sebesar Rp 50.000.000,00.
                                                                                                                                                            4. Dibayar biaya advertensi pada harian Pembangunan Jakarta Rp 15.000.000,00.
                                                                                                                                                            5. Dibayar utang pada PT. Merbabu Rp 100.000.000,00.
                                                                                                                                                            6. Dibayar gaji pegawai selama 2 minggu sebesar Rp 10.000.000,00
                                                                                                                                                            7. Diterima uang dari hasil penyerahan pesanan barang cetakan sebesar Rp 9.000.000,00

                                                                                                                                                            Jawaban :

                                                                                                                                                            JURNAL UMUM

                                                                                                                                                            Tgl Akun Debit Kredit
                                                                                                                                                            Beban sewa

                                                                                                                                                            Kas

                                                                                                                                                            Pembelian

                                                                                                                                                            Utang

                                                                                                                                                            Kas

                                                                                                                                                            Pendapatan

                                                                                                                                                            Beban iklan

                                                                                                                                                            Kas

                                                                                                                                                            Utang

                                                                                                                                                            Pembelian

                                                                                                                                                            Beban gaji

                                                                                                                                                            Kas

                                                                                                                                                            Kas

                                                                                                                                                            Pembayaran

                                                                                                                                                            60.000.000

                                                                                                                                                            180.000.000

                                                                                                                                                            50.000.000

                                                                                                                                                            15.000.000

                                                                                                                                                            100.000.000

                                                                                                                                                            10.000.000

                                                                                                                                                            9.000.000

                                                                                                                                                            60.000.000

                                                                                                                                                            180.000.000

                                                                                                                                                            50.000.000

                                                                                                                                                            15.000.000

                                                                                                                                                            100.000.000

                                                                                                                                                            10.000.000

                                                                                                                                                            9.000.000

                                                                                                                                                            BUKU BESAR

                                                                                                                                                            Sewa Dibayar Dimuka

                                                                                                                                                            Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
                                                                                                                                                            Rp 60 juta

                                                                                                                                                            Mesin Cetak

                                                                                                                                                            Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
                                                                                                                                                            180 ribu

                                                                                                                                                            100 ribu

                                                                                                                                                            Kas

                                                                                                                                                            Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
                                                                                                                                                            50.000.000

                                                                                                                                                            9.000.000

                                                                                                                                                            Utang Dagang

                                                                                                                                                            Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
                                                                                                                                                            180.000.000 100.000.000

                                                                                                                                                            Beban Gaji

                                                                                                                                                            Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
                                                                                                                                                            10.000.000

                                                                                                                                                            Beban Iklan

                                                                                                                                                            Keterangan Jumlah Keterangan Jumlah
                                                                                                                                                            15.000.000

                                                                                                                                                            Bab 5

                                                                                                                                                            Ayat Jurnal Penyesuaian

                                                                                                                                                            Ayat Jurnal Penyesuaian

                                                                                                                                                            Atau adjusting journal entries adalah catatan yang dibuat untuk mengoreksi perkiraan-perkiraan tertentu sehingga mencerminkan keadaan aktiva, kewajiban, biaya, pendapatan, dan modal yang sebenarnya.

                                                                                                                                                            AJP dibuat dalam dua keadaan :

                                                                                                                                                            • Keadaan dimana suatu transaksi telah terjadi, tetapi belum dicatat dalam perkiraan.
                                                                                                                                                            • Keadaan dimana suatu transaksi telah terjadi dan sudah dicatat dalam perkiraan.

                                                                                                                                                            Contoh soal :

                                                                                                                                                            Pada tanggal 31 Desember 2009, Nyonya Dewi memeriksa neraca saldo dan memutuskan sebagai berikut :

                                                                                                                                                            1. Peralatan salon yang dipakai 3 tahun, dengan beban penyusutan Rp 25.000,00
                                                                                                                                                            2. Perlengkapan per 31 Desember 2009 sisanya Rp 50.000,00. Jumlah yang terpakai untuk kegiatan usaha selama bulan Desember dengan demikian adalah Rp 150.000,00.
                                                                                                                                                            3. Pembayaran gaji terakhir Rp 20.000.000,00 adalah Sabtu tgl 26 Desember 2009, pembayaran berikutnya Januari 2010, gaji belum dibayar penuh.
                                                                                                                                                            4. Hutang bank Rp 300.000.000,00 diambil tanggal 28 Desember 2009, dengan bunga 12% setahun.

                                                                                                                                                            Buatlah ayat jurnal penyesuaiannya !

                                                                                                                                                            Tgl Keterangan

                                                                                                                                                            Debit Kredit
                                                                                                                                                            1

                                                                                                                                                            2

                                                                                                                                                            Beban pnystn

                                                                                                                                                            Akum. Pnystn

                                                                                                                                                            Beban perlengkapan

                                                                                                                                                            Perlengkapan

                                                                                                                                                            Beban gaji

                                                                                                                                                            Utang gaji

                                                                                                                                                            Beban bunga

                                                                                                                                                            Utang bunga

                                                                                                                                                            25.000

                                                                                                                                                            150.000

                                                                                                                                                            20.000.000

                                                                                                                                                            36.000.000

                                                                                                                                                            25.000

                                                                                                                                                            150.000

                                                                                                                                                            20.000.000

                                                                                                                                                            36.000.000

                                                                                                                                                            Neraca Saldo Setelah Penutupan

                                                                                                                                                            Adalah suatu daftar yang memuat saldo-saldo rekening buku besar setelah perusahaan melakukan penutupan buku. Oleh karenanya, neraca ini hanya berisi akun-akun riil tertentu. Pengujian dilakukan dengan membandingkan data yang tercantum dalam neraca saldo setelah penutupan dengan neraca yang disusun dari neraca lajur.

                                                                                                                                                            Contoh neraca lajur :

                                                                                                                                                            NATIONAL PHOTO STUDIO

                                                                                                                                                            Kas                                            Rp 52.350,00

                                                                                                                                                            Surat berharga                                 10.000,00

                                                                                                                                                            Piutang dagang                                18.200,00

                                                                                                                                                            Cadangan kerugian piutang                                   Rp 4.576,00

                                                                                                                                                            Perlengkaoan fotografi                     32.400,00

                                                                                                                                                            Perlengkapan kantor                         15.500,00

                                                                                                                                                            Asuransi dibayar dimuka                     4.000,00

                                                                                                                                                            Piutang bunga                                          150,00

                                                                                                                                                            Peralatan fotografi                            480.000,00

                                                                                                                                                            Akumulasi depr. Peralatan kantor                       Rp 96.000,00

                                                                                                                                                            Gedung                                           Rp 1.100.000,00

                                                                                                                                                            Akum.pnystn gedung                                                50.000,00

                                                                                                                                                            Utang dagang                                                            12.000,00

                                                                                                                                                            Utang gaji                                                                  2.000,00

                                                                                                                                                            Pendapatan sewa diterima dimuka                            6.000,00

                                                                                                                                                            Modal                                             Rp 1.545.000

                                                                                                                                                            Jumlah                                            Rp 1,727 jt    Rp 1,727 jt

                                                                                                                                                            Bab 6

                                                                                                                                                            Kertas Kerja dan Laporan Keuangan dalam Perusahaan Jasa

                                                                                                                                                            Pengertian Laporan Keuangan

                                                                                                                                                            Laporan keuangan (financial statements) merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak yang berkepentingan.

                                                                                                                                                            Tujuan laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengenai posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan lain dalam posisi keuangan.

                                                                                                                                                            Neraca

                                                                                                                                                            Neraca atau laporan posisi keuangan adalah daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.

                                                                                                                                                            Judul suatu neraca terdiri dari nama organisasi atau perusahaan, nama laporan (neraca), tanggal neraca. Badan atau isi laporan terdiri dari aktiva, kewajiban, dan modal.

                                                                                                                                                            Sisi sebelah kanan neraca biasa juga disebut pasiva yang terdiri dari kewajiban pada kreditur (utang) dan kewajiban pada pemilik (modal).

                                                                                                                                                            Contoh neraca :

                                                                                                                                                            PO. BUS DAMRI

                                                                                                                                                            Per 31 Juli 2006

                                                                                                                                                            Aktiva                                                 Kewajiban

                                                                                                                                                            Kas                       4jt                utang dagang     2jt

                                                                                                                                                            Piutang dagang    3jt                 utang hipotik    22jt+

                                                                                                                                                            Perlengkapan       1jt                                          24jt

                                                                                                                                                            Tanah                   8jt

                                                                                                                                                            Gedung                40jt

                                                                                                                                                            Kendaraan           20jt

                                                                                                                                                            Modal

                                                                                                                                                            Modal, Damri      52jt

                                                                                                                                                            Jumlah aktiva     76jt               Jumlah pasiva       76 jt

                                                                                                                                                            Laporan L/R

                                                                                                                                                            Laporan rugi-laba (profit-loss statements) adalah laporan yang disusun untuk menggambarkan hasil operasi perusahaan dengan cara membandingkan selisih antara pendapatan yang diterima oleh perusahaan dengan beban yang masih harus ditanggung oleh perusahaan.

                                                                                                                                                            Apabila pendapatan lebih besar dari beban, maka perusahaan akan untung, sebaliknya bila pendapatan lebih kecil dari beban, maka perusahaan akan rugi.

                                                                                                                                                            Contoh laporan laba-rugi

                                                                                                                                                            TOKO BUAH

                                                                                                                                                            FRESHENER

                                                                                                                                                            Laporan R/L

                                                                                                                                                            Per 31 Desember 2010

                                                                                                                                                            Pendapatan bersih                                           Rp 20 juta

                                                                                                                                                            Biaya-biaya operasi :

                                                                                                                                                            Gaji pegawai            Rp 1.2 juta

                                                                                                                                                            Biaya pengepakan    Rp 300 rb

                                                                                                                                                            Biaya supir               Rp  500 rb

                                                                                                                                                            Biaya promosi          Rp  150 rb

                                                                                                                                                            Penyusutan mobil     Rp 2 juta

                                                                                                                                                            Asuransi                    Rp 300 rb

                                                                                                                                                            Biaya operasional                                            Rp 4,45jt

                                                                                                                                                            Laba bersih (profit)                                         Rp  15,5 jt

                                                                                                                                                            Laporan R/L harus diberi judul yang terdiri dari nama perusahaan, nama laporan dan periode laporan, dan yang berisi pula pendapatan, beban, dan laba/rugi.

                                                                                                                                                            Pendapatan (income) adalah aliran penerimaan kas

                                                                                                                                                            Laporan Perubahan Modal

                                                                                                                                                            Catatan Terhadap Laporan Keuangan

                                                                                                                                                            manajemen logistik sesi 4 bagian 2

                                                                                                                                                            FUNGSI PERENCANAAN DAN PENENTUAN KEBUTUHAN SERTA PENGANGGARAN LOGISTIK

                                                                                                                                                            Penyusun  : Ahmad Rahadian, SH., MM

                                                                                                                                                            A.      Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
                                                                                                                                                            Fungsi Perencanaan
                                                                                                                                                            Perencanaan adalah hasil rangkuman dari kaitan tugas pokok, aturan, gagasan, pengetahuan, pengalaman dan keadaan atau lingkungan. Fungsi perencanaan mencakup aktivitas dalam menetapkan sasaran-sasaran, pedoman-pedoman, pengukuran penyelenggaran bidang logistik.
                                                                                                                                                            Perencanaan dapat dibagi kedalam tiga periode, antara lain:
                                                                                                                                                            1.      Rencana jangka panjang (long range)
                                                                                                                                                            2.      Rencana jangka menengah (mid range)
                                                                                                                                                            3.      Rencana jangka pendek (short range)

                                                                                                                                                            Fungsi Penentuan Kebutuhan
                                                                                                                                                            Penentuan kebutuhan merupakan segala kegiatan dan usaha untuk merumuskan perincian dari perencanaan dan merupakan dasar serta pedoman dalam melakukan suatu tindakan tertentu di bidang kebutuhan peralatan dan perlengkapan.
                                                                                                                                                            Faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi penentuan kebutuhan:
                                                                                                                                                            1.      Yuridis, meliputi peraturan-peraturan, prosedur dan persyaratan.
                                                                                                                                                            2.      Persyaratan proyek, meliputi tujuan, kondisi lokasi serta transportasi.
                                                                                                                                                            3.      Evaluasi sosio ekonomi, meliputi perkiraan dan evaluasi pengaruhnya terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
                                                                                                                                                            4.      Evaluasi tekno ekonomi perkiraan dan evaluasi hal-hal yang terkait dengan teknologi dan pengembangannya terhadap aspek ekonomi. Adapun jenis-jenis teknologi itu sendiri antara lain, teknologi padat alat, teknologi padat karya dan teknologi madya.
                                                                                                                                                            5.      Perkembangan swadaya dan swasembada
                                                                                                                                                            6.      Inventarisasi dan pemeliharaan
                                                                                                                                                            7.      Perkembangan biaya
                                                                                                                                                            8.      Perkembangan industri dan suplai
                                                                                                                                                            9.      Perkembangan politis
                                                                                                                                                            10.     Pertimbangan khusus penggunaan alat-alat besar
                                                                                                                                                            Melalui fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan akan dihasilkan:
                                                                                                                                                            a.      Rencana pembelian
                                                                                                                                                            b.      Rencana rehabilitasi
                                                                                                                                                            c.      Rencana dislokasi
                                                                                                                                                            d.      Rencana sewa
                                                                                                                                                            e.      Rencana pembuatan

                                                                                                                                                            B.      Fungsi Penganggaran
                                                                                                                                                            Penganggaran (budgeting) adalah semua kegiatan dan usaha untuk merumuskan perincian penentuan kebutuhan  dalam suatu skala standar tertentu yaitu skala mata uang dan jumlah biaya dengan memperhatikan pengarahan dan pembatasan yang berlaku baginya.
                                                                                                                                                            Dalam fungsi penganggaran, semua rencana dari fungsi-fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan disesuaikan dengan besarnya pembiayaan dari dana-dana yang tersedia. Dalam usaha penyempurnaan anggaran perlengkapan/logistik diharapkan adanyan macam-macam, sebagai berikut:
                                                                                                                                                            a.       Anggaran pembelian
                                                                                                                                                            b.      Angaran perbaikan dan pemeliharaan
                                                                                                                                                            c.      Anggaran penyimpanan dan penyaluran
                                                                                                                                                            d.      Anggaran penelitian dan pengembangan barang
                                                                                                                                                            e.      Anggaran penyempurnaan administrasi barang
                                                                                                                                                            f.      Anggaran pengawasan barang
                                                                                                                                                            g.      Anggaran penyediaan dan peningkatan mutu personil (diklat)
                                                                                                                                                            Hasil dari fungsi ini sangat menentukan berhasilnya penyelenggaraan fungsi-fungsi lainnya seperti pengadaan, penyimpanan, penyaluran pemeliharaan, penghapusan dan pengendalian.

                                                                                                                                                            FUNGSI PENGADAAN
                                                                                                                                                            A.      DASAR-DASAR PENGADAAN
                                                                                                                                                            1.      Fungsi Pengadaan
                                                                                                                                                            Pengadaan ialah segala kegiatan dan usaha untuk menambah dan memenuhi kebutuhan barang dan jasa berdasarkan peraturan yang berlaku dengan menciptakan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada.
                                                                                                                                                            2.      Pembelian
                                                                                                                                                            Sebelum melaksanakan pembelian, harus ditentukan dulu dengan seksama tiga hal pokok, yaitu badan pelaksana pembelian, jenis dan bentuk pembelian dan metode/cara pembelian.
                                                                                                                                                            a.      Badan pelaksana pembelian
                                                                                                                                                            Dalam pelaksanaan pembelian pada dasarnya terkait tiga unit pokok, yaitu:
                                                                                                                                                            1.      Kantor pembelian (purchasing pffice)
                                                                                                                                                            2.      Unit pemakai (using department )
                                                                                                                                                            3.      Tenaga ahli/konsultan (technical expert)
                                                                                                                                                            b.      Jenis dan bentuk pembelian
                                                                                                                                                            Dalam menentukan bentuk dan jenis pembelian, terlebih dahulu harus diketahui obyek (peralatan, perlengkapan, jasa) yang akan dibeli, asal obyek dan sunber pembiayaan.
                                                                                                                                                            1.      Obyek yang akan dibeli, meliputi pembelian jasa, pengadaan jasa kontraktor dan pembelian barang.
                                                                                                                                                            2.      Asal obyek yang akan dibeli, meliputi pembelian dalam negeri dan pembelian luar negeri.
                                                                                                                                                            3.      Sumber pembiayaan, terdiri atas sumber pembiayaan dalam negeri dan sumber pembiayaan luar negeri

                                                                                                                                                            c.      Metode/cara pembelian
                                                                                                                                                            1.      Pelanggan Terbuka (formal tender)
                                                                                                                                                            Cara ini memberikan kemungkinan kepada para usahawan untuk memberikan pelayanan kepada pembeli dan pihak pembeli pun kemungkinan memberikan perlakuan yang sama dan wajar bagi usahawan manapun. Metode ini memberikan banyak biaya dan prosedur yang cukup rumit, sehingga memerlukan waktu yang lama.
                                                                                                                                                            2.      Pelanggan Terbatas (selective tender)
                                                                                                                                                            Pembelian dilaksanakan apabila perlengkapan dan peralatan yang akan dibeli memerlukan desain khusus dan produsennya terbatas.
                                                                                                                                                            3.      Pembelian dengan Penunjukkan Langsung (informal tender)
                                                                                                                                                            Pembeli dapat menunjuk perusahaan tertentu sebagai pelaksana pengadaan tanpa melalui salah satu prosedur pelanggan.

                                                                                                                                                            B.      PENGADAAN PERALATAN DAN PERLENGKAPAN
                                                                                                                                                            Proses pengadaan peralatan dan perlengkapan pada umumnya dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
                                                                                                                                                            1.      Perencanaan dan penentuan kebutuhan
                                                                                                                                                            Perencanaan proses pengadaan/pembelian peralatan dan perlengkapan sejak dari awal sampai pada barang diterima ditempat harue tersusun dan tergambar dengan jelas.
                                                                                                                                                            2.      Penggunaan dokumen tender
                                                                                                                                                            Pada umumnya isi dokumen tender meliputi undangan pelanggan, petunjuk untuk para peserta pelelangan, syarat-syarat umum dan khusus, syarat teknis dan gambar-gambar teknik, bentuk/formulir penawaran, ikatan kontrak/surat perjanjian.
                                                                                                                                                            3.      Pengiklanan /penyampaian undangan lelang
                                                                                                                                                            Iklan dipasang melalui media massa dan undangan yang disampaikan langsung kepada perusahaan atau pihak lain yang diharapkan.
                                                                                                                                                            4.      Pemasukan dan pembukaan dokumen penawaran
                                                                                                                                                            Dokumen penawaran yang telah diberi sampul bersegel disampaikan kepada panitia, penawaran yang masuk semuanya dibuka pada waktu dan tempat yang sudah ditetapkan.
                                                                                                                                                            5.      Evaluasi penawaran
                                                                                                                                                            Evaluasi tender terdiri dari evaluasi administrasi, evaluasi teknis dan evaluasi faktor-faktor lain.
                                                                                                                                                            6.      Pengusulan dan penentuan pemenang
                                                                                                                                                            Panitia mengumumkan pemenang pada para peserta lelang baik secara lisan dalam suatu pertemuan maupun tertulis yang dikirimkan langsung kepada seluruh para peserta.
                                                                                                                                                            7.      Masa sanggah
                                                                                                                                                            Apabila sanggahan ternyata benar, maka harus diadakan lelang ulang (re-tender), tetapi bila ternyata tidak benar maka proses pelelangan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
                                                                                                                                                            8.      Penunjukkan pemenang
                                                                                                                                                            Berdasarkan keputusan penetapan pemenang pimpinan proyek menunjuk pemenang pelelangan sebagai pemegang pelaksana pengadaan.
                                                                                                                                                            9.      Pengaturan kontrak
                                                                                                                                                            Tahap pengaturan kontrak meliputi kegiatan penyusunan draft kontrak, permintaan persetujuan atas draft kontrak dan penandatanganan kontrak.
                                                                                                                                                            10.     Pelaksanaan kontrak
                                                                                                                                                            Pihak penjual berkewajiban menyerahkan barang dan jasa dalam waktu, tempat dan harga yang telah ditetapkan dan pembeli melaksanakan pembayaran.
                                                                                                                                                            C.      PENGADAAN JASA KONTRAKTOR
                                                                                                                                                            1.      Prosedur Pelelangan
                                                                                                                                                            Pemberian pekerjaan pada kontraktor pada prinsipnya dilakukan melalui pelelangan terbuka (umum), terbatas atau penunjukkan langsung. Adapun proses pengadaan jasa kontraktor telah dijelaskan pada point B, dimana pada dasarnya isi kegiatan dari proses tersebut terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain;
                                                                                                                                                            a.      Dokumen lelang pada pengadaan jasa konstruksi pada pengadaan jasa konstruksi terdiri dari gambar-gambar konstruksi serta rancana kerja dan syarat-syarat (RKS).
                                                                                                                                                            b.      Pemberian penjelasan, diberikan untuk menghindari kekeliruan atau memberikan keterangan secara rinci.
                                                                                                                                                            c.      Dalam evaluasi dipergunakan asas administratif, teknis, keuangan, klarifikasi, prinsip penawarang yang saling menguntungkan dan sanggahan

                                                                                                                                                            2.      Penunjukkan Langsung dalam Pengadaan Jasa Kontraktor
                                                                                                                                                            Penunjukkan langsung merupakan proses pemberian pekerjaan kepada kontraktor tanpa melalui pelelangan secaran terbuka atau terbatas. Adapun prosedur penunjukkan langsung biasanya berdasarkan batasan nilai pekerjaan:
                                                                                                                                                            a.      Penunjukkan langsung kepala kantor/satuan kerja/pimpinan proyek.
                                                                                                                                                            b.      Penunjukkan langsung oleh menteri yang bersangkutan.
                                                                                                                                                            D.      PENGENDALIAN PENGADAAN
                                                                                                                                                            Pengendalian pengadaan  tidak hanya dilaksanakan pada waktu pelelangan dimulai sampai barang/pekerjaan diserahkan, tetapi jauh sebelumnya sejak mulai penentuan kebutuhan dan perencanaan sampai dengan barang/pekerjaan digunakan dan dilaksanakan pemeliharaan.
                                                                                                                                                            Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan fungsi pengendalian ini, adalah:
                                                                                                                                                            1.      Kode  etik pengadaan baik dalam hubungan interpersonal, pemberian keterangan dan pembatasan terhadap yang melanggar etika.
                                                                                                                                                            2.      Pelelangan pengadaan barang, setiap pelaksanannya harus dibentuk panitia pelelangan.
                                                                                                                                                            3.      Pengadaan barang dengan bantuan luar negeri. Pinjaman yang diperoleh dari luar negeri harus diusahakan secara maksimal karena kredit tersebut merupakan beban yang harus dibayar kembali.
                                                                                                                                                            4.      Prakualifikasi, masalah prakualifikasi perlu diperhatikan mengingat pada pelelangan terbatas dan penunjukkan langsung hanya rekanan yang telah lulus prakualifikasi yang dapat mengikutinya dimana tercatat dalam Daftar Rekanan yang Mampu.

                                                                                                                                                            FUNGSI PENYIMPANAN, PENYALURAN DAN  PEMELIHARAAN LOGISTIK
                                                                                                                                                            A.      FUNGSI PENYIMPANAN
                                                                                                                                                            Penyimpanan merupakan suatu kegiatan dan usaha untuk melakukan pengurusan penyelenggaraan dan pengaturan barang persediaan didalam ruang penyimpanan.
                                                                                                                                                            Fungsi ini mencakup segala kegiatan mengenai pengurusan dan pengelolaan penyimpanan barang persediaan (termasuk barang-barang khusus). Fungsi penyimpanan termasuk didalamnya kegiatan-kegiatan mengenai:
                                                                                                                                                            1.      Perencanaan/penyiapan/

                                                                                                                                                            pengembangan ruang-ruang penyimpanan (storage space).
                                                                                                                                                            2.      Penyelengaraan tata laksana penyimpanan (storage procedur).
                                                                                                                                                            3.      Perencanaan/penyimpanan/pengoperasian alat-alat pembantu pengatur barang (material handling equipment).
                                                                                                                                                            4.      Tindakan-tindakan keamanan dan keselamatan (security and safety).
                                                                                                                                                            Dalam kenyataan fungsi penyimpanan seringkali menghadapi masalah yang rumit karena faktor-faktor sebagai berikut:
                                                                                                                                                            1.      Penanganan administrasi fisik
                                                                                                                                                            2.      Unsur pertanggungjawaban
                                                                                                                                                            3.      Pengadministrasian
                                                                                                                                                            4.      pembiayaan yang khusus berupa modal yang ditanan dan biaya operasi.
                                                                                                                                                            Faktor-faktor yang perlu diperhatikandalam funfsi penyimpanan, antara lain:
                                                                                                                                                            1.      Pemilihan lokasi
                                                                                                                                                            2.      Barang (jenis dan bentuk barang atau bahan yang akan disimpan )
                                                                                                                                                            3.      Pengaturan ruang (ruang atau denah penyimpanan)
                                                                                                                                                            4.      Prosedur/sistem penyimpanan
                                                                                                                                                            5.      Penggunaan alat bantu
                                                                                                                                                            6.      Pengamanan dan keselamatan.
                                                                                                                                                            Ruang penyimpanan gedung dapat digolongkan menjadi:
                                                                                                                                                            1.      Gedung terbuka, terdiri dari:
                                                                                                                                                            –       Gedung terbuka yang tidak diolah, yaitu berupa lapangan terbuka tang permukaannya hanya diratakan tanpa perkerasan.
                                                                                                                                                            –       Gedung terbuka yang diolah, yaitu lapangan terbuka yang sudah diratakan dan diperkeras dengan melapiskan bahan yang serasi.
                                                                                                                                                            2.      Gedung semi tertutup (open shea) atau lumbung (shea), merupakan suatu kombinasi antara penyimpanan terbuka dan penyimpanan dalam gedung.
                                                                                                                                                            3.      Gedung tertutup, merupakan suatu ruang penyimpanan dalam suatu bangunan beratap dinding sampins dan dinding ujung.
                                                                                                                                                            Ditinjau dari jenis barang yang disimpan, gedung tertutup digolongkan ke dalam beberapa jenis bentuk, antara lain:
                                                                                                                                                            a.      Gedung transit
                                                                                                                                                            b.      Gedung serbaguna
                                                                                                                                                            c.      Gedung kedap udara
                                                                                                                                                            d.      Gedung pendingin
                                                                                                                                                            e.      Tangki kering (dry tank)
                                                                                                                                                            f.      Gedung penyimpanan tahan api/panas
                                                                                                                                                            g.      Dangau orang eskimo (iglou)
                                                                                                                                                            B.      FUNGSI PENYALURAN
                                                                                                                                                            Penyaluran merupakan suatu kegiatan dan usaha untuk melakukan pengurusan , penyelenggaraan dan pengaturan pemindahan barang dari suatu tempat ke tempat lain, yaitu dari tempat penyimpanan ke tempat pemakainya.
                                                                                                                                                            Pada umumnya masalah penyaluran masalah penyaluran banyak sekali dipengaruhi oleh faktor-faktor perhubungan dan komunikasi, seperti:
                                                                                                                                                            a.      proses administrasi
                                                                                                                                                            b.      proses penyampaian berita melalui radio, telekomunikasi, telex, pos, komputer dan sebagainya
                                                                                                                                                            c.      proses pengeluaran fisik barang
                                                                                                                                                            d.      proses pengangkutan
                                                                                                                                                            e.      proses pembongkaran
                                                                                                                                                            f.      pelaksanaan rencana yang telah ditentukan
                                                                                                                                                            Dalam proses penyaluran perlu monitoring dan usaha-usaha yang mendorong kelancaran agar tahap-tahap penyaluran dan barang-barang datang tepat pada waktunya.
                                                                                                                                                            C.      FUNGSI PEMELIHARAAN
                                                                                                                                                            Pemeliharaan adalah suatu usaha atau proses kegiatan untuk mempertahankan kondisi teknis dan daya guna suatu alat produksi atau fasilitas  kerja dengan cara merawat, memperbaiki, merehabilitasi dan menyempurnakan.
                                                                                                                                                            Fungsi pemeliharaan pada dasarnya merupakan kegiatan menambah umur peralatan, peningkatan efisiensi pada umumnya dan penghematan anggaran pada khususnya. Dibidang pemeliharaan, unsur bengkel mempunyai peranan penting, misalnya dalam lingkungan pemerintah tingkatan bengkel terdiri dari bengkel pusat, bengkel wilayah dan bengkel daerah/lapangan.
                                                                                                                                                            Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan:
                                                                                                                                                            1.      Tahap perencanaan (prapelaksanaan pemeliharaan) yang mencakup:
                                                                                                                                                            a.      Desain sistem pemeliharaan yang sederhana dan praktis
                                                                                                                                                            b.      Evaluasi tekno ekonomis terhadap barang dan peralatan
                                                                                                                                                            c.      Meengikuti perkembangan industri dan suplai, baik industri suplai dalam negeri maupun luar negeri.
                                                                                                                                                            2.      Tahap pelaksanaan pemeliharaan, mencakup hal:
                                                                                                                                                            a.      Pengamatan inventarisasi peralatan yang dipakai dan inventarisasi yang harus diusahakan
                                                                                                                                                            b.      Tersedianya buku-buku untuk setiap peralatan/barang, seperti operator manual, maintenance manual, katalog dan lain-lain.
                                                                                                                                                            c.      Jadwal pemeliharan harus dilaksanakan secara konsekuen dan pengecekan mendadak kesiapan bengkel-bengkel.
                                                                                                                                                            d.      Pengamatan tentang kemampuan (performance) dari setiap alat/barang.
                                                                                                                                                            e.      Prinsip sarana bengkel harus dekat dengan peralatan dan harus diterapkan.
                                                                                                                                                            3.      Tahap paska (post)pelaksanaan pemeliharaan
                                                                                                                                                            Pada tahap ini hal yang harus diperhatikan, antara lain:
                                                                                                                                                            a.      Persiapan pengajuan anggaran hasil pengkajian pada tahap sebelumnya.
                                                                                                                                                            b.      Pembuatan daftar kebutuhan suku cadang, bahan yang digunakan dan barang lain yang diperlikan unuk penyempurnaan.
                                                                                                                                                            c.      Pengkajian dan peninjauan kembali akan sistem pemeliharaan, penyediaaan tenaga, sistem anggaran dan para supplier.
                                                                                                                                                            Pada umumnya hirarki tugas-tugas bengkel diatur melalui pelaksanaan tingkat-tingkat pemeliharaan, yaitu:
                                                                                                                                                            Tingkat I       : bersifat pencegahan (prefentif)
                                                                                                                                                            Tingkat II      : dilakukan secara periodik/berkala oleh tenaga mekanik terdidik
                                                                                                                                                            Tingkat III     : dilakukan oleh tenaga ahli terdidik  dan khusus yang dapat  bekerja di lapangan atau bengkel.
                                                                                                                                                            Tingkat IV      : dilakukan oleh unit pemeliharaan teretentu yang mempunyai perlengkapan cukup sampai pada alatalat test dan presisi (overhaul)
                                                                                                                                                            Tingkat V       : rehabilitasi/reconditioning/rebuild peralatan mekanis yang sebenarnya merupakan perakitan (assembling).

                                                                                                                                                            BROSUR TUNAS PATRIA

                                                                                                                                                            Brosur Tunas Patria

                                                                                                                                                            Brosur Tunas Patria

                                                                                                                                                            Ikuti

                                                                                                                                                            Get every new post delivered to your Inbox.